alexametrics

Sragen Terkontraksi – 1,81 persen di Masa Pandemi

Oleh: Indah Nurvitasari, SST

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, JUMAT, 5 Februari 2021, BPS Jawa Tengah telah merilis pertumbuhan ekonomi 2020. Tercatat ekonomi Jawa Tengah selama empat kuartal, hanya kuartal pertama masih bertahan di angka 2,60 persen, Sementara tiga kuartal lainnya mengalami kontraksi yang cukup dalam, sehingga mengakibatkan pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah secara kumulatif pada tahun 2020 berada pada angka minus 2,65 persen.

Meskipun di kuartal ketiga dan keempat 2020 diprediksi adanya pemulihan kinerja ekonomi di tengah ekonomi Jawa Tengah terus minus, Namun belum mampu menaikkan ekonomi Jawa Tengah menjadi positif kembali. Bahkan Kinerja perekonomian Jawa Tengah di tahun 2020 berada dibawah pertumbuhan ekonomi nasional yang sebesar -2,19% (yoy) dan kawasan Jawa (-2,60%; yoy).

Sama dengan kondisi pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah, Perekonomian Kabupaten Sragen tahun 2020 juga terkontraksi sebesar -1,81 persen. Pertumbuhan hanya terjadi pada beberapa sektor, Sedangkan sebagian besar sektor mengalami kontraksi selama pandemi covid-19. Jika dibandingkan dengan ekonomi Jawa Tengah, Sragen masih lebih baik pertumbuhannya, di atas angka Jawa Tengah maupun nasional. Artinya ekonomi Sragen masih lebih perkasa menahan dampak pandemi covid-19.
Jika dilihat dari struktur perekonomian Sragen dari sisi lapangan usaha maka tiga sumber tertinggi dari 17 sektor yang ada adalah sektor industri pengolahan, disusul sektor perdagangan dan pertanian. Ketiga sektor ini saja telah mampu memberi kontribusi sebesar 70,84 persen terhadap PDRB Sragen. Dari ketiga sektor tersebut industri pengolahan dengan perannya sebesar 37,70 persen, terbesar diantara dua yang lain yang jauh berada dibawah sektor industri pengolahan dengan masing-masing sebesar 18,05 persen dan 15,09 persen.

Baca juga:  Sustainability Mutu Pendidikan di Tengah Program Kartu Pra Kerja

Dari ketiga sektor andalan tersebut hanya sektor pertanian yang secara konsisten mampu tumbuh positif. Meskipun bergerak melambat tapi masih bisa tumbuh walau diterpa pandemi. Di samping pertanian sebenarnya masih ada sektor informasi dan komunikasi, sektor jasa kesehatan, sektor jasa keuangan dan sektor pertambangan yang mampu tumbuh positif. Namun beberapa sektor tersebut hanya merupakan sektor minoritas. Hal yang menarik di masa pandemi ini adalah adanya dua sektor minoritas namun mampu tumbuh pesat yaitu sektor informasi dan komunikasi dan jasa kesehatan.

Selama masa pandemi sektor informasi dan komunikasi mengalami pertumbuhan tertinggi sebesar 16,11 persen. Sektor selanjutnya yang tumbuh cukup pesat di 2020 adalah sektor Jasa Kesehatan sebesar 10,60 persen. Tidak dapat dipungkiri peran Jasa kesehatan di masa pandemi ini memang sangat dominan.

Baca juga:  Korona dan Pendidikan Keluarga

Dasyatnya dampak covid-19 selama 2020 dirasakan sektor yang mendominasi ekonomi Kabupaten Sragen yaitu sektor industri pengolahan. Sektor superior Kabupaten Sragen ini tidak mampu menahan dampak covid-19, sehingga terkontraksi sebesar-1,52 persen. Sektor yang memiliki peran 37,70 persen inilah yang menyumbang terbesar bagi penyebab terkontraksinya ekonomi Sragen. Selama pandemi covid-19 permintaan barang terus menurun, Sementara biaya produksi tetap, sehingga industri mengurangi produksi dan terjadi banyak PHK di beberapa pabrik yang ada di Sragen. Usaha Mikro Kecil (UMK) yang paling terdampak selama 2020.

Sektor minoritas yang paling syok dengan adanya covid-19 adalah sektor transportasi dan pergudangan. Sektor ini terkontraksi sebesar -26,39 persen di tahun 2020. Kebijakan pemerintah untuk menekan penyebaran Covid-19 berupa Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB), Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PKM), WFH dan SFH mendorong turunnya jumlah perjalanan baik transportasi umum maupun transportasi pribadi. Ramadan dan Hari Raya Idul Fitri yang biasanya memicu peningkatan aktivitas ekonomi, tahun 2020 tidak dapat mendorong ekonomi Sragen karena terbatasnya kegiatan mudik, sebagai dampak dari keluarnya Peraturan Menteri Perhubungan nomor 25 tahun 2020 tentang Pengendalian Transportasi Selama Musim Mudik Idul Fitri 1441 H dalam Rangka Pencegahan Penyebaran Covid-19. Dampak lanjut berkurang juga pendapatan dari jasa tol.

Baca juga:  Memperkuat Ketahanan Pangan di Masa Pandemi

Dengan terpuruknya ekonomi Sragen selama 2020, mendorong pihak pemerintah, pengusaha, dan masyarakat Sragen bersama-sama mengupayakan solusi extraordinary untuk segera memulihkan ekonomi kedepannya. Untuk mengembalikan situasi ekonomi Sragen kembali menjadi tumbuh lebih baik salah satunya adalah dengan menjadikan sektor– sektor penyumbang terbesar ekonomi Sragen untuk tetap mendapat perhatian.
Pada tahun 2020 ketiga sektor yang dominan menjadikan hampir 70 persen ekonomi Sragen ditentukan oleh perkembangan ketiganya. Maka menjaga ketiga sektor ini untuk tetap tumbuh bahkan dapat ditingkatkan akan menjadi jaminan bagi tumbuhnya ekonomi Sragen lebih baik. (*/zal)

Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Sragen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya