alexametrics

IPM Jawa Tenggah 2021 Bertengger di Angka 72,16

Oleh: Musliman,SE

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ANGKA IPM menjelaskan bagaimana penduduk dapat mengakses hasil pembangunan dalam memperoleh pendapatan, kesehatan, pendidikan, dan sebagainya (bps.go.id).

IPM diperkenalkan oleh United Nations Development Programme (UNDP) pada tahun 1990 dan dipublikasikan secara berkala dalam laporan tahunan Human Development Report (HDR). Komponen pembentuk IPM ada tiga.

Komponen pertama adalah dimensi kesehatan yang diwakili oleh dimensi umur panjang dan hidup layak serta Umur Harapan Hidup saat Lahir (UHH).

Komponen yang kedua adalah Dimensi Pendidikan yang diwakili oleh dimensi Pengetahuan dengan indikator Harapan Lama Sekolah (HLS) dan Rata-rata Lama Sekolah (RLS 25 th+). Komponen yang terakhir adalah Dimensi Ekonomi yang diwakili oleh dimensi dtandar hidup layak dengan indikator pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan.

IPM mempunyai setidaknya 4 manfaat yaitu yang pertama sebagai indikator penting untuk mengukur keberhasilan dalam upaya membangun kualitas hidup manusia (masyarakat/penduduk).

Kedua, IPM merupakan salah satu indikator target pembagunan pemerintah dalam pembahasan asumsi makro di DPR-RI seperti rancangan RKP dan RAPBN. Ketiga, IPM digunakan sebagai salah satu alokator dalam penentuan Dana Alokasi Umum (DAU). Terakhir, komponen IPM seperti HLS, RLS, dan Pengeluaran merupakan indikator yang digunakan dalam penghitungan Dana Insentif Daerah (DID).

Baca juga:  Akreditasi dan Mutu Pendidikan

IPM merupakan komponen dasar dalam menilai kemajuan pembangunan manusia. Kemajuan pembangunan manusia dapat dilihat dari kecepatan IPM serta status IPM. Kecepatan IPM menggambarkan upaya yang dilakukan untuk meningkatkan pembangunan manusia dalam satu periode.

Status IPM menggambarkan level percepatan pembangunan manusia dalam satu periode, di mana untuk IPM ≥ 80 menggambarkan level sangat tinggi, untuk 70 ≤ IPM < 80 masuk kategori Tinggi, untuk 60 ≤ IPM < 70 masuk level sedang, dan jika IPM < 60, berarti masih rendah.

Didik Nursetyohadi, M.Agb. selaku KF Neraca Wilayah dan Analisis Statistik BPS Provinsi Jawa Tengah menyampaikan dalam acara Rilis Indeks Pembangunan Manusia Jawa Tengah November 2021 yang disiarkan melalui kanal Youtube BPS Provinsi Jawa Tengah (15/11) bahwa IPM Jawa Tengah 2021 adalah 72,16.

Baca juga:  Arti Penting Petani, Jimpitan dan Lumbung Pangan Hari Ini

Nilai ini mengalami kenaikan dibanding tahun-tahun sebelumnya di mana pada tahun 2020 sebesar 71,87; tahun 2019 sebesar 71, 73; tahun 2018 sebesar 71,12 dan tahun 2017 sebesar 70,52. Meskipun masih terimbah pandemi COVID-19, IPM Jawa Tengah tahun 2021 masih mampu tumbuh positif 0,29 poin, dari 71,87 poin di tahun 2020 menjadi 72,16 poin di tahun 2021.

Sejak tahun 2017, status IPM Jawa Tengah masuk dalam kategori tinggi dan selama 2010-2021, IPM Jawa Tengah terus mengalami kenaikan dengan rata-rata kenaikan pertahun sebesar 0,55 persen. Meningkatnya IPM disebabkan oleh peningkatan pada semua dimensi, baik dimensi umur panjang dan hidup sehat (UHH), dimensi pengetahuan (HLS dam RLS), maupun dimensi standar hidup baik ( pengeluaran per kapita per tahun yang disesuaikan). Walaupun mengalai kenaikan, tetapi angka IPM Jawa Tengah masih dibawah IPM Nasional.

Komponen Penyumbang poin IPM jawa tengah diantaranya Umur harapan Hidup saat Lahir (UHH) tahun 2021 tumbuh 0,13 persen dan berada pada 74,47 poin dari tahun sebelumnya yang berapa pada 74,37 poin. Angka Harapan Lama sekolah juga meningkat, dari 12,70 tahun di tahun 2020 naik menjadi 12,77 tahun di tahun 2021 atau tumbuh sebesar 0,55 persen.

Baca juga:  Diterjang Pandemi, PDRB Kabupaten Purworejo Memprihatinkan

Rata- rata lama sekolah pada tahun 2021 adalah 7,75 tahun yang pada tahun sebelumnya adalah 7,69 tahun atau naik sebesar 0,78 persen. Pengeluaran per kapita per tahun masyarakat yang disesuaikan dengan PPP (Purchasing, Power, Parity) naik sebesar Rp. 104.000,00 dibandingkan tahun sebelumnya, menjadi Rp. 11.034.000,00 pada tahun 2021 atau naik sekitar 0,98 persen.

Angka IPM di Jawa Tengah memang sudah masuk dalam kategori tinggi, akan tetaapi angka tersebut masih di bawah IPM nasional. Besar harapan kepada pemerintah Provinsi selaku pemangku kebijakan agar tidak puas dengan angka tersebut dan senantiasa memperbaiki kebijakan agar IPM Jawa Tengah berimbang dengan pembangunan infrastruktur dan pariwisata yang sudah maju di Jawa Tengah. (*/zal)

Fungsional Statistisi Ahli Muda di BPS Kabupaten Purworejo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya