alexametrics

Menumbuhkan Loyalitas Karyawan

Artikel Lain

Oleh: Widi Widagdo

RADARSEMARANG.ID – Setiap karyawan memiliki karakteristik yang berbeda dari masing-masing individu. Dimana karakteristik itu akan mempengaruhi bagaimana dia bersikap terhadap suatu keadaan, baik yang ia sukai maupun tidak ia sukai. Karena itu pimpinan dituntut mempunyai pemahaman dan good feeling terhadap setiap karyawannya. Hal ini tentu berkaitan dengan bagaimana feedback yang diharapkan perusahaan terhadap karyawan dapat tercapai.

Bukan berarti harus memanjakan karyawan agar mendapatkan feedback yang bagus bagi perusahaan, misalnya keinginan perusahaan atas loyalitas karyawan. Loyalitas karyawan merupakan sikap emosional yang menyenangkan dan mencintai pekerjaannya. Loyalitas dicerminkan oleh kesediaan karyawan menjaga dan membela organisasi di dalam maupun di luar pekerjaan dari rongrongan orang yang tidak bertanggung jawab.

Loyalitas karyawan dipandang perlu untuk menghindari sering terjadinya turnover, meskipun aktivitas turnover karyawan itu pada kenyataannya tidak bisa dihindari dan terbilang wajar. Bahkan cenderung menguntungkan perusahaan jika dilakukan dalam periode yang sewajarnya. Lain cerita jika perusahaan terlalu sering gonta-ganti karyawan tentunya akan merugikan perusahaan.

Karakteristik Individu

Untuk dapat memahami dan mempunyai goodfeeling terhadap karyawan, pimpinan harus mengetahui karakter yang dimiliki karyawannya. Karakteristik Individu adalah orang yang memandang berbagai hal secara berbeda akan berperilaku yang berbeda, orang yang memiliki sikap yang berbeda akan memberikan respon yang berbeda terhadap perintah, dan berbeda berinteraksi dengan atasan, rekan kerja maupun bawahannya. Beberapa macam karakter karyawan sebagai individu diantaranya :

Opennes to Experience yaitu kepribadian yang terbuka terhadap pengalaman baru berupa ide, imajinasi yang aktif, kecerdikan dan kemampuan berpikir mendalam, suka melakukan refleksi diri, memiliki rasa penasaran yang tinggi, artistik dan inovatif.

Conscientiousness yaitu kepribadian yang berkaitan dengan keterbukaan mata dan telinga, individu dengan conscientiousness tinggi suka bekerja keras, bekerja dengan cermat dan terperinci, serta cenderung lebih rajin.

Baca juga:  Spiritualitas Kerja

Extraversion merupakan kepribadian yang terbuka kepada orang lain, individu yang memiliki kepribadian extraversion tinggi adalah seorang yang aktif dalam berbicara, penuh energi, selalu antusias, memiliki kepribadian yang tegas dan pasti, ramah serta senang bergaul.

Agreeableness merupakan kepribadian yang terbuka terhadap kesepakatan, yang bersifat suka bekerja sama, bisa dipercaya, penuh perhatian dan sangat baik kepada orang lain, suka menolong, tidak egois, pemaaf, tidak suka mengalami perselisihan dengan orang lain.

Neocritism yaitu kepribadian yang terbuka terhadap tekanan, sehingga individu nya sering merasa mudah murung, sedih, dan mudah gelisah,, penuh kekhawatiran. Orang yang memiliki kepribadian ini disebutkan memiliki emosi yang tidak stabil.

Faktor-faktor yang mendasari loyalitas karyawan

Selain pentingnya memahami karakteristik karyawan, ada tiga faktor yang mendasari tercipta atau tidaknya loyalitas yaitu; faktor rasional menyangkut hal-hal yang bisa dijelaskan secara logis, seperti: Gaji, bonus, jenjang karir, fasilitas-fasilitas yang diberikan perusahaan,

Faktor emosional menyangkut perasaan atau ekspresi diri, seperti : Pekerjaan yang menantang, lingkungan kerja yang mendukung, perasaan aman karena perusahaan merupakan tempat bekerja dalam jangka panjang, pemimpin yang berkarisma, pekerjaan yang membanggakan, penghargaan-penghargaaan yang diberikan perusahaan, budaya kerja,

Faktor spiritual yang menyangkut kebutuhan rohani seperti : kepuasan rohani, bekerjaan yang bersifat rohani, sikap perusahaan terhadap misi-misi rohani, pemimpin yang religius, kesempatan untuk melakukan kegiatan rohani.

Loyatlitas dari sudut pandang Islam

Masalah al-wala’ (loyalitas/kecintaan) adalah masalah yang sangat penting dan ditekankan kewajibannya dalam Islam, bahkan merupakan salah satu landasan keimanan yang dengan melalaikannya akan menyebabkan rusaknya keimanan seseorang, konteks loyalitas disini adalah loyal kepada Allah SWT dan Rosulluloh SAW beserta ajarannya. Diriwayatkan oleh Imam Muhammad bin Abdul Wahhab berkata:

Baca juga:  Pembelajaran Jarak Jauh dan Kendalanya

“Sesungguhnya barangsiapa yang mentaati Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam dan mentauhidkan Allah maka dia tidak boleh berloyalitas (mencintai) orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya shallallahu ‘alaihi wa sallam, meskipun orang tersebut adalah kerabat terdekatnya”.  Jadi Islam memandang penting akan loyalitas, sepanjang kita loyal kepada orang yang tidak menentang Allah dan Rasul-Nya.

Setelah membaca uraian tentang karekter individu dan faktor-faktor yang mendasari adanya loyalitas di atas maka dapat di sarikan bahwa untuk “membeli” loyalitas karyawan hal-hal yang perlu dilakukan adalah :

Pertama, menumbuhkan Rasa Percaya Terhadap Pemimpin. Untuk bisa membuat karyawan loyal, maka perusahaan harus lebih dulu bisa menumbuhkan rasa percaya mereka terhadap pemimpin perusahaan. Karyawan cenderung loyal terhadap perusahaan yang memiliki pemimpin berkompeten di bidangnya. Terlebih tahu arah dan tujuan perusahaan tersebut.

Kedua, ciptakan Manajemen SDM yang Baik. Manajemen SDM yang buruk juga menjadi faktor pendukung mengapa banyak karyawan yang tak betah bekerja di sebuah perusahaan. Padahal, bila perusahaan tak melakukan manajemen SDM yang baik maka perusahaan bisa tertinggal dari pesaing.

Ketiga, memberikan Hak Karyawan Seperti yang Dijanjikan. Problematika yang sering dirasakan oleh karyawan yang bekerja di perusahaan kecil atau yang baru tumbuh adalah janji perusahaan yang tak terpenuhi. Karena umumnya perusahaan kerap mengiming-imingi janji pada calon karyawan saat perekrutan.

Keempat, berikan Kendali Pekerjaan Pada Karyawan. Ada beberapa bagian pekerjaan dalam perusahaan yang tak mengharuskan karyawannya berada di kantor selama 8 jam. Beberapa divisi itu seperti media sosial, content writer, marketing, atau sales. Dengan itu cukup berikan kepercayaan kepada mereka dalam mengelola pekerjaan mereka sendiri.

Baca juga:  Penduduk Meningkat, Lahan Pertanian Makin Terancam

Kelima, ciptakan Suasana Kerja yang Nyaman. Tak sedikit karyawan yang memilih bertahan di sebuah perusahaan karena suasana kerja yang nyaman. Tapi, perlu diingat bila kenyamanan suasana kerja bukan hanya dari faktor fasilitas, tetapi juga budaya atau kebiasaan kerja, tidak terikat pada struktur organisasi.

Keenam, memberikan Jenjang Karier yang Jelas. Setiap karyawan tentunya ingin mendapatkan gambaran bila ia lama bekerja dalam sebuah perusahaan.

Ketujuh, berikan Apresiasi atas Pencapaian Karyawan. Perusahaan yang baik adalah perusahaan yang mau memberikan apresiasi kepada karyawannya yang sudah bekerja keras untuk membangun perusahaan. Karena itu berikanlah apresiasi sekecil apa pun itu kepada karyawan yang sudah bekerja luar biasa.

Kedelapan, hargai Kehidupan Pribadi Karyawan. Perusahaan memang perlu mendorong karyawannya untuk memiliki etos kerja tinggi, tapi jangan sampai hal itu membuat perusahaan lupa bahwa karyawannya masih punya kehidupan di luar kantor.Berikan waktu dan kebebasan pada karyawan untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaannya.

Loyalitas tidak mungkin dianggap sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya ketika seorang karyawan bergabung dalam organisasi. Karyawan yang memiliki loyalitas yang rendah diantaranya karena sifat karakternya (bawaan), kekecewaan karyawan, dan sikap atasan, serta perasaan negatif, seperti ingin meninggalkan organisasi, merasa bekerja di organisasi lain lebih menguntungkan, tidak merasakan manfaat, dan menyesali bergabung dengan organisasi. Dari semua cara untuk menumbuhkan loyalitas karyawan diatas dapat diimplementasikan apabila mendapat dukungan dari perusahaan. Dukungan itu yaitu berupa materi maupun imateriil yang bermuara pada wellbeing karyawan, sehingga diharapkan tercipta simbiosis yang saling menguntungkan antara perusahaan dan karyawan. (*/bas)

Mahasiswa Magister Manajemen Unissula Angkatan 72

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya