alexametrics

Dampak Covid-19, Angka Kemiskinan Sragen Melonjak 119,380 Ribu

Oleh: Indah Nurvitasari, SST

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat angka kemiskinan Kabupaten Sragen per Maret 2020 mengalami kenaikan 5,55 ribu orang dibandingkan 2019. Dengan demikian jumlah penduduk miskin di Kabupaten Sragen saat ini sebanyak 119,38 ribu orang. Peningkatan ini cukup besar bila dibandingkan dengan peningkatan terakhir yang pernah terjadi di tahun 2011. Pada saat itu angka kemiskinan bertambah sebesar 4,50 ribu dibandingkan dengan kondisi tahun 2010.

Peningkatan jumlah penduduk miskin yang cukup besar ini tidak lain disebabkan oleh ada Pandemi Covid-19 selama setahun terakhir. Dengan adanya kebijakan pembatasan sosial berskala besar (PSBB) untuk mencegah penyebaran virus corona (Covid-19), aktivitas perekonomian menjadi terganggu. Dampaknya, pendapatan penduduk pun menjadi turun. Merosotnya daya beli masyarakat dan dunia, membuat kelangsungan dunia usaha dan industri juga ikut terpukul. Berdasarkan data PDRB Kabupaten Sragen 2020, sektor industri mengalami kontraksi sebesar -1,52 persen. Imbasnya, ribuan pekerja atau buruh di perusahaan di Sragen terpaksa harus menganggur karena diberhentikan atau dirumahkan dari pabriknya.

Baca juga:  Semua Pihak Wajib Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual

Sebagai kabupaten yang 37 persen perekonomiannya dominan ditopang oleh sektor industri pengolahan, sebagian besar tenaga kerja ikut terkena dampak adanya pandemi covid-19. Ribuan karyawan pabrik yang ada Sragen terpaksa di-PHK. Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional 2020 (SAKERNAS 2020), selama setahun terakhir pengangguran di Sragen meningkat sebesar 1,43 poin dari 3,32 persen di Agustus 2019 menjadi 4,75 di Agustus 2020.

Secara persentase, penduduk miskin pada Maret 2020 tercatat sebesar 13,38 persen meningkat 0,59 poin persentase terhadap Maret 2019. Bila dibandingkan Kabupaten/kota se- SUBOSUKAWONOSRATEN (Surakarta, Boyolali, Sukoharjo, Karanganyar, Wonogiri, Sragen, dan Klaten), persentase penduduk miskin di Kabupaten Sragen menempati peringkat pertama teratas. Hal ini merupakan kenyataan yang kurang mengenakan bagi penduduk kabupaten Sragen. Terlebih lagi bagi Bupati Bupati Sragen Kusdinar Untung Yuni Sukowati yang telah menargetkan angka kemiskinan turun 2 persen (tribunjateng.com 21 Februari 2020).

Perhitungan angka kemiskinan yang digunakan BPS pada Maret 2020 menggunakan garis kemiskinan per kapita per bulan. Pada Maret 2020 garis kemiskinan Kabupaten Sragen sebesar Rp 348.890,- per kapita per bulan, sedangkan Maret 2019 garis kemiskinan Kabupaten Sragen sebesar Rp 335.334,- per kapita per bulan. Apabila dibandingkan dengan Maret 2019, maka garis kemiskinan di Kabupaten Sragen naik sebesar 4,043 persen.

Baca juga:  Asah Nalar Statistik dengan RME Berbasis IT

Sementara itu indikator lain yang menggambarkan kemiskinan adalah Indeks Kedalaman kemiskinan dan Indeks Keparahan kemiskinan. Indeks kedalaman kemiskinan yang menggambarkan jarak rata-rata pengeluaran penduduk miskin terhadap garis kemiskinan mengalami penurunan dari 2,308 menjadi 2,175 poin. Indeks keparahan kemiskinan yang mengukur ketimpangan pengeluaran antara penduduk miskin juga menurun. Dari 0,587 poin menjadi 0,526 poin. Penurunan nilai kedua indeks ini mengindikasikan bahwa rata-rata pengeluaran penduduk miskin cenderung semakin mendekati garis kemiskinan dan tingkat ketimpangan pengeluaran penduduk miskin semakin berkurang.

Pandemi yang sudah berlangsung selama setahun ini dan belum menunjukkan tanda-tanda akan berakhir akan berdampak pada berbagai sektor kehidupan terutama sektor perekonomian. Masyarakat menghadapi masa masa sulit dan harus berusaha lebih keras untuk bisa bertahan hidup. Naiknya angka kemiskinan tentunya menjadi PR tersendiri bagi pemerintah Kabupaten Sragen. Oleh karena itu perlu upaya yang extraordinary untuk mengentaskan kemiskinan di Era Pandemi Covid-19. Perlu usaha yang terpadu dan tepat sasaran dari kolaborasi baik pemerintah, dunia usaha maupun masyarakat Kabupaten Sragen.

Baca juga:  Ekonomi Jawa Tengah di Masa Pandemi

Selain fokus pada program pengendalian penyebaran Covid-19, program yang tidak kalah penting adalah program pemberdayaan ekonomi untuk menyasar usaha usaha mikro kecil menengah yang paling terdampak Covid-19 dan juga program penyediaan lapangan pekerjaan yang bersifat padat karya untuk membuka lapangan kerja bagi keluarga miskin atau kurang mampu yang mengalami kehilangan penghasilan atau pekerjaan tetap. Jika ini terjadi maka pencapaian target kemiskinan turun 2 persen akan bisa terwujud. (pg1/aro)

Statistisi Ahli Pertama BPS Kabupaten Sragen

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya