alexametrics

Soft Skill Kehumasan di Era Tanpa Batas

Oleh: Khusnul Khotimah, SH., M.PdI

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pola kerja humas di semua sektor sekarang ini serba berbasis virtual. Humas harus mengikuti perubahan agar dapat sesuai dengan keadaan dan kondisi yang terjadi. Soft skill bidang kehumasan sangat dituntut supaya tetap dapat mengikuti perkembangan yang serba virtual. Sebenarnya zaman terus berkembang walau tanpa pandemi. Penggunaan smartphone dan pemanfaatan platform-platform sangat membantu individu maupun lembaga dalam berbagai kepentingan maupun urusan.

Internet sudah menjadi candu bagi masyarakat dan situasi pandemi menjadi pendongkrak dan mempercepat perubahan untuk menjadi serba online. Transformasi yang begitu cepat karena pandemi ini tentu saja mengharuskan bidang kehumasan harus cepat beradaptasi. Hal ini bertujuan agar tugas Humas dalam membranding lembaga tempat bekerja berjalan dengan baik dan informasi, berita serta pesan yang dikemas sampai kepada masyarakat atau publik.

Dominasi media saat ini berada di tangan sosial media. Corong informasi sekarang yang dekat dengan masyarakat adalah sosial media seperti twitter, telegram, WhatsApp, facebook, youtube, instagram dan lain sebagainya. Humas di semua sektor harus mampu menyebarkan informasi melalui aneka sosial media tersebut. Selain itu humas juga harus mempunyai kompetensi dalam penguasaan berbagai platform yang mendukung program kerja lembaga.

Baca juga:  Humas dalam Membangun Karakter

Humas juga mengubah pola penyajian narasi dari kualitatif menjadi kuantitatif. Karena pesan-pesan yang disajikan di dunia maya sekarang tidak menarik bila dinarasikan dengan kualitatif. Publik lebih tertarik melihat data kuantitatif yang disajikan melalui infografis. Karena melalui infografis dinilai efektif dalam mengomunikasikan hal yang kompleks, karena 50% otak manusia berproses secara visual, mudah, dan cepat dicerna, storry telling dan interaktif serta meningkatkan komunikasi dua arah.

Di era tanpa batas seperti saat ini, perkembangan teknologi dan informasi yang cepat tidak dapat dihindari lagi. Terlebih situasi pandemi dan kehidupan normal baru mengharuskan aktivitas bidang kehumasan harus dekat dengan media daring. Pengaruh teknologi komunikasi terhadap humas menjadikan kegiatan kehumasan memiliki perspektif baru, sehingga memunculkan istilah cyber public relations, net public relations, dan nama lain dalam bentuk kegiatan atau bidang kajian humas dalam dunia cyber.

Humas dalam era tanpa batas ini dapat secara langsung menyampaikan informasi atau berita yang akan disampaikan kepada masyarakat atau publik. Keberadaan media internet bagi kehumasan harus dimanfaatkan seoptimal mungkin karena untuk menjangkau publik yang lebih luas. Selain melalui website, dalam menjalankan fungsinya humas juga dapat memanfaatkan media sosial yang saat ini menjadi trend di kalangan masyarakat, misalnya media sosial seperti blog, micro bloging, video/foto sharing dan lain sebagainya.

Baca juga:  Berlebih dalam Membayar Fidyah

Humas di era tanpa batas diharapkan dapat bekerja praktis, cepat, dan juga dinamis. Sehingga humas dapat memainkan peran yang lebih luas, selain sebagai sarana penyebaran informasi juga dapat dimanfaatkan untuk membentuk dan membangun citra yang positif bagi lembaga atau instansi. Humas juga harus mahir dalam merancang dan mengemas strategi komunikasi di masa pendemi. Informasi yang disampaikan oleh bidang kehumasan harus benar, akurat, berdasarkan data, menarik dan dapat dipertanggungjawabkan.

Soft skill bidang kehumasan di era tanpa batas diantaranya adaptability and flexibility, humas mudah beradaptasi dan fleksibel. Selain itu humas juga mempunyai kecakapan di bidang teknologi, tech savviness. Yang tidak kalah pentingnya adalah bidang kehumasan harus mempunyai daya kreativitas dan inovasi yang baik, creativity and innovation. Kemampuan humas dalam literasi data (data literacy) juga sangat mendukung humas dalam menjalankan tugas dan pekerjaannya sebagai realisasi program kerja kehumasan. Critical thinking (berpikir kritis) bagi humas juga sebagai salah satu keahlian yang mutlak dimiliki. Berpikir kritis harus terus diasah dengan cara membangun kemampuan nalar, memprediksi dan mengevaluasi sehingga humas dapat terus menjaga kepercayaan masyarakat. Digital skills (keterampilan digital), humas harus memiliki kecakapan teknologi, mampu menggunakan berbagai teknologi baru dan berupaya memanfaatkan keberadaan teknologi tadi untuk mendukung agar kerja makin efektif,

Baca juga:  Pandemi Covid-19 sebagai Alat Uji Mutu Pendidikan Berbasis 4.0

Soft skill bidang kehumasan memungkinkan humas untuk dapat memberikan respons yang cepat dan tepat terhadap peristiwa yang mungkin terjadi. Hal ini akan sangat dibutuhkan oleh humas dalam melaksanakan tugas dan tanggung jawabnya dalam memberikan layanan terbaik bagi masyarakat dengan memiliki fleksibilitas, kreativitas, ketajaman berpikir, dan semangat kolaboratif. Dengan penguasaan soft skill humas akan tetap exis dimanapun dan kapanpun berada dan dalam era apapun. (*)

Humas Kementerian Agama Salatiga.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya