alexametrics

Religious Value Co-Creation, Upaya Penguatan Industri Asuransi Syariah

Oleh: Dr. Ken Sudarti, SE, MSi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, ASURANSI Syariah merupakan salah satu bagian dari Industri Keuangan NonBank (IKNB) yang saat ini mengalami pertumbuhan paling cepat diantara jenis perusahaan lainnya dalam lingkup IKNB seperti Perusahaan Pembiayaan, Dana Pensiun, Lembaga Keuangan Mikro Syariah dan Lembaga Jasa Keuangan Syariah Khusus. Total aset, investasi, dan kontribusi bruto asuransi syariah juga terus mengalami peningkatan dalam lima tahun terakhir. Hal ini menandakan asuransi syariah memiliki potensi untuk terus tumbuh secara positif (OJK, 2019). Oleh karena itu, performa asuransi syariah perlu dioptimalkan lagi sebagai upaya penguatan ekosistem halal di Indonesia.

Berbicara tentang kinerja perusahaan asuransi tidak dapat dipisahkan dari kinerja salesmannya. Sebagai karyawan garda depan yang harus berhadapan langsung dengan nasabah, salesman memiliki posisi strategis dalam menjalin kedekatan dengan nasabah. Kedekatan salesman dan nasabah akan menciptakan keinginan untuk menjalin hubungan berkelanjutan. Kedekatan keduanya dapat terjalin melalui kreasi nilai bersama (value co-creation).

Konsep value creation pada awalnya hanya dilihat dari perspektif perusahaan, namun kemudian berkembang menjadi value co-creation, yang diartikan sebagai interaksi berkelanjutan antara dua pihak atau lebih dalam membangun pengalaman layanan yang dipersonalisasi. Dalam konteks asuransi Syariah, aktivitas value co-creation menganggap nasabah sebagai sumber daya aktif yang dapat berkontribusi dan menghasilkan nilai dengan mengambil peran sebagai co-provider

Baca juga:  Tantangan Kuliah di Program Studi PAI

Konsep value co-creation dianggap sebagai salah satu faktor paling signifikan untuk kesuksesan perusahaan. dan telah diyakini sebagai sumber penting keunggulan kompetitif. Alasannya, dalam kondisi pasar yang semakin jenuh dan sumberdaya yang terbatas, perusahaan seharusnya tidak lagi fokus pada optimalisasi sumberdaya internal, namun harus mampu menggali sumberdaya eksternal termasuk melibatkan nasabah dalam kreasi nilai bersama. Kolaborasi antara sumberdaya internal dan eksternal menghasilkan kreasi nilai yang optimal.

Aktivitas value co-creation bermanfaat bagi tiga pihak sekaligus, yaitu: perusahaan, salesman dan nasabah. Jika dilihat dari perspektif nasabah, keterlibatan selama proses value co-creation, menyebabkan kebutuhan mereka terpenuhi selama proses partisipasi mereka. Individu bersedia berpartisipasi dalam sebuah hubungan karena adanya persepsi nilai. Keterlibatan nasabah dalam value co-creation menjadi pengalaman dan basis penciptaan nilai bersama berikutnya. Jika dilihat dari sisi salesman, melalui value co-creation, mereka akan lebih mampu memahami aspirasi, keinginan, motivasi dan perilaku nasabah serta menciptakan hubungan pertukaran yang menyenangkan. Dilihat dari perspektif perusahaan, value co-creation dapat mengurangi ketidakpastian dan menghilangkan sumber risiko lingkungan.

Baca juga:  Bulan Ramadan Pendorong Perilaku Ibadah

Menurut para ahli, terdapat lima macam value yang dapat dikreasikan, yaitu: functional values (utilitas yang diperoleh dan dirasakan yang berhubugan dengan kinerja fungsional); emotional values (utilitas yang diperoleh dan dirasakan yang berhubungan dengan perasaan); social values (utilitas yang diperoleh dan dirasakan ketika individu berinteraksi dengan satu atau lebih kelompok social); conditional values (utilitas yang diperoleh dan dirasakan dari serangkaian kondisi ketika dihadapkan pada berbagai pilihan), dan episthemic values (utilitas yang diperoleh dan dirasakan karena rasa keingintahuannya terpenuhi).

Lima nilai yang dikreasikan harus mengandung unsur: kebermaknaan, kerja sama, kontribusi, pengakuan dan respon afektif. Dan agar aktivitas kreasi nilai bersama berjalan efektif, maka harus ada proses: pencarian informasi, berbagi informasi, tanggung jawab perilaku, interaksi personal, umpan balik, advokasi dan membantu.

Baca juga:  Pemanfaatan Daun Kering sebagai Pengembang Seni Kolase

Berdasarkan beberapa kajian literatur disimpulkan bahwa value co-creation yang telah dikemukakan para ahli sebelumnya belum menginternalisasikan nilai religi. Dimensi ini menjadi sangat penting ketika sebuah organisasi menawarkan produk berbasis nilai-nilai religi seperti asuransi Syariah. Aspek religi perlu dipertimbangkan dalam kreasi nilai bersama karena komitmen beragama mempengaruhi orientasi nasabah mengenai pola konsumsi dan perilaku sosial mereka.

Konsep Religious Value Co-Creation adalah konsep yang unik karena mengandung dimensi material spiritual dan duniawi ukhrawi, sehingga mampu menebarkan manfaat yang lebih luas, baik bagi nasabah, karyawan maupun organisasi. Keunikan ini diyakini mampu mendatangkan diferensiasi yang kokoh melalui superioritas value yang sudah menyentuh level non-transactional motive. Untuk organisasi yang menawarkan produk dengan basis religi seperti asuransi syariah, diferensiasi ini mendesak untuk diciptakan. Jika tidak, maka kata-kata ‘syariah’ hanya pada tataran ‘labeling’ saja. Nasabah tidak menemukan perbedaan yang bermakna dibandingkan dengan asuransi konvensional. Dampak selanjutnya, perusahaan asuransi Syariah akan mati suri dan tenggelam dalam dunia persaingan. (*/zal)

Dosen FE Unissula Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya