alexametrics

Pemberdayaan PD Nasyiatul Aisyiyah Kota Magelang sebagai Kader Trainer Parenting oleh LPPM UAD

Oleh : Dr. Riana Mashar, M.Si.,Psikolog

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Peran kader PDNA (Pimpinan Daerah Nasyiatul Aisyiyah) sebagai penggerak dalam memotivasi, mendampingi, dan memberi solusi ketahanan keluarga di masa pandemi Covid-19 sangat dibutuhkan. Saat ini pemerintah daerah berupaya meningkatkan ketahanan keluarga melalui pemberian bantuan tunai berupa uang.

Bantuan finansial tanpa pendampingan terhadap penguatan fungsi keluarga dari berbagai aspek, tidak mampu menekan angka perceraian di Kota Magelang yang meningkat 18 persen pada 2020 (Bisma Islam, Depag Kota Magelang).

LPPM Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta melalui program pengabdian kepada masyarakat yang dilaksanakan oleh para dosen berupaya untuk mengatasi permasalahan tersebut dengan mengusung kegiatan “Pemberdayaan Pengurus PDNA sebagai Kader Parenting Ibu Bakoh Anak Kokoh”.

Kegiatan untuk menguatkan kompetensi para pengurus dalam tiga keterampilan. Yakni pengasuhan islami, pengasuhan berbasis perkembangan anak, dan keterampilan sebagai trainer parenting yang menguasai kemampuan teknologi digital agar dapat mendampingi keluarga melalui program smart parenting berbasis media sosial, komunikasi, dan peningkatan kemampuan pengurus dalam merancang modul pelatihan parenting bagi masyarakat. Peran orang tua dalam keluarga merupakan faktor penentu dalam membangun kebahagiaan dan kesuksesan anggotanya. Terdapat beberapa faktor yang menyebabkan orang tua tidak optimal dalam menjalankan peran pengasuhannya. Yakni faktor ekonomi, kesehatan, konflik dalam pernikahan, serta pemahaman terhadap pola pengasuhan.

Baca juga:  Dukung Kesetaraan Gender, BRI Raih Penghargaan UN Women 2021

Maka, perlu penguatan keterampilan pengasuhan bagi orang tua terutama di masa pandemi. Tantangan yang dihadapi orang tua di masa pandemi, penyakit-penyakit sosial yang semakin meningkat di sekitar anak. Tantangan teknologi, ketidaksiapan orang tua berperan sebagai pendidik dan pengasuh, pengelolaan ekonomi. Masih belum optimalnya penanganan pendidikan keluarga di masyarakat.

Banyak orang tua yang mengalami kegelisahan karena mengalami kendala dalam pendampingan anak selama berada di rumah. Peran ganda sebagai pekerja sekaligus guru bagi anak-anak selama BDR menimbulkan beragam masalah pengasuhan. Karena bekal keterampilan pengasuhan orang tua yang terbatas. Jika hal tersebut tidak segera mendapat penangan yang tepat, ermasalahan akan melebar dan berdampak negatif baik dalam hubungan suami istri maupun dalam pemberian perlakuan kepada anak.
Program pelatihan ditujukan kepada para PDNA. Diharapkan dapat memberi kontribusi terhadap permasalahan umat saat ini. Peran kader yang langsung terjun ke masyarakat diharapkan dapat menguatkan sendi-sendi ketahanan keluarga. Sehingga dapat meminimalisasi beragam dampak negatif pandemi dalam pengasuhan.

Baca juga:  Potensi Kopi Lokal Temanggung sebagai Inovasi Terapi Herbal

Pelatihan ini dilakukan melalui pendekatan blended learning. Pelatihan dilakukan secara daring dan luring yang melibatkan seluruh pengurus PDNA Kota Magelang dan eks Karesidenan Kedu. Pelaksanaan daring fokus pada pembekalan pemahaman pengurus mengenai prinsip-prinsip pengasuhan dalam Islam. Disampaikan oleh Dwi Hastuti, M.Pdi, sekretaris Prodi PG PAUD FKIP UAD. Sedangkan konsep pengasuhan berbasis perkembangan anak, serta pengembangan komunikasi efektif dalam keluarga disampaikan oleh Dr. Riana Mashar, M.Si.,Psikolog.

Materi pelatihan yang disampaikan secara luring fokus meningkatkan keterampilan pengurus sebagai kader parenting. Baik keterampilan berkomunikasi di depan umum, merancang pelatihan parenting sesuai kebutuhan masyarakat, maupun peningkatan keterampilan pengurus dalam memanfaatkan gadget sebagai media psikoedukasi bagi penguatan ketahanan keluarga. Pelatihan diselenggarakan dua pekan sejak 5 Juni 2021. Diharapkan dapat memberi kontribusi bagi penguatan ketahanan keluarga bagi para anggota Nasyiatul Aisyiyah maupun masyarakat umumnya. (*/bis/lis)

Baca juga:  Heni Indrayani, Inginkan PR yang Adaptif

Dosen Prodi PG PAUD FKIP UAD Yogyakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya