alexametrics

Silturshop Tingkatkan Kreativitas dan Produktivitas Guru

Oleh : Dr Barokah Isdaryanti S.Pd M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PEMBELAJARAN nilai, karakter dan perilaku di sekolah ataupun pengasuhan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dalam situasi pandemi Covid-19 harus menjaga jarak antarindividu pembelajar baik guru, peserta didik, dan pengasuh. Maka diperlukan motivasi yang tepat untuk guru ataupun pengasuh, agar selalu kreatif dan produktif. Mengingat pembelajaran secara langsung dibatasi. Disarankan pembelajaran jarak jauh (PJJ) yaitu pembelajaran dari rumah.

PAUD merupakan upaya pembinaan yang ditujukan kepada anak sejak lahir sampai usia 6 tahun.

Ini dilakukan melalui pemberian rangsangan pendidikan untuk membantu pertumbuhan dan perkembangan jasmani dan rohani agar anak memiliki kesiapan dalam memasuki pendidikan lebih lanjut. Penyediaan layanan PAUD secara universal untuk semua anak usia dini yaitu sejak lahir sampai berusia enam tahun agar memiliki akses terhadap perkembangan dan pengasuhan anak usia dini, pendidikan prasekolah dasar yang berkualitas sebagai persiapan menempuh pendidikan dasar.

Baca juga:  Menciptakan Budaya Organisasi yang Positif dan Islami di Era Teknologi

Masalah yang dihadapi dalam dunia PAUD Sekar Nagari DWP Unnes, yaitu, bagaimana meningkatkan kreativitas dan produktivitas pada guru–guru dan pengasuh di masa pandemi Covid-19? Kreativitas yang dimaksud disini adalah strategi apa yang dilakukan guru untuk menyampaikan pembelajaran kepada peserta didik. Sedangkan produktivitas adalah apa yang dilakukan guru untuk membuat media/konten pembelajaran di masa pandemi.

Masalah utama yang dihadapi adalah strategi pembelajaran di masa pandemi. Ada permintaan orang tua peserta didik untuk kunjungan ke rumah peserta didik. Padahal pemerintah masih belum mengizinkan pembelajaran bagi AUD secara luring, sehingga diperlukan kreativitas mencipta media komunikasi kepada peserta didik yang masih dominan didampingi orang tua. Keberhasilan pembelajaran akan tergantung pada beberapa faktor di antaranya sumber daya manusia yang ikut andil dalam kegiatan pembelajaran tersebut, yaitu guru, pengasuh, ataupun orang tua. Demikian juga yang terjadi di PAUD Sekar Negari DWP Unnes.

Baca juga:  Pertanian Jawa Tengah Tetap Tegar di Masa Pandemi

Silturshop atau silaturohmi workshop menjadi pilihan yang menarik untuk memberikan motivasi dalam peningkatan kreativitas dan produktivitas guru dan pengasuh. Silaturrohmi dalam bentuk kunjungan yang dikemas dengan pemberian materi dalam workshop menjadi pilihan. Metode ini dapat meningkatkan kreativitas dan produktivitas guru dan pengasuh di masa pandemi Covid-19. Bahkan, menumbuhkan guru untuk meningkatkan kompetensinya. Manfaat yang dapat diambil adalah menambah wawasan dan memotivasi guru sehingga terampil membuat variasi strategi dan media pembelajaran.

Pelaksanaan kegiatan diikuti oleh guru PAUD Sekar Nagari DWP Unnes berjumlah empat guru, beserta satu pengasuh serta pengelola. Menurut survei melalui google form, 100 persen guru belum pernah mengikuti. Para guru sangat antusias mengikuti kegiatan pelatihan. Kehadiran peserta sangat baik, sehingga dapat disimpulkan bahwa minat guru dan pengasuh sangat besar.

Baca juga:  Doktrinasi Pancasila di Perguruan Tinggi yang Sia-Sia

Hasil survei setelah kegiatan menunjukkan bahwa terjadi peningkatan motivasi, kreativitas dan produktivitas di dalam diri, baik sebagai individu maupun sebagai pengasuh ataupun guru. Jumlah variasi dan kemampuan guru membuat strategi, media pembelajaran, serta motivasi guru meningkat. Guru memiliki visi misi sesuai perannya, baik sebagai individu, guru, pengasuh, istri, ibu, ataupun mahasiswa. Demikian juga pengasuh, walaupun di masa pandemi, peserta didik tetap rajin dan termotivasi lebih baik kinerjanya dengan tetap melakukan piket di hari yang ditentukan. (fbs1/ida)

Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya