alexametrics

Rumah Sehat Anti Stunting (RS AS): Solusi Cerdas Tingkatkan Kesehatan Ibu dan Anak

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – Rumah sehat anti stunting (RS AS) merupakan tempat yang menyediakan jasa layanan kesehatan untuk ibu dan anak. Fokus layanan ditujukan untuk meningkatkan status gizi sehingga dapat mencegah risiko stunting sejak dini pada 1000 hari pertama kehidupan (HPK), terhitung mulai 0 hari kehamilan sampai anak usia 2 tahun. “Apa yang dimaksud dengan STUNTING?”. Stunting atau kerdil, yaitu kondisi anak di bawah usia 2 tahun memiliki tubuh tumbuh pendek dibandingkan dengan anak lain seusianya atau bisa juga dikatakan tinggi badan anak di bawah standar. Data Pusat Penelitian Badan Keahlian DPR RI (2019) menunjukkan bahwa Indonesia menduduki negara ketiga dengan prevalensi stunting tertinggi di South-East Asian Region setelah Timor Leste dan India. Meskipun persentase stunting di Indonesia turun dari 37,8 persen di tahun 2013 menjadi 27,67 persen di tahun 2019, namun angka ini masih tergolong tinggi. Angka prevalensi stunting di Indonesia masih di atas 20 persen artinya belum mencapai target Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO yang di bawah 20 persen.

Baca juga:  Ralat dan Permohonan Maaf

Banyaknya masyarakat yang menganggap bahwa stunting merupakan keturunan dan tidak merasa ada yang salah, semakin menambah jumlah kejadian dan memperparah kondisi stunting yang dialami. Selain itu, masyarakat juga tidak menyadari dampak buruk dari kondisi stunting ini. Anak yang stunting, tidak hanya memiliki tubuh pendek dibanding anak seusianya atau standar normal tinggi badan, namun juga mengakibatkan terhambatnya perkembangan anak, terutama penurunan kecerdasan.

Stunting terjadi karena kurangnya asupan gizi terutama protein pada 1000 HPK, yaitu pada anak dimulai sejak berada di kandungan sampai usia 2 tahun. Stunting pada anak juga dapat disebabkan oleh masalah pada saat kehamilan, melahirkan, menyusui, dan atau setelahnya, seperti pemberian MPASI yang tidak tepat dan tidak mencukupi kebutuhan asupan nutrisi. Selain itu, kebersihan lingkungan yang buruk juga menjadi faktor penyebab kejadian stunting, karena anak sering terkena infeksi. Pola asuh yang buruk juga berkontribusi terhadap kejadian  stunting. Pola asuh orang tua yang kurang baik sering kali di latarbelakangi oleh kondisi psikologis ibu yang belum matang dan masih terlalu muda, atau memiliki jarak kehamilan terlalu dekat. Saat ini, Pemerintah sedang gencar-gencarnya untuk mencegah dan menangani kejadian stunting di Indonesia. Berbagai program kesehatan banyak difokuskan untuk pencegahan secara dini, bahkan diharapkan dapat memberantas kejadian stunting sampai ke akar-akarnya.

Baca juga:  Ekstrak Rebung Hambat Proses Aterosklerosis Pembuluh Darah

RS AS sebagai program kerjasama dengan Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) berfokus pada pemenuhan gizi dan pembangunan lingkungan yang sadar tumbuh kembang anak pada kelompok 1000 HPK. Layanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan kehamilan, senam yoga kehamilan, pijat laktasi, konsultasi menyusui, konseling MP-ASI, konseling tumbuh kembang anak, deteksi dini tumbuh kembang, stimulasi tumbuh kembang, baby spa, brain gym, cooking class, dan paket MP-ASI. Berbagai layanan tersebut langsung ditangani oleh petugas kesehatan yang sudah tersertifikasi dan ahli di bidangnya, terdiri dari Ns. Dyah Wiji Puspita Sari, M.Kep sebagai Direktur Utama RS AS yang memiliki bidang keahlian di Manajemen Keperawan, Ns. Nopi Nur Khasanah, M.Kep., Sp.Kep.An merupakan spesialis Keperawatan Anak yang bertanggungjawab terhadap tindakan keperawatan pada Anak, dan Ns. Apriliani Yulianti Wuriningsih, M.Kep., Sp.Kep.Mat merupakan spesialis Keperawatan Maternitas yang bertanggungjawab terhadap tindakan keperawatan pada ibu, baik ibu hamil maupun menyusui. Selain itu, layanan kami juga berkolaborasi dengan tenaga medis, yaitu Dokter dan Ahli Gizi terutama pada temuan kasus kejadian stunting yang sangat parah. Layanan kesehatan yang terintegrasi dan adanya kolaborasi antar tim profesi kesehatan dapat semakin memaksimalkan kesehatan ibu dan anak, sehingga semakin dapat menekan angka kejadian stunting. (*/bas)

Baca juga:  Tingkat Keefektifan Pembelajaran Daring di Masa Pandemi

Dosen Fakultas Ilmu Keperawatan UNISSULA dan Co Founder Rumah Sehat Anti Stunting (RS AS)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya