alexametrics

Unjuk Televisi saat Pemberian Apresiasi

Artikel Lain

Oleh: Baehaqi
Direktur Jawa Pos Radar Semarang

RADARSEMARANG.ID – “Jujur saja, kiprah kita tidak ada yang tahu kalau tidak ada media. Sebaik apapun kalau tidak diekpose tidak ada yang tahu.” kutipan ini saya ambil dari pidato Bupati Pati Haryanto saat pemberian penghargaan Radar Kudus Award 2022 di Pendopo Kabupaten Pati, 24 Juni 2022.

“Kita khawatir semua yang diupayakan itu akan tenggalam dalam arus informasi yang tidak positif. Bangsa ini bisa frustrasi karena tidak ada keseimbangan penghargaan,” tambah Direktur Utama Jawa Pos Leak Kustiya yang memberikan sambutan setelah Haryanto.

Dalam musyawarah Dewan Masjid Kabupaten Kudus yang berlangsung di Graha Muria, 25 Juni 2022, hal itu juga saya sampaikan. Nyaris tidak ada yang bisa dilakukan untuk membendung arus informasi yang menyesatkan. Maka jalan yang harus dilakukan adalah memberbanyak informasi positif. Saya diminta menjadi pembicara dalam forum itu setelah malamnya menggelar Radar Kudus Award.

Acara Radar Kudus Award kali ini dilaksanakan berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Kali ini dilangsungkan di Pendopo Kabupaten Pati yang kata Leak Kustiya pendoponya anggun. Haryanto mengubah tampilan pendopo itu dengan mengekspos plafon kayu jati yang semua dicat putih menjadi natural. Namun sama sekali tidak mengubah bentuk aslinya. Karena, pendopo itu cagar budaya.

Baca juga:  Dokter yang Hebat

Haryanto tergerak meminjamkan pendopo itu kepada Radar Kudus karena selama masa pandemi penghargaan diserahkan satu persatu dengan mendatangi penerimanya. “Pasti capek,” tambahnya.

Radar Kudus dan Radar Semarang yang saya pimpin konsisten memberikan penghargaan kepada orang-orang yang mencurahkan ide dan pikirannya serta bekerja keras dalam mewujudkannya. Anugerah diberikan kepada perseorangan maupun lembaga, baik swasta maupun pemerintah. Di wilayah Radar Semarang penghargaan akan diberikan di kwartal IV nanti.

Dengan dilaksanakan di Pendopo Kabupaten Pati, gelaran Radar Kudus Award menjadi semakin mewah, berwibawa, dan lebih bermakna. Itu sekaligus menunjukkan kepercayaan yang tinggi kepada Radar Kudus. Seluruh tamu undangan yang kami dengar suaranya memberikan sanjungan. Terima kasih.

Baca juga:  Perang Mematikan, Dulu dan Sekarang

Radar Kudus dan Radar Semarang selalu ingin memberikan apresiasi kepada pihak-pihak yang telah berjasa untuk memajukan negeri ini. Apresiasi itu, kata mantan Bupati Jepara Dian Kristiandi, yang hadir malam itu, bagian dari budaya bangsa. Namun belakangan ini luntur. Karena itulah dia yang sudah tidak lagi menjabat, tetap hadir dan dengan senang hati menerima penghargaan bersama seluruh bupati di eks Karesidenan Pati plus Grobogan.

Sanjungan dari para penerima penghargaan luar biasa. Ini sekaligus menjadi ajang pesta atas keberhasilan mereka dalam berkiprah. Hal itu semakin memicu semangat kami untuk terus mengetengahkan hasil kerja mereka di tengah-tengah masyarakat melalui media yang kami kelola.

Baca juga:  Keroyok Pedagang, Delapan Suporter Persip Pekalongan Jadi Tersangka

Selain koran, Radar Kudus dan Radar Semarang memiliki media online yang sama-sama berkembang. Juga media-media sosial. Bahkan sekarang telah beroperasi televisi digital yang menjangkau nasional. Selama ini kami masih merahasiakan. Tetapi saat Anugerah Radar Kudus itu Leak Kustiya mengumumkannya.

Radar Kudus Award akan disiarkan secara tunda Selasa atau Rabu besok di Jawa Pos TV. Radar Semarang juga akan menyiarkan Dialog Membumikan Pancasila bersama Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi pada minggu ini juga. Untuk wilayah Kota Semarang, Ungaran, Kendal, Demak, Jepara, dan Kudus, Jawa Pos TV bisa ditangkap siarannya secara digital di frekuensi 36 UHF (*)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya