alexametrics

STIKES Ngesti Waluyo Bersiap Menjadi Layanan Pendidikan Kesehatan yang Inklusi

Oleh : Eka Ratnawati, S.Kep, Ners., M.Kes

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Ngesti Waluyo merupakan salah satu unit layanan pendidikan kesehatan di bawah naungan Yayasan Kristen untuk Kesehatan Umum (YAKKUM). Tengah bersiap memberikan layanan pendidikan kesehatan yang inklusi.

Hal ini merupakan implementasi dari Surat Keputusan Pengurus YAKKUM nomor: 318/PS/K.PELAYANAN INKLUSIF/XII/2020 tentang Penetapan Kebijakan Pelayanan Inklusif di Unit Kerja YAKKUM. Sehingga terjadi upaya sinergi antara STIKES Ngesti Waluyo bersama dengan unit layanan rumah sakit dan unit pendidikan lainnya di bawah YAKKUM yang tersebar di Jawa Tengah, Daerah Istimewa Yogyakarta dan Lampung.

Kebijakan pemerintah dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2016 tentang penyandang disabilitas menyebutkan, setiap penyandang disabilitas memperoleh hak dan kesempatan yang sama dalam segala aspek termasuk aspek pendidikan.

Kebijakan pemerintah ini sejalan dengan visi layanan kesehatan YAKKUM yang inklusif terhadap disabilitas. Upaya yang telah dilaksanakan untuk menjadi inklusi adalah dengan pembentukan tim inti YAKKUM. Bertugas menyusun pedoman layanan inklusi yang diwujudkan dalam buku yang dipergunakan oleh STIKES Ngesti Waluyo untuk menjabarkan dalam progam kerja dan anggaran.

Baca juga:  Bidik Milenial, Kedai Kopi Terus Menjamur

STIKES Ngesti Waluyo melaksanakan layanan inklusi meliputi beberapa kewajiban. Yaitu melaksanakan pengajaran, penelitian dan pengabdian masyarakat terkait dengan inklusi disabilitas. Menjalin kemitraan untuk mendukung pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang inklusi disabilitas. Memperkerjakan paling sedikit 1 persen penyandang disabilitas dari jumlah pegawai.

Menerima mahasiswa baru penyandang disabilitas yang memenuhi persyaratan pada Program Studi Sarjana Administrasi Kesehatan. Menyediakan yang mudah diakses oleh disabilitas. Mengalokasikan anggaran untuk layanan penyandang disabilitas. Melaksanakan pengembangan sumber daya manusia terkait isu inklusi disabilitas. Dan kesemuanya ini dilaporkan secara rutin pada yayasan.

Kesiapan ini ditunjang dengan adanya jejaring dari berbagai pihak, baik individu, pemerhati terhadap isu inklusi disabilitas, komunitas disabilitas, lembaga, perguruan tinggi dan pemerintah baik di dalam maupun luar negeri. Hal ini dikelola dengan baik, sehingga menjadi social movement mewujudkan perubahan sikap dan perilaku dalam masyarakat dan kebijakan pembangunan yang ramah terhadap penyandang disabilitas. Semua hal diupayakan dengan optimal untuk memperjuangkan kesetaraan dan pemenuhan hak-hak sebagai warga negara (citizenship rights) penyandang disabilitas.

Baca juga:  Potensi Kopi Lokal Temanggung sebagai Inovasi Terapi Herbal

STIKES Ngesti Waluyo melalui YAKKUM bermitra dengan Brot für die Welt (BfdW) dari Jerman dalam pembangunan kesehatan di Indonesia yang peduli terhadap isu kesehatan disabilitas. Kerja sama ini sudah dimulai sejak 2019 dalam program “Pengembangan Partisipasi dan Inisiatif Masyarakat untuk Mengakses Pelayanan Kesehatan yang Inklusif dan Berkesinambungan” (increasing participation and initiative of the community to access qualified, inclusive and sustainable health service). ]

Pada 2021 ini telah mencapai tahapan sosialisasi dan penyusunan rencana tindak lanjut untuk merealisasikan layanan inklusi. Tata kelola disusun dengan baik melibatkan bagian akademik, penjaminan mutu, SDM, keuangan, LPPM dan sarana prasarana yang ditetapkan dengan Surat Keputusan Ketua STIKES Ngesti Waluyo untuk keseluruhan tahapan, dari perencanaan, pelaksanaan, monitoring dan evaluasi pelaksanaan layanan inklusi ini.

Baca juga:  Ramadan Momentum Menjadi Individu Baru di Masa Pandemi

Program yang akan dilaksanakan dalam waktu dekat adalah pelaksanaan tri dharma perguruan tinggi yang inklusi, inhouse trainning layanan inklusi, penerimaan mahasiswa baru dengan inklusi disabilitas yang sesuai persyaratan program studi Sarjana Administrasi Kesehatan.

Peningkatan aksesibilitas fisik, informasi dan komunikasi, dan kemitraan dengan perguruan tinggi, rumah sakit dan para pemerhati terkait dengan layanan inklusi disabilitas. Pelaksanan seluruh kegiatan ini dimonitor dan dievaluasi oleh YAKKUM. (*/lis)

Kepala Badan Penjamin Mutu Internal STIKES Ngesti Waluyo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya