alexametrics

Peran Generasi Milenial dalam Perangi Hoax

Oleh: Imam Mulyadi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Perkembangan teknologi yang sekian maju turut membawa konsekuensi pada penyebaran berbagai informasi. Apalagi sekarang semua orang bisa memanfaatkan gawai dan internet dengan mudah. Kondisi inilah seringkali dimanfaatkan oknum tidak bertanggung jawab untuk menyebarkan berita bohong atau hoax.

Hoax sengaja dibuat oknum tidak bertanggung jawab untuk mencapai tujuan tertentu dan mendapatkan keuntungan. Dampak berita hoax bisa memunculkan adu domba, pencemaran nama baik, menjatuhkan seseorang atau golongan tertentu, menimbulkan keributan, dan lain sebagainya. Sehingga bisa menimbulkan kerugian bagi orang atau golongan.

Mengingat dampak negatif yang besar, lantas bagaimana kita sebagai pemuda milenial bisa menangkal dan tidak mudah percaya dengan berita hoax? Ketua Masyarakat Indonesia Anti Hoax Septiaji Eko Nugroho menguraikan empat ciri-ciri berita hoax dan satu tips untuk menghadapi hoax. Pertama, judul yang provokatif. Berita hoax biasanya didapat dari berita resmi dan diubah isinya oleh oknum dengan tujuan tertentu. Biasanya menggunakan judul provokatif untuk menarik khalayak.

Baca juga:  Asyiknya Akuntansi dengan Permainan Angka Transaksi

Kedua, bukan dari situs resmi. Jadi haus diperhatikan alamat URL situs dari suatu berita. Jika situs bukan berasal dari institusi pers resmi, maka informasi yang disajikan meragukan. Menurut catatan Dewan Pers, di Indonesia ada sekitar 43.000 situs yang mengklaim sebagai portal berita. Tetapi nyatanya hanya terdapat tidak lebih dari 300 yang sudah terverifikasi sebagai situs resmi berita.

Ketiga, minimnya sumber fakta. Sumber informasi seperti dari pegiat ormas, ataupun pengamat politik dan bukan badan resmi lainnya belum bisa digunakan sebagai fakta. Karena selain dari badan resmi, informasi yang didapat seringkali hanya opini. Sedangkan jika sumber fakta yang tercantum resmi terbatas, pembaca belum bisa mendapatkan gambaran utuhnya.

Baca juga:  Perang Dagang Memanas, Indonesia Kena Imbasnya?

Keempat, didukung dengan foto atau vidio palsu. Tidak hanya sebatas teks, berita hoax sering mencantumkan foto atau vidio palsu. Namun, kini kita bisa menggunakan mesin pencarian google untuk memastikan keaslian foto atau video. Caranya dengan melakukan drag-and-drop ke kolom pencarian google image. Maka hasil pencarian akan menampilkan foto serupa dan kita bisa membandingkannya.

Salah satu tips untuk meghindari berita hoax adalah mencari informasi lebih lanjut dalam forum diskusi anti-hoax. Grup atau fanspage di facebook yang dapat dijadikan tempat diskusi anti hoax seperti, Forum Anti Fitnah, Hasut, dan Hoax (FAFHH), Fanpage & Group Indonesian Hoax Buster, Fanpage Indonesian Hoaxes, dan Grup Sekoci. Di forum ini kita bisa berdiskusi bersama mengenai berita hoax sehingga bisa menjadikan filter bagi kita untuk melawan berita hoax.

Baca juga:  Pengolahan Bahan Pustaka di Perpustakaan

Pemuda milenial harus benar-benar bisa paham dan mengerti tentang berbagai hal tentang mengenai berita hoax. Dengan begitu, akan bisa memutus mata rantai penyebaran dengan mudah.

Milenial harus bisa mengambil langkah bijak dan bertanggung jawab. Karena jika bukan kita, siapa lagi? Milenial harus berada di garda depan untuk memutus mata rantai penyebaran berita hoax. (p8/fth)

Siswa SMA Negeri 8 Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya