alexametrics

Sensus Penduduk 2020: Punya Siapa?

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID,  Sensus Penduduk 2020 (SP2020) merupakan sensus ketujuh sejak Indonesia merdeka. SP2020 diselenggarakan tidak hanya untuk memenuhi amanat Undang-Undang No 16 Tahun 1997 tentang Statistik, namun sejalan dengan resolusi PBB pada program sensus penduduk dan perumahan dunia tahun 2020 yang diadopsi oleh Economic and Social Counsil (ECOSOC) pada tahun 2015. Resolusi ini untuk memastikan negara-negara anggota PBB melaksanakan sensus pada periode 2015-2024.

Berbeda dengan enam sensus penduduk sebelumnya, pada SP2020 pencacahan lapangan akan menggunakan data dasar dari Direktorat Jenderal Kependudukan dan Catatan Sipil (Dukcapil) Kementerian Dalam Negeri. Tujuan SP2020 adalah menyediakan data jumlah, komposisi, distribusi, dan karakteristik penduduk Indonesia menuju “Satu Data Kependudukan Indonesia”. Data sensus penduduk juga bermanfaat sebagai dasar menghitung parameter-parameter kependudukan, pembentukan kerangka sampel, dan penyusunan proyeksi penduduk. Selain itu, data SP2020 juga sangat bermanfaat bagi perencanaan pembangunan baik oleh pemerintah pusat maupun daerah.

Baca juga:  Pertanian Jawa Tengah Tetap Tegar di Masa Pandemi

Hasil sensus penduduk tahun 2010 (Badan Pusat Statistik) secara nasional sebanyak 237.641.326 jiwa, yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 118.320.256 jiwa (49,79 persen) dan di daerah perdesaan sebanyak 119.321.070 jiwa (50,21 persen).

Sedangkan penduduk Jawa Tengah sebanyak 32.382.657 jiwa yang mencakup mereka yang bertempat tinggal di daerah perkotaan sebanyak 14.805.038 jiwa (45,72 persen) dan di daerah perdesaan sebanyak 17.577.619 jiwa (54,28 persen).
Penduduk laki-laki Indonesia sebanyak 119.630.913 jiwa dan perempuan sebanyak 118.010.413 jiwa. Penduduk laki-laki Provinsi Jawa Tengah sebanyak 16.091.112 jiwa dan perempuan sebanyak 16.291.545 jiwa. Selain itu dapat diketahui pula tentang karakteristik pendidikan, ketenagakerjaan dan perumahan. Selama kurun waktu sepuluh tahun akan diketahui perkembangannya.
Pendataan SP2020 tahun ini untuk pertama kalinya melalui beberapa moda pendataan. Pertama, pengisian kuesioner secara online (Sensus Penduduk Online) melalui website (yang beralamat di sensus.bps.go.id) atau disebut dengan moda CAWI (Computer Aided Web Interviewing) dimulai tanggal 15 Februari sampai dengan 31 Maret 2020.

Baca juga:  Manajemen Strategik, Perlukah bagi Lembaga PAUD?

Kedua, pengisian kuesioner melalui wawancara langsung door to door oleh petugas menggunakan kuesioner elektronik atau CAPI (Computer Assisted Personal Interviewing) dan kusioner kertas atau PAPI (Paper and Pencil Interviewing) pada tanggal 1-31 Juli 2020. Siapkan NIK (nomor induk kependudukan), nomor KK (kartu keluarga), dan nomor buku nikah atau akta perkawinan.
Presiden Joko Widodo mengajak masyarakat untuk berpartisipasi dan menyukseskan SP2020 yang secara resmi dicanangkan olehnya pada Jumat, 24 Januari 2020, di Istana Negara, Jakarta.
“Kunci utama kesuksesan sensus penduduk tahun ini adalah partisipasi dari seluruh elemen bangsa. Hajatan ini harus didukung semua pihak,” kata presiden.

“Data hasil Sensus Penduduk 2020 nantinya tidak hanya bermanfaat untuk membuat perencanaan masa kini, tapi juga membuat proyeksi sampai tahun 2050,” tambahnya.
Mari kita sukseskan SP2020, dengan mencatatkan data diri secara benar dan jujur apa adanya. Data kependudukan yang valid dan akurat merupakan salah satu kunci utama dalam suksesnya pembangunan sebuah negara. Dengan data tersebut, penyusunan perencanaan yang benar, pengambilan keputusan yang tepat, serta mengeksekusi program yang tepat sasaran dapat dilakukan. SP2020 adalah milik kita bersama, rakyat Indonesia. (smd1/lis)

Baca juga:  Strategi Humas Perkuat Peranan Back Up Management

Statistisi Ahli di Badan Pusat Statistik Kota Salatiga

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya