alexametrics

Bapas Klaten sebagai UPT Baru di Kemenkumham Jawa Tengah

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Bapas Klaten berdiri berdasarkan Keputusan Menteri Hukum dan Hak Asasi Manusia Republik Indonesia Nomor: M.HH-05.OT.01.03 Tahun 2018 Tentang Pembentukan Balai Pemasyarakatan Kelas I Tangerang dan Balai Pemasyarakatan Kelas II Klaten, pada tanggal 10 April 2018.

Wilayah kerja Bapas Kelas II Klaten meliputi Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo dan Kabupaten Wonogiri, yang merupakan pembentukan baru dari pembagian wilayah kerja Bapas Kelas II Surakarta. Secara administratif Bapas Klaten sudah berjalan sejak dikeluarkannya Keputusan Menkumham tersebut, namun secara teknis baru beroperasi pada tanggal 10 Juni 2019 setelah ada mutasi pejabat fungsional pembimbing kemasyarakatan dari beberapa Bapas di sekitar wilayah kerja Bapas Klaten. Wilayah kerja Bapas Kelas II Klaten adalah Kabupaten Klaten, Kabupaten Sukoharjo, Kabupaten Wonogiri.

Visinya terwujudnya pembimbing kemasyarakatan yang profesional, handal dan tanggung jawab untuk mewujudkan pulihnya kesatuan hubungan hidup, penghidupan dan kehidupan klien pemasyarakatan sebagai individu, anggota masyarakat dan makhluk Tuhan YME.

Baca juga:  Tahun Baru dan Momentum Akuntansi Keluarga

Misi mewujudkan litmas yang objektif, akurat dan tepat waktu, melaksanakan program pembimbingan secara berdaya guna, tepat sasaran dan memiliki prospek ke depan. Mewujudkan pembimbingan klien pemasyarakatan dalam rangka penegakan hukum, pencegahan dan penanggulangan kejahatan, serta pemajuan dan perlindungan HAM. Pendampingan anak yang berhadapan dengan hukum.

Tugas pokok dari Bapas Kelas II Klaten antara lain menyelenggarakan litmas, membimbing, membantu dan mengawasi klien yang memperoleh asimilasi ataupun integrasi sosial (pembinaan luar lembaga). Baik cuti mengunjungi keluarga, pembebasan bersyarat dan cuti menjelang bebas. Membimbing, membantu dan mengawasi anak nakal yang berdasarkan putusan pengadilan dijatuhi pidana bersyarat, pidana pengawasan, pidana denda, diserahkan kepada negara dan harus mengikuti wajib latihan kerja atau anak yang memperoleh asimilasi, cuti mengunjungi keluarga.

Baca juga:  Tangani Pidana Anak, Prioritaskan Diversi

Pembebasan bersyarat, maupun cuti menjelang bebas dari lembaga pemasyarakatan. Mengadakan sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan (TPP) dan mengikuti sidang Tim Pengamat Pemasyarakatan di Lapas/ Rutan, guna penentuan program pembinaan dan pembimbingan warga binaan pemasyarakatan. Membuat laporan dan dokumentasi secara berkala kepada pejabat atasan dan kepada instansi atau pihak yang berkepentingan.

Meminimalkan penjatuhan pidana pada anak dengan jalan menyarankan dalam penelitian kemasyarakatan, baik kepada penyidik, penuntut umum maupun hakim.
Selain itu Bapas juga menjalankan fungsinya dalam hal pembimbingan dan pengawasan bagi klien pemasyarakatan yang sedang menjalani pembebasan bersyarat (PB), cuti bersyarat (CB), cuti menjelang bebas (CMB), asimilasi, pidana bersyarat, dan pembimbingan lainnya.

Baca juga:  Bapas Kelas I Semarang Upayakan Diversi Kasus ABH

Pembuatan penelitian kemasyarakatan (Litmas) untuk sidang pengadilan anak, pengusulan pembebasan bersyarat, pengusulan cuti menjelang bebas, cuti mengunjungi keluarga, asimilasi dan lain-lain. Pendampingan untuk anak yang berhadapan dengan hukum pada setiap tingkatan pemeriksaan.

Dalam melaksanakan tugas dan fungsinya Bapas Kelas II Klaten mempunyai Motto KEREN yang merupakan Kepanjangan dari Komunikatif, Edukatif dan REspoNsif. Makna dari kata komunikatif : Bapas Klaten senantiasa menjalin komunikasi aktif dengan berbagai elemen. Edukatif: Bapas Klaten menjadi tempat untuk menimba ilmu dan pengalaman bagi pegawai, klien dan masyarakat sekitar.

Responsif : Bapas Klaten senantiasa peka terhadap permasalahan yang ada baik internal maupun eksternal. (dj1/lis)

Pembimbing Kemasyarakatan Muda di Bapas Kelas II Klaten

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya