alexametrics

Implementasi Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Pembelajaran di Masa Pandemi

Oleh: Iwan Setiawan Wibisono

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PANDEMI Covid-19 sedang menghampiri seluruh negara di belahan dunia. Hal itu sangat meresahkan masyarakat dunia, sehingga WHO menetapkan Covid-19 sebagai darurat kesehatan manusia pada tanggal 30 Januari 2020 lalu.

Di Indonesia kasus Covid-19 pertama di konfirmasi pada tanggal 2 Maret 2020, sebanyak 2 kasus. Covid-19 merupakan virus yang penyebarannya sangat cepat dan merupakan virus yang mematikan, oleh karena itu Indonesia dan negara-negara di dunia berusaha dalam memutus rantai penyebaran virus corona dengan menetapkan berbagai kebijakan.

Rencana Nadiem Makarim untuk membuka sekolah di zona kuning Covid-19 mendapat penolakan dari berbagai pihak antara lain orang tua yang masih merasa was-was mengenai bagaimana kesipan/SOP pihak sekolah dalam menyiapkan saran dan prasananya. Tetapi ditengah polimik ini harusnya kita sadar bahwa pendidikan merupakan landasan utama berkembangnya suatu bangsa, karena melalui pendidikan yang baik lahir generasi-generasi baru yang memiliki intelektual tinggi untuk membangun bangsa.

Pendidikan pula yang menjadi kunci dalam menentukan tujuan hidup bangsa yang merdeka karena pendidikan mampu memberikan berbagai perubahan positif terhadap lingkungannya. Maka di sini dalam pelaksanakan pembelajaran, para pendidik di tuntut agar dapat menyampaikan materi pembelajaran yang dapat diterima dengan mudah oleh peserta didik.

Baca juga:  Perilaku Masyarakat Sragen pada Masa PPKM Darurat

Peran teknologi sangat berpengaruh dalam mempermudah segala kebutuhan dalam proses belajar mengajar. Pada hakikatnya teknologi pendidikan mencakup upaya-upaya yang dapat bermanfaat untuk menciptakan proses pembelajaran yang efektif dan efisien pada setiap individu.

Teknologi pendidikan juga memberikan manfaat dalam menunjang keberhasilan pembelajaran. Pada masa pandemi covid 19 ini, peran teknologi pendidikan menjadi sangat penting dalam proses pembelajaran karena sebagai bentuk upaya pemutusan rantai penularan virus Covid-19. Dengan begitu teknologi menjadi bagian terpenting dalam membantu proses pembelajaran daring.

Teknologi Pendidikan memberikan banyak kemudahan kepada pendidikan dalam kegiatan belajar mengajar jarak jauh, di antaranya yaitu :Berbagai jenis platform tersedia dengan tujuan mempermudah pelaksanaan pembelajaran jarak jauh, di antaranya membantu peserta didik dalam memperoleh materi-materi pelajaran dengan mengakses berbagai jenis website serta aplikasi seperti, slide share, edutafsi.com, wolframalpha.com, inspigo dan masih banyak lagi.

Teknologi juga memberikan kemudahan kepada pendidik dalam melakukan penilaian terhadap peserta didik dengan memanfaatkan berbagai platform seperti google document sebagai media dalam melakukan forum diskusi online, melakukan submit ujian melalui google form, serta pengadaan kuis melalui website ataupun aplikasi.

Baca juga:  Alat Peraga sebagai Opsi Pemahaman Pelajaran Matematika

Teknologi juga memberikan manfaat dalam meningkatkan kreativitas pendidik maupun peserta didik, pendidik dapat berinovasi dalam penyampaian materi pembelajaran dengan memanfaatkan berbagai situs media sosial seperti Facebook, Instagram, YouTube, dan lain sebagainya. Sama halnya dengan pendidik, peserta didik dapat memanfaatkan berbagai situs media sosial dalam memenuhi tugas yang diberikan oleh dosen.

Seperti di kampus UNW tempat saya mengajar yaitu di prodi S1 Teknik Informatika Universitas Ngudi Waluyo (UNW). Sekolah tersebut menyediakan sebuah media pembelajaran berbasis aplikasi yang disebut Si-Polin (http://e-learning.ti.unw.ac.id/ ) dan siakad ( http://siakad.unw.ac.id/ ).

Aplikasi tersebut berisi beberapa materi, tugas, ujian dari mata kuliahyang digunakan oleh dosen dalam kegiatan pembelajaran daring kepada mahasiswa selama masa pandemi.

Dalam perkembangan teknologi, informasi dan, komunikasi pembelajaran daring dapat dilakukan dengan menggunakan berbagai platform seperti e-learning, Google Clasroom, rumah belajar, dan lain sebagainya. Selain itu pembelajaran daring dapat dilakukan dalam bentuk online video dengan menggunakan beberapa platform seperti aplikasi zoom, google meet, visco webex, atau aplikasi yang sedang viral saat ini yaitu kumospace.

Baca juga:  Eco Pounding dalam Mencipta Motif pada Kain

Kumospace belakangan ini banyak digunakan oleh milenial untuk belajar bersama teman-teman/diskusi bersama, karena aplikasi ini menampilkan suasana seperti sedang berada di dalam kelas secara offline, sehingga aplikasi ini menjadi sangat menarik dan tidak membosankan. Tetapi, aplikasi ini masih jarang digunakan oleh para dosen dalam pembelajaran daring di kelasnya.

Memanfaatkan teknologi sebagai penunjang pembelajaran daring, tidak hanya dipengaruhi dari peran teknologi internet saja, tetapi juga dipengaruhi dari kualitas Sumber Daya Manusia.

Apabila SDM sebagai operator atau pengguna tidak memiliki pengetahuan serta keterampilan yang baik dalam penggunaan dan pengelolaan teknologi, pemanfaatan teknologi internet tidak akan memberikan pengaruh yang signifikan terhadap pembelajaran daring.

Oleh karena itu, pemahaman yang baik mengenai teknologi menjadi faktor utama dalam keberhasilan pembelajaran daring. Selain memanfaatkan aplikasi-aplikasi tersebut tidak jarang Whatsapp Group menjadi alternatif dalam pelaksanaan pembelajaran daring. Teknologi daring untuk pendidikan akan terus berkembang. Sejauh penggunaannya tidak disalahgunakan, maka kemajuan perkembangan teknologi, informasi dan, komunikasi akan membantu kemudahan pembelajaran daring. (unw/zal)

S1 Teknik Informatika, Universitas Ngudi Waluyo

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya