alexametrics

Humas Harus Aktif Melakukan Edukasi di Era PTM-T

Oleh : Khusnul Khotimah SH M.PdI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN Tatap Muka Terbatas (PTM-T) yang mulai dilaksanakan oleh sejumlah sekolah ataupun madrasah mengisahkan banyak cerita dari para peserta didik.

Mulai dari persiapan menuju sekolah, pola keseharian yang berubah, hingga cerita tentang kekhawatiran para orang tua. Humas di sektor pendidikan mempunyai andil besar dalam mengedukasi, memantau, dan mengingatkan seluruh warga sekolah atau madrasah dalam menjaga protokol kesehatan (Prokes) PTM-T.

Kejenuhan berkepanjangan sebagai dampak Covid-19 ini terkadang menimbulkan kelalaian dalam menjaga Prokes.

Secara keseluruhan guru, orang tua, dan juga peserta didik menyambut antusias PTM-T ini. Peserta didik bersemangat dan penuh keceriaan untuk pergi ke sekolah dan mengikuti pembelajaran luring.

Bertemu teman dan menerima pelajaran langsung dari guru membuat motivasi peserta didik terjaga dalam belajar tatap muka di tengah pandemi Covid-19.

PTM-T ini membuat beberapa kebiasaan peserta didik bergeser dan berubah. Yang biasanya bangun pagi lebih santai untuk persiapan sekolah daring, sekarang bangun pagi bukan hanya menyiapkan peralatan dan buku sekolah, tetapi peralatan yang menunjang Prokes untuk belajar di sekolah. Prokes dilakukan mulai berangkat, perjalanan, dan sampai pulang dari sekolah, menjaga diri dan saling menjaga satu sama lain.

Baca juga:  Sistem Manajemen Strategis dalam Pendidikan

Selama ini pembelajaran daring berkepanjangan membuat peserta didik belum terbiasa bertemu guru secara langsung. Kerinduan membahas permasalahan mata pelajaran lebih detail membuat peserta didik bersemangat dan antusias dalam menyambut PTM-T ini. Kejenuhan belajar daring sendiri dapat membuat pola pikir peserta didik menjadi kurang kreatif dan harus berubah saat belajar luring.

Biasanya peserta didik mencari jawaban di Google, semua tersedia. Akan tetapi hanya jawaban. Tapi prosesnya peserta didik tidak tahu. Apalagi untuk pelajaran-pelajaran tertentu seperti Matematika. Karena biasanya guru mengajarkan dan membimbing cara mengerjakan hingga tuntas dan peserta didik dapat mengerti materi dengan baik sehingga mampu mengerjakan soal dan tugas dengan baik pula.

Baca juga:  Wasathiyah Islam, Kontribusi Memasyarakatkan Moderasi Beragama

Sebenarnya bukan hanya peserta didik yang mempunyai kerinduan besar terhadap sekolah. Guru juga mempunyai kerinduan yang sama. Karena dalam pembelajaran daring, guru mengalami kesulitan dalam mengenal karakteristik peserta didik satu persatu. Seluruh warga sekolah atau madrasah sangat berharap pandemi segera berakhir. Semua berjalan normal lagi seperti saat pandemi belum ada di Indonesia.

Bidang kehumasan diharapkan dapat bersinergi dengan seluruh elemen-elemen terkait sehingga saling mendukung dan menguatkan pelaksanaan PTM-T lancar. Humas juga membangun dan menjaga kepercayaan publik dengan memberikan informasi yang kevalidannya tidak diragukan lagi. Tentu peserta didik dan orang tua merasa aman dan nyaman di sekolah.

Penerapan prokes dalam PTM-T membutuhkan dukungan sepenuhnya dari seluruh warga sekolah atau madrasah dan orang tua. Orang tua yang telah mempercayakan anaknya dalam mengikuti PTM-T juga memberikan kesediaan atau mengizinkan anaknya untuk mengikuti PTM-T.

Baca juga:  KPK sebagai Pemilik Wacana Kebenaran

Berjuta kisah mewarnai PTM-T ini, namun dengan kepatuhan terhadap prokes akan saling menjaga satu sama lain sehingga PTM-T terlaksana dangan baik dan lancar. Guru berkesempatan menjelaskan lebih detail mengenai materi pelajaran sehingga pemahaman peserta didik dapat semakin meningkat.

Peserta didik sendiri menjadi semakin memahami materi, karena belajar langsung dengan bimbingan guru. Hasil akhirnya, peserta didik lebih maksimal belajar meskipun dalam situasi pandemi seperti saat ini.

Percepatan penuntasan vaksinasi Pendidik dan Tenaga Kependidikan (PTK) dan peserta didik juga menjadi faktor pendukung dalam pelaksanaan PTM-T ini. Hal ini menjadikan warga sekolah dan orang tua menjadi lebih tenang. Meskipun dengan jumlah dan waktu yang terbatas, namun PTM-T dapat memberikan hasil yang tidak terbatas. Peserta didik pun bisa tetap berkreasi, kreatif, inovatif, dan membuka pikirannya untuk terus melangkah maju, meski dalam keterbatasan. (*/ida)

Humas Kementerian Agama Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya