alexametrics

Potensi Kopi Lokal Temanggung sebagai Inovasi Terapi Herbal

Oleh : Eka Ratnawati, S.Kep.,Ns.,M.Kep

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Kopi, merupakan produk lokal Kabupaten Temanggung yang sangat melimpah. Pengolahan kopi saat ini dilakukan dengan cara dijemur terlebih dahulu setelah biji kopi dipetik, kemudian digiling untuk memisahkan daging kopi dengan bijinya.

Proses selanjutnya biji masih dijemur lagi agar lebih kering, kemudian dilakukan roasting. Baik dengan cara manual disangrai menggunakan alat rumah tangga, maupun yang sudah menggunakan mesin oven.

Pengusaha kopi lokal sangat menjamur, dengan menawarkan berbagai olahan rasa kopi yang disajikan. Hal ini membuat kegiatan ekonomi daerah menggeliat, dan berdampak positif pada peningkatan kesejahteraan masyarakat Temanggung. Jasa roasting kopi juga banyak disediakan oleh para pelaku usaha daerah, bahkan di pelosok pedesaan. Produk roasting ini berupa kopi bubuk yang siap diseduh untuk aneka minuman kopi.

Baca juga:  Tampil Trendi Tak Harus Beli Pakaian Baru Tiap Bulan

Inovasi yang dilakukan oleh dosen Stikes Ngesti Waluyo bersama dengan masyarakat pelaku usaha roasting kopi dimulai pada November 2020, di tengah situasi pandemik Covid-19 terjadi. Produk sampingan proses roasting yang berupa uap, dimanfaatkan secara kreatif sampai dengan menghasilkan produk baru yang dinamakan minyak kopi.

Inovasi minyak kopi ini diajukan dalam kompetisi kreativitas dan inovasi masyarakat (KRENOVA) Kabupaten Temanggung tahun 2021, dan mendapatkan juara 1. Mendapatkan penghargaan sertifikat dan uang pembinaan dari pemerintah daerah yang diterimakan oleh Bupati Temanggung pada saat upacara Hari Kemerdekaan 17 Agustus 2021 di halaman Setda Kabupaten Temanggung.

Dari hasil pemeriksaan laboratorium farmasi, minyak kopi ini mengandung senyawa terpenoid, yang memiliki pengaruh melonggarkan saluran pernapasan dan imunostimulan alami. Tentunya diperlukan penelitian lebih lanjut untuk produk potensial terapi herbal ini agar bisa digunakan dalam lingkup yang lebih luas. Terlebih keamanan dalam konsumsinya. Untuk itu, sangat diperlukan hadirnya pihak industri dalam mendukung tujuan ini, dikarenakan biaya yang diperlukan sangat besar dalam proses penelitian tahap lanjut.

Baca juga:  Tiga Mahasiswa dan Pengusaha Burgerchill Ini Dapat Beasiswa BRI Peduli-Creation 2021

Pemberdayaan dan peningkatan kapasitas komunitas peroasting kopi menjadi pijakan untuk mendongkrak produk minyak kopi yang berkualitas baik. Campur tangan pemerintah sangat diharapkan untuk bisa mewujudkan niat baik ini. Dari nilai Rp 0, produk sampingan roasting yang berupa minyak kopi ini memiliki nilai ekonomi yang sangat tinggi, dengan harga jual Rp 125.000 per botol kemasan 125cc.

Minyak kopi ini bisa diminum seperti layaknya campuran perasa kopi, dengan komposisi 5 cc minyak kopi ditambahkan dengan 100 cc air hangat. Cara konsumsinya dianjurkan 1 kali sehari pada malam hari untuk orang yang sedang mengeluh batuk dan sesak napas. Testimoni yang disampaikan oleh pengguna pada saat menjalani isolasi mandiri karena Covid-19 yang dengan keluhan ringan-sedang adalah setelah mengonsumsi minyak kopi ini, batuk sangat berkurang dan napas menjadi lebih longgar. (*/lis)

Baca juga:  Inovasi Tak Harus Muluk, Tapi Bermanfaat

Dosen Stikes Ngesti Waluyo, Temanggung
ekaratnawati34@gmail.com

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya