alexametrics

Semua Pihak Wajib Lindungi Anak dari Kekerasan Seksual

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,  Ayah merupakan salah satu elemen yang paling penting dalam pendidikan keluarga, khususnya di rumah. Apalagi ayah merupakan kepala keluarga, yang seharusnya bisa menjadi contoh bagi anaknya, pengayom keluarga dan mampu meletakkan nilai-nilai luhur bagi pendidikan anak. Peran ayah sebagai contoh dan panutan bagi anak-anaknya ini sangat krusial. Sehingga sangat disayangkan apabila ayah justru merusak masa depan anaknya.

Tak bisa dipungkiri marak terjadi kekerasan seksual terhadap anak, termasuk di Jawa Tengah. Kejahatan kekerasan seksual atau pemerkosaan dan kesusilaan padahal sudah ada sanksi yang diatur dalam Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP).
Salah satu indikator peningkatan tersebut dapat dilihat dari banyaknya pemberitaan di media massa mengenai pornografi, pornoaksi, pemerkosaan dan kejahatan susila lainnya. Belum lagi di tengah-tengah Rancangan Undang-Undang (RUU) Penghapusan Kekerasan Seksual (PKS) yang tidak kunjung disahkan oleh Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia, memperlihatkan perlindungan korban kekerasan seksual masih minim di Indonesia.

Baca juga:  Gila, Dua Remaja Putri di Cilincing Aniaya Bocah 12 Tahun

Berdasarkan data dari catatan Journal Of Law and Legal Reform berjudul “Protection Law For The Young Victim Of Sexual Violence Which Is Done By Their Parents In Victimology Perspective”, menyebutkan di Jawa Tengah sepanjang 2018 ada 9 kasus asusila yang dilakukan ayah terhadap anaknya sendiri. Rinciannya 10 korban dan 9 pelaku. Sedangkan hingga September 2019 ada 8 kasus dengan 8 korban 9 pelaku.

Mirisnya kekerasan seksual yang dilakukan orangtua, dalam hal ini ayah kepada anaknya sendiri, tidak hanya hanya menimpa keluarga miskin, maupun kalangan orangtua tidak berpendidikan. Tetapi juga bisa menimpa keluarga berada dan berpendidikan tinggi.

Seperti kasus yang menjerat salah satu alumnus doktor di kampus swasta di Semarang berinisial INAR, yang telah divonis 13 tahun penjara di tingkat pertama Pengadilan Negeri Semarang. Kasusnya tahap banding di Pengadilan Tinggi Jateng.
Dengan masih banyaknya bentuk-bentuk kekerasan seksual terhadap anak, tentu sangat bertentangan dengan apa yang dikehendaki. Masih banyak anak yang dilanggar haknya, dan menjadi korban dari berbagai bentuk tindak kekerasan. Tanpa perlindungan yang memadai dari keluarga, masyarakat dan pemerintah.

Baca juga:  KPAI Apresiasi Upaya Kota Semarang dalam Perlindungan Anak

Kondisi demikian tidak sesuai dengan yang diharapkan pada Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 Tentang Perlindungan Anak, Undang- Undang Nomor 23 Tahun 2004 Tentang Kekerasan Dalam Rumah Tangga, Undang-Undang Nomor 4 Tahun 1979 Tentang Kesejahteraan Anak dan Undang-Undang 13 Tahun 2006 Tentang Perlindungan Saksi dan Korban.

Hal ini menunjukkan masih rendahnya kesadaran masyarakat dalam memberikan perlindungan bagi anak korban kekerasan seksual. Bahkan banyak juga korban tidak mau melaporkan kasusnya karena khawatir balas dendam pelaku, dan malu akan mencemarkan nama baik keluarga.

Atas berbagai masalah itu, tentunya diperlukan keterlibatan semua pihak untuk melindungi anak dari aksi kekerasan seksual, mulai dari orangtua, guru/sekolah, masyarakat dan juga negara. Anak juga perlu diingatkan untuk tidak gampang mempercayai orang asing dan didorong untuk selalu bercerita jika terjadi sesuatu terhadap diri mereka.

Baca juga:  Ajaran Puasa Tentang Etika Bisnis

Korban dan keluarga korban kekerasan seksual umumnya tidak berani melapor kepada yang berwajib karena merasa malu. Menganggap aib yang harus ditutupi. Hal lain adalah memberikan pemahaman tentang perlunya melindungi diri. Anak diberikan pendidikan kesehatan reproduksi dengan pendekatan yang sesuai dengan usia mereka, peka budaya dan komprehensif. Anak juga harus diedukasi bahwa ada bagian di tubuhnya yang tidak boleh dilihat, apalagi disentuh oleh siapa pun kecuali dirinya sendiri. (st2/lis)

Pembimbing Kemasyarakatan Bapas Kelas 1 Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya