alexametrics

Digitalisasi Tugas Kepolisian menuju Polri yang Presisi

Oleh : Brigtar Yuandhika Kresna Sang Damar

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, GLOBALISASI yang didukung kemajuan teknologi informasi dan komunikasi telah membawa perubahan pola berpikir, perilaku, dan tuntutan masyarakat. Sebagai aparat yang berkewajiban melindungi, melayani, serta menegakkan hukum untuk menjaga ketertiban dan keamanan masyarakat, Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) harus memiliki kemampuan yang mumpuni, baik secara organisasi, SDM, standar operasi maupun dukungan sarana prasarana.

Tugas-tugas Polri harus dilakukan secara lebih inovatif melalui penerapan teknologi dan berbasis bukti, untuk mewujudkan smart policing. Sebab saat ini, globalisasi yang didukung kemajuan teknologi, telah menjadikan dunia lebih transparan. Sehingga informasi dapat tersebar dengan cepat. Smart policing pada Polri diharapkan menciptakan sosok yang profesional, cerdas, berintegritas, serta modern yang dapat diimplementasikan di seluruh tingkatan.

Dalam mendukung 16 program prioritas Kapolri Jendral Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo M.Si yaitu PRESISI (prediktif, responsibilitas, dan transparasi berkeadilan). Makna kata presisi adalah tepat atau akurat, dapat juga dikaitkan dengan prima yang unsurnya adalah cepat, tepat, akurat, transparan akuntabel, informatif dan mudah diakses.

Baca juga:  Wow! Begini Upaya Digitalisasi di SMPN 17 Semarang

Dari kata presisi ini dapat didalami sebagai wujud pelayanan pada masyarakat demokratis apalagi di era revolusi industri 4.0. Hal tersebut dijabarkan dalam implementasi yang prediktif atau dapat dikatakan visioner, proaktif, antisipatif dan solutif (problem solving).

Responsibilitas dapat dikatakan sebagai tindakan yang peka peduli dengan gangguan kamtibmas atau terganggunya keteraturan sosial. Transparan maknanya adalah bekerja terukur dapat dilihat dan dipertanggungjawabkan secara moral, secara hukum, secara administratif dan secara fungsional.

Di era 4.0, pelayanan kepolisian perlu memanfaatkan big data dan internet of things melalui digitalisasi layanan. Tujuannya untuk memberikan kemudahan akses bagi masyarakat, meningkatkan kecepatan respon, meningkatkan rata-rata waktu penyelesaian layanan, menyediakan platform bagi keluhan masyarakat atas pelayanan, meningkatkan akuntabilitas layanan, meningkatkan kepuasan masyarakat terhadap layanan.

Contoh digitalisasi pelayanan kepolisian yang presisi adalah Electronic Traffic Law Enforcement (ETLE). Program ini sebagai upaya menuju road safety, karena dapat merekam Traffic Attitude Record (TAR). Meningkatkan ketertiban untuk mengurangi potensi fatalitas kecelakaan.

Baca juga:  Amal Ibadah Bagi Umat Islam di Hari Raya Idul Fitri

Membangun kebudayaan yang menunjang keselamatan semua pihak di lalu lintas. ETLE bertujuan sebagai upaya anti korupsi karena menunjang penindakan dan penyelesaian pelanggaran lalu lintas secara online dan realtime, di mana semua transaksi akan tercatat dan memiliki jejak digital.

Presisi di bidang SSDM menuju SDM unggul. Saat ini Indonesia menuju era 4.0. Karena itu, seluruh aparat kepolisian harus mampu memanfaatkan teknologi digital dengan baik serta terus menerus meningkatkan kemampuan dalam implementasinya. Berbagai tantangan yang dihadapi di lingkungan global, regional dan nasional.

SDM Polri harus dikelola dan dikendalikan dengan baik serta mengacu pada arus pembinaan SDM Polri yang berkeunggulan. Meliputi prinsip integritas, proporsional, dan partnership.

Aplikasi E-Yankes SSDM Polri memberikan perhatian kepada seluruh personel dari segi pelayanan kesehatan. Aplikasi E-Yankes yang digunakan sebagai sarana konsultasi kesehatan bagi personel dalam memantau dan mencatat bagaimana kondisi dan data kesehatan personel, sehingga sistem perawatan personel Polri akan lebih maksimal.

Baca juga:  Nongkrong, Pelajar Bawa Sajam

E-Rekpro. Aplikasi ini dapat diakses oleh masyarakat luas untuk melakukan pendaftaran menjadi anggota Polri secara online. SSDM Polri proaktif mencari bibit-bibit unggul agar di masa depan SDM Polri semakin berkualitas. Dalam hal pengendalian personel agar dilakukan rekrutmen proaktif dengan cara affirmative action, reward, talent scouting guna menciptakan SDM yang berkualitas dan kompetitif.

Digitalisasi saat ini telah berkembang pesat. Polri terus melakukan inovasi-inovasi berbasis teknologi informasi agar dapat terus menerus meningkatkan kemampuan. Penerapan digitalisasi dalam pelayanan oleh Polri mampu mengubah pelayanan kepolisian yang selalu berinteraksi dengan masyarakat.

Upaya layanan publik oleh Polri dengan sistem digitalisasi untuk mempermudah, mempercepat, dan mengefisienkan pelayanan. Bukan untuk mengganti atau menghilangkan pekerjaan atau jabatan tertentu. Penerapan digitalisasi dalam pelayanan oleh Polri mampu mengubah pelayanan kepolisian yang selalu berinteraksi dengan masyarakat. (*/ida)

Nomor AK : 18.146

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya