alexametrics

Pemanfaatan Teknologi Tepat Guna Sederhana untuk Pembuatan Bahan Dasar Biobriket dan Asap Cair dari Limbah Organik

Artikel Lain

Oleh: Khusna Widyahrini

RADARSEMARANG.ID – Kajian tentang energi terbarukan terus menjadi trend seiring dengan peningkatan aktivitas manusia baik produksi maupun konsumsi.  Limbah menjadi trending topic objek kajian energi dikala penelitian tentang penemuan energi terbarukan.  Melimpahnya limbah organik hasil pertanian menjadi problem yang serius apabila disertai dengan kurangnya pengetahuan masyarakat tentang bagaimana cara pengelolaannya.  Dalam menangani masalah tersebut, desain teknologi tepat guna (TTG) sederhana yang dapat digunakan untuk mengolah limbah organik menjadi biobriket sebagai potensi energi terbarukan.

Pembuatan dan pengaplikasian TTG Sederhana ini bertujuan untuk membuat TTG dari bahan baku sederhana untuk biobriket, sehingga dapat dimanfaatkan oleh warga secara mudah dan mandiri.  Selain itu, aplikasi TTG sederhana dapat digunakan untuk mendukung kemandirian energi terbarukan dalam kehidupan sehari-hari.  Alat TTG bekerja menggunakan prinsip dasar penyulingan.  Pemanasan dapat digunakan menggunakan gas LPJ ataupun kayu bakar, sehingga alat ini bersifat fleksibel.

Baca juga:  Teaching Factory Implementasi Kerjasama Sekolah Mitra dengan Prodi Teknik Informatika UNW

Dibuat dengan bahan yang sederhana dan ekonomis berupa kaleng, pipa, selang, konektor, dan pemanas.  Selain menghasilkan produk untuk briket, proses pirolisis juga menghasilkan asap cair yang sudah diketahui memiliki potensi sebagai pestisida.  Sehingga, TTG ini memiliki potensi ganda yaitu mengolah limbah organik sekaligus memanfaatkan hasil samping reaksinya.

Alat TTG Sederhana ini mudah untuk dibuat dan digunakan, sehingga bisa menjadi peluang industri yang menjanjikan dalam rangka menyejahterakan rakyat. Berdasarkan survei yang kami lakukan, sebanyak 40 responden berasumsi bahwa TTG sederhana ini harus terus dilaksanakan.  Sosialisasi kepada masyarakat luas mengenai manfaat TTG sederhana ini juga harus dilakukan, mengingat terdapat 16 dari total 40 responden belum mengetahui dan bahkan tidak mengetahui apapun perihal TTG Sederhana ini.  (*/zal)

Baca juga:  Taryaedu, Platform Konsultasi Pendidikan

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya