alexametrics

Ekonomi Digital Jadi Penopang Perekonomian Indonesia di Masa Pandemi Covid-19

Artikel Lain

Oleh: Hanifa Nur Adila dan Ardian Tito Prastiwi

RADARSEMARANG.ID – Pandemi covid-19 di Indonesia masih menjadi persoalan besar. Berbagai aspek terdampak oleh pandemi covid-19, salah satu nya pada sektor perekonomian. Kinerja ekonomi Indonesia hampir dua tahun belakangan ini mengalami resesi. Pertumbuhan ekonomi di Indonesia mengalami penurunan bahkan mencapai negatif pada kuartal I dan kuartal II 2020. Hal tersebut berdampak pada peningkatan angka pengangguran dan kemiskinan penduduk pada masa pandemi Covid-19.

Penurunan pada sektor perekonomian didasari akibat dari kebijakan pemerintah dalam menerapkan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di berbagai wilayah berdampak luas pada proses produksi, distribusi, dan kegiatan operasional lainya. Pada kuartal II 2020 merupakan puncak dari penurunan perekonomian, karena hampir seluruh sektor usaha ditutup untuk mencegah penyebaran pandemi covid-19. Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) yang dilakukan menyebabkan terbatasnya mobilitas dan aktivitas masyarakat secara ketat yang berdampak pada penurunan permintaan domestik.

Untuk mengatasi hal ini butuh terobosan baru untuk membangkitkan kinerja perekonomian agar tidak resesi seperti adanya ekonomi berbasis digital. Diharapkan ekonomi digital mampu menambah pendapatan masyarakat sehingga meningkatkan pendapatan nasional. Dapat kita ketahui bahwa penghasilan masyarakat yang menurun karena adanya pandemi covid-19 meyebabkan sebagian besar sektor usaha harus tutup total.

Baca juga:  Doktrinasi Pancasila di Perguruan Tinggi yang Sia-Sia

Hal tersebut berimbas pada sektor ketenaga kerjaan. Tercatat bahwa PDB riil Indonesia pada kuartal II 2020 mencapai Rp 2.590 triliun mengalami kontraksi dibandingkan dengan tahun 2019, sementara itu pada kuartal II 2021 sudah mengalami peningkatan mencapai Rp 2.773 triliun.

Pemulihan ekonomi Indonesia mulai tampak pada semester I 2021. Pada semester I tahun ini, laju pertumbuhan ekonomi Indonesia bergerak ke arah positif. Pada kuartal I 2021, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih mengalami kontraksi sebesar 0,74%, namun pada kuartal II 2021 ekonomi Indonesia meningkat hingga 7,07 %. Hal tersebut tidak luput dari adanya peran ekonomi digital yang sangat membantu untuk memulihkan perekonomian di Indonesia saat ini.

Talenta digital dari mayarakat dibutuhkan untuk mengoptimalkan ekonomi digital, diprediksi kedepannya penggunakan teknologi digital dapat memaksimalkan perekonomian. Dimulai dari handphone yang tidak lagi menjadi barang langka oleh masyarakat bahkan pada masa Pandemi Covid-19. Berbagai fitur canggih yang tersedia di handphone dimanfaatkan dalam proses kehidupan masyarakat.

Baca juga:  Pengelolaan Sampah Medis di Era New Normal

Dengan bermodalkan handphone dapat membantu UMKM dalam mempromosikan usahanya, serta konten kreatif yang mampu menjadi pemicu terciptanya lapangan pekerjaan untuk masyarakat, terlebih ekonomi digital juga dapat menciptakan produk anak bangsa.

Tercatat bahwa penggunaan internet pada kuartal I 2021 mengalami peningkatan hingga menjadi 202,6 juta pengguna, bertambah 27 juta jika dibandingkan tahun 2020. Pertumbuhan ekonomi digital itu sendiri diprediksi akan tumbuh delapan kali lipat dari Rp632 triliun menjadi Rp4.531 triliun.

E-commerce juga diprediksi akan memerankan peran yang sangat besar, masih terdapat banyak potensi yang terbuka untuk ekonomi digital terutama sektor industri makanan-minuman yang dapat terlayani melalui e-commerce.

Dengan kebijakan tranformasi ekonomi digital pada masa pandemi covid-19 menjadi momentum untuk terjadinya perubahan masyarakat yang lebih banyak dilakukan secara virtual. Seperti, kegiatan konsumsi masyarakat yang dilakukan secara online, masyarakat membeli barang kebutuhan, makanan, minuman dan lain – lain melalui platform digital. Pelaku ekonomi dapat memanfaatkan ekonomi digital ini untuk meningkatkan produksi usahannya agar dapat membantu mengembalikan penghasilan nya yang menurun. Perusahaan rintisan (start-up) yang bergerak pada bidang teknologi juga diharapkan dapat menjadi penunjang dalam menyukseskan transformasi tersebut.

Baca juga:  Data Pangan di Tengah Covid-19, Bukan Sekedar Angka

Dengan berkembang nya ekonomi digital dari sisi teknologi seperti marketplace dapat menyediakan wadah kreativitas yang tak terbatas. Masyarakat dapat dengan mudah mengakses marketplace/platform digital untuk menjual dan membeli. Menyebabkan bertambahnya pelaku usaha yang baru memulai membuka usaha. Pelaku usaha sebagian besar ialah para remaja pelaku usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) yang cepat beradaptasi dengan teknologi digital.

Sebanyak 25% pelaku UMKM saat ini mengaku mendapat penghasilan melalui jual beli dari platform digital. Adanya pergeseran pola konsumsi masyarakat juga mendorong UMKM melalui platform digital. Pandemi covid-19 membuat ekonomi digital semakin menggeliat. Masa ekonomi digital telah menemukan momentumnya, agar momentum tersebut tidak melemah, maka harus tetap terjaga hingga pemerataan teknologi digital kesemua wilayah yang mendukungnya.

Pemerintah dapat mengajak masyarakat dalam program pelatihan,pendampingan, pemasaran, perizinan, dan akses lainnya dengan harapan UMKM lebih banyak dapat masuk ke dalam momentum ekonomi digital. Dengan begitu produksi kreatif Indonesia mampu berdampingan di dalam maupun di luar negeri. (*/bas)

Mahasiswa Jurusan Ekonomi Pembangunan Universitas Negeri Semarang (Unnes), angkatan 2020.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya