alexametrics

Manajemen Strategik, Perlukah bagi Lembaga PAUD?

Oleh: Himmah Taulany

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Pertanyaan seperti judul artikel ini terlintas saat penulis mengikuti kuliah Manajemen Strategik via online saat pandemi Covid-19 yang memaksa perkuliahan sementara ini tanpa tatap muka langsung. Sepenting itukah manajemen strategik untuk pengembangan sebuah organisasi? Semakin didalami, ternyata semakin terlihat bahwa semua organisasi termasuk lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) sudah seharusnya menerapkan manajemen strategik ini.

Pengertian manajemen strategis menurut Fred R. David dan Forest R. David (2011) dalam bukunya yang berjudul Strategic Management: Concepts and Cases adalah seni dan ilmu dalam merumuskan, menerapkan, dan mengevaluasi keputusan lintas fungsi yang memungkinkan organisasi mencapai tujuannya. Proses manajemen strategis terdiri dari tiga tahapan, yaitu, memformulasikan strategi, mengimplementasikan strategi dan mengevaluasi strategi.

Baca juga:  Manajemen Kepala Sekolah dengan Pembelajaran AKIK di Masa Pandemi

Tahap memformulasikan strategi antara lain menetapkan visi dan misi lembaga PAUD sesuai dengan harapan dan cita-cita pendiri lembaga PAUD beserta seluruh stakeholder. Mengidentifikasi peluang dan tantangan yang dihadapi lembaga dari sudut pandang eksternal, menetapkan kelemahan dan keunggulan yang dimiliki lembaga dari sudut pandang internal. Menyusun rencana jangka panjang, membuat strategi-strategi alternatif dan memilih strategi tertentu yang akan dicapai. Keunggulan dan potensi budaya lokal yang dimiliki oleh lembaga juga perlu mendapat perhatian dan menjadi karakteristik yang perlu dilestarikan.

Tahap mengimplementasikan strategi memerlukan suatu keputusan dari pihak yang berwenang seperti kepala PAUD dalam mengambil keputusan untuk menetapkan tujuan tahunan, membuat kebijakan, memotivasi semua pendidik dan tenaga kependidikan di lembaga PAUD. Dan mengalokasikan sumber daya yang dimiliki sehingga strategi yang sudah diformulasikan dapat dilaksanakan. Pada tahap ini dilakukan pengembangan strategi pendukung budaya, merencanakan struktur lembaga yang efektif, mengatur ulang usaha pemasaran yang dilakukan, mempersiapkan budget. Mengembangkan dan utilisasi sistem informasi serta menghubungkan kompensasi pendidik dan tenaga kependidikan terhadap kinerja lembaga.

Baca juga:  Pemanfaatan Bonus Demografi untuk Mencegah Kenaikan Inflasi

Mengimplementasikan strategi sering disebut sebagai action stage dari manajemen strategis. Pengimplementasian strategi memiliki maksud memobilisasi para pendidik dan tenaga kependidikan untuk menerjemahkan strategi yang sudah diformulasikan menjadi aksi.

Tahap mengevaluasi strategi adalah tahap terakhir dalam manajemen strategis. Kepala PAUD perlu mengetahui apakah semua strategi yang sudah diformulasikan dapat berjalan dengan baik. Evaluasi strategi memiliki tiga aktifitas yang fundamental, yaitu mereview faktor-faktor internal dan eksternal yang menjadi dasar untuk strategi saat ini, mengukur performa dan mengambil langkah korektif. Langkah-langkah perbaikan ini perlu diambil agar ke depan pengembangan lembaga dapat berlangsung secara terus menerus dan berkesinambungan.
Dengan melakukan semua tahapan dalam manajemen strategik, lembaga PAUD dapat semakin mengembangkan lembaganya. Keberhasilan lembaga tentu saja berdampak pula pada peningkatan mutu pendidikan anak usia dini secara lebih luas. (ti1/lis)

Baca juga:  Menyenangkan Bermain Game Sambil Belajar Manajemen

Dosen Prodi PGPAUD Universitas Ngudi Waluyo Semarang, Mahasiswa S3 Manajemen Kependidikan Pascasarjana UNNES

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya