alexametrics

M.C. Ricklefs : Pengakuan Terhadap Perjuangan Ratu Kalinyamat (Bagian 2)

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – M.C. Ricklefs dalam bukunya menyebutkan keberadaan kota makmur Jepara dengan Ratu Kalinyamat sebagai penguasanya waktu itu. Pada halaman 44-45 dengan jelas tertulis: ”…Jepara merupakan kota pelabuhan penting lainnya saat itu. Pada awal 1513 penguasanya, yaitu Yunus, memimpin pasukan perang yang kabarnya terdiri dari 100 kapal dan 5000 pasukan dari Jepara dan Palembang untuk menyerang Portugis di Malaka, meskipun dia akhirnya dikalahkan. Sekitar 1518 atau 1512, dia juga menjadi penguasa terhadap Demak.

Namun pengaruh Jepara menjadi sangat besar pada tahun-tahun berikutnya pada abad ke-16 ketika Jepara berada di bawah kekuasaan dari seorang Ratu yang bernama Ratu Kalinyamat. Pada tahun 1551 Jepara membantu Johor dalam misi penyerangannya yang tidak begitu sukses terhadap Malaka, dan kemudian pada 1574 Jepara kembali mengepung Malaka selama tiga bulan..”.(terjemahan dari penulis).

Baca juga:  Soft Skill Kehumasan di Era Tanpa Batas

Salah satu alasan penolakan terhadap pengajuan gelar pahlawan nasional bagi Ratu Kalinyamat pada waktu lalu (2008) adalah keberadaan Ratu Kalinyamat yang masih dipertanyakan. Karena itu, pernyataaan Prof. Ricklefs di atas sungguh sebuah kunci penting yang menjadi rujukan bagi tim ahli dan dapat diajukan sebagai argumen kuat bahwa pengaruh Ratu Kalinyamat sebagai penguasa Jepara pada pertengahan abad ke-16 adalah nyata.

Sebagai kota pelabuhan terpenting sejak awal abad itu, pengaruh Jepara menjadi semakin besar pada saat dipimpin oleh Ratu Kalinyamat, yang karenanya Ratu mampu membantu Johor dalam melawan Portugis di Malaka.

Tim ahli YDBL yang terdiri dari : Prof Dr Ratno Lukito, guru besar dari UIN Sunan Kalijaga, Dr Irwansyah – dosen ilmu komunikasi UI , Dr Alamasyah dan Dr Chusnul Inayati sejarawan Undip, Dr Widia Nayati arkeolog UGM, Dr Connie Rahakundini Bakrie pakar maritim Universitas Pertahanan Nasional, dan Bambang Sulistyanto arkeolog BP4 Arkeologi Nasional Kemendikbud, secara khusus menjadikan tulisan M.C. Ricklefs sebagai sumber untuk memperkuat kajian akademis yang tengah dilakukan dan menegaskan kembali pentingnya menjadikan Ratu Kalinyamat sebagai Pahlawan Nasional.

Baca juga:  Teguhkan Moderasi dan Transformasi Layanan Umat

Bahkan, dalam beberapa diskusi, tim ahli telah bersepakat berencana untuk secara khusus menjalin pada waktunya nanti mengundang dan menghadirkan Prof M.C Rickles dalam seminar nasional Ratu Kalinyamat yang rencananya akan diadakan tahun depan. Tim berpandangan, Prof. M.C. Ricklefs adalah narasumber penting yang dapat memperkuat dan menunjukan pengakuan keberadaan Ratu Kalinyamat dalam eksistensi sejarah perempuan Jawa di Indonesia.

Kini, gagasan itu pupus. Seminar yang direncanakan, dengan angan-angan menghadirkannya sebagai pembicara utama, tidak akan mungkin dilakukan.

Selamat Jalan Prof. M.C. Ricklefs, doa kami menyertaimu. Karya-karyamu tidak akan hilang dan akan terus menjadi rujukan inspirasi tentang pentingnya sejarah dalam mengambil hikmah dari kehidupan masa lalu demi membangun kehidupan masa kini dan akan datang (Al-Muhafadzah ‘ala qadimissolih wal-ahdlu bil-jadidil aslah).

Baca juga:  Perilaku Masyarakat Sragen pada Masa PPKM Darurat

Dengan mengutip bukumu, izinkan kami (Yayasan Dharma Bakti Lestari dan saya – Lestari Moerdijat, anggota DPR RI dari daerah pemilihan Jepara, Kudus dan Demak) bersama segenap komponen masyarakat Jepara – akan terus berjuang, mengabarkan kebesaran dan kepemimpinan Ratu Kalinyamat – perempuan dengan pemikiran yang melampaui zamannya. (*/habis)

Ketua Dewan Pembina Yayasan Dharma Bakti Lestari/Wakil Ketua MPR.

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya