alexametrics

UMKM Go Internasional, Why Not?

Oleh : Upik Nurlaena, S.Si, M.Si.

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Adanya pandemi covid-19 telah membuat tatanan kehidupan mengalami perubahan. Salah satunya adalah perubahan pola belanja. Seperti kita ketahui pada masa awal pandemi, masyarakat dituntut untuk tetap berada dirumah, menghindari kerumunan dan menjaga jarak.

Kegiatan belanja yang sebelumnya dilakukan secara konvensional melalui tatap muka telah bergeser menjadi online melalui e-commerce. Electronic commerce atau dikenal e-commerce merupakan aktifitas jual beli yang dilakukan melalui media elektronik.

Dalam e-commerce juga meliputi proses promosi, pembelian dan pemasaran produk yang dilakukan dengan media elektronik atau internet.

Perusahaan yang melakukan migrasi ke kanal daring tidak hanya perusahaan besar tetapi juga usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM).

Menurut data Asosiasi Ecommerce Indonesia (idEA), jumlah UMKM yang tergabung dalam marketplace hingga akhir Maret 2021 telah mencapai 4,8 juta. Angka ini mengalami kenaikan di mana pada akhir 2020 tercatat sebanyak 3,8 juta pelaku usaha.

Peluang ekspor juga terbuka luas lewat e-commerce. Jika sebelumnya kesempatan ekspor hanya dimiliki oleh perusahaan besar, melalui e-commerce UMKM juga memiliki peluang untuk menembus pasar manca negara.

Baca juga:  Komitmen Kuat, 65 Persen Portofolio Kredit BRI Implementasikan Prinsip ESG

Salah satu perusahaan e-commerce besar Indonesia adalah Shopee. Shopee meluncurkan program Shopee ekspor yang membantu memperluas pasar UMKM lokal hingga ke luar negeri.

Melalui jaringan e-commerce, UMKM lokal dapat menjual produknya melalui jaringan internasional Shopee.

Pemerintah Kota Surakarta atau yang lebih dikenal dengan nama Solo bersama dengan Shopee Indonesia menandatangani kesepakatan guna mengembangkan potensi dan mencetak UMKM yang siap menembus pasar ekspor.

Kerjasama menitikberatkan pada edukasi berkesinambungan, penyaluran pendanaan, pemasaran online, sistem pembayaran dan logistik hingga penjualan ekspor. Kerjasama diawali dengan rangkaian acara UMKM Solo Go Ekspor pada 23-24 April 2021. Menurut Direktur Eksekutif Shopee Handhika Jahja, UMKM Solo memiliki potensi di pasar ekspor.

Shopee mencatat ada 40.000 UMKM Solo yang terdaftar dan 5.000 di antaranya memiliki toko ekspor aktif. Untuk mendukung program UMKM Solo Go Ekspor, Shopee juga membangun tempat pelatihan atau Kampus Shopee. Solo menjadi percontohan pendidikan Ekspor UMKM pertama di Indonesia.

Baca juga:  Isra Mikraj, Tafsir Surah Al Isra Ayat 1

Terobosan yang dilakukan pemerintah kota Solo dengan Shopee membawa harapan besar bagi pelaku usaha UMKM Solo. Ada banyak produk unggulan UMKM solo yang memiliki peluang besar go internasional, diantaranya batik yang mencerminkan budaya lokal Indonesia. Para pelaku usaha UMKM Solo harus berbenah untuk bisa menembus pasar luar negeri. Diantaranya membuat desain produk yang sesuai dengan selera konsumen luar negeri.

Inovasi produk juga harus terus dikembangkan agar mampu bersaing di pasar manca negara. Selain itu pelaku usaha dituntut mampu menjaga kualitas produknya. Melalui e-commerce promosi produk dilakukan secara online, sehingga pelaku usaha juga dituntut menampilkan photo produk yang berkualitas agar konsumen percaya untuk membeli.

Pelaku usaha juga dituntut untuk mampu menjaga kredibilitas usahanya dengan menjamin kualitas produk yang ditawarkan secara online sama dengan yang diterima konsumen. Seperti yang kita ketahui dengan melakukan transaksi melalui marketplace konsumen dapat memberikan penilaian terhadap barang yang dibeli. Dan calon konsumen baru sebagian besar akan membaca review sebelumnya sebagai pertimbangan utama sebelum memutuskan membeli produk yang diinginkan.

Baca juga:  Korona dan Pendidikan Keluarga

Sehingga penilaian dan respon yang baik dari konsumen akan sangat berpengaruh terhadap penjualan dari sebuah produk. Pelaku usaha juga harus mampu meningkatkan kapasitas produksi sehingga siap memenuhi pesanan dengan cepat dengan kualitas yang terjaga.

Dengan semakin terbukanya akses dan edukasi yang diberikan bagi UMKM untuk dapat berjualan online bahkan mengekspor produknya, diharapkan mampu menumbuhkan optimisme dikalangan para pelaku usaha selama masa pandemi. Dan pada akhirnya akan semakin banyak pelaku usaha UMKM Solo yang bisa go internasional. (ss2/ton)

Statistisi Ahli Muda Badan Pusat Statistik Kota Surakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya