Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Mengenal Sintren, Mistis dan Keindahan Dibalik Tari Tradisional Pemalang

Radar Semarang • Senin, 16 Desember 2024 | 17:24 WIB
Seni pertunjukan tradisional Sintren
Seni pertunjukan tradisional Sintren

RADARSEMARANG.ID, PEMALANG – Seni pertunjukan tradisional Sintren menjadi salah satu kebudayaan lokal yang kaya akan nilai mistis dan estetika.

Sintren bukan hanya hiburan, tetapi juga bentuk warisan budaya yang menyimpan cerita menarik di balik setiap gerakan dan ritualnya.

Apa itu Sintren? Bagaimana proses pertunjukannya? Berikut penelusuran kami.

Apa Itu Sintren?

Sintren adalah seni tari tradisional dari daerah Pantura Jawa, khususnya Pemalang, yang kental dengan nuansa mistis.

Pertunjukan ini mengisahkan cerita cinta Sulasih dan Sulandono, dua tokoh yang terhalang restu orang tua hingga akhirnya bertemu melalui jalan spiritual.

Bagaimana Proses Pertunjukannya?

Sintren diawali dengan ritual khusus yang dilakukan oleh seorang pawang (pemimpin ritual).

Penari, yang biasanya seorang perempuan, dimasukkan ke dalam kurungan bambu tubuhnya diikat dengan tali sambil mengenakan pakaian biasa.

Pawang kemudian melantunkan doa dan mantra sambil membakar kemenyan, memohon agar roh spiritual memasuki tubuh penari.

Ketika roh dianggap telah "hadir", penari akan keluar dari kurungan dalam keadaan trans, mengenakan pakaian tari yang berbeda dengan tali yang masih terpasang lalu dilepaskan, dan mulai menari dengan gerakan yang lincah dan anggun, meskipun matanya tertutup.

Keajaiban ini sering dianggap sebagai bukti kekuatan mistis yang menyelimuti Sintren.

Penari Sintren biasanya berada dalam keadaan trans ketika menari, sehingga mereka tidak sepenuhnya sadar atau mengontrol gerakan tubuhnya.

Keadaan ini diyakini terjadi karena adanya pengaruh supranatural, di mana roh halus dianggap masuk ke tubuh penari melalui ritual yang dilakukan oleh pawang sebelumnya.

Dalam kondisi trans, penari tetap mampu menari dengan indah dan terkoordinasi, meskipun sering kali matanya tertutup.

Setelah pertunjukan selesai, penari biasanya akan dibangunkan oleh pawang melalui ritual tertentu.

Setelah sadar, mereka sering kali mengaku tidak mengingat apa yang terjadi selama mereka menari.

Namun, pandangan ini bisa berbeda-beda. Ada yang percaya bahwa unsur mistis sangat kuat, sementara yang lain menganggap bahwa kondisi trans mungkin bisa dijelaskan secara psikologis sebagai efek dari sugesti, kepercayaan, atau tekanan sosial.

Terlepas dari itu, misteri inilah yang membuat Sintren menarik sekaligus menambah daya tarik budaya ini.

Siapa yang bisa menjadi penari sintren ?

Penari Sintren biasanya adalah perempuan muda (gadis) yang dipilih berdasarkan kesucian, keberanian, dan kesiapan spiritual.

Mereka harus memiliki stamina fisik yang baik dan bebas dari penyakit tertentu.

Pemilihan penari sering dilakukan oleh pawang atau sesepuh, yang melihat kecocokan spiritual calon penari.

Beberapa berasal dari keluarga yang memiliki tradisi Sintren secara turun-temurun.

Sebelum tampil, calon penari menjalani ritual persiapan, seperti doa, puasa, atau mandi bunga, untuk "memurnikan" diri. Mereka juga dilatih gerakan dasar meski sebagian besar tariannya dilakukan dalam kondisi trans.

Penari Sintren dihormati karena perannya yang sakral dalam tradisi ini.

Alat dan Properti Apa yang Digunakan?

Beberapa alat yang digunakan dalam pertunjukan Sintren adalah:

  1. Kurungan bambu: Tempat penari dimasukkan sebelum ritual.
  2. Kemenyan: Dibakar untuk menciptakan suasana mistis.
  3. Gamelan Jawa: Mengiringi tari dengan alunan musik tradisional.
  4. Selendang: Digunakan oleh penari sebagai properti utama dalam gerakan tarian.

Kapan dan Dimana Sintren Dipentaskan?

Pertunjukan Sintren biasanya dilakukan pada acara adat, perayaan tertentu, atau untuk memenuhi permintaan masyarakat yang ingin menampilkan seni ini.

Di Pemalang, pertunjukan Sintren sering menjadi bagian dari festival budaya lokal.

Siapa yang Berperan dalam Pertunjukan Ini?

Selain penari dan pawang, pertunjukan Sintren melibatkan pemain gamelan dan kru pendukung lainnya.

Pawang memainkan peran penting sebagai mediator antara dunia manusia dan dunia spiritual.

Mengapa Sintren Dianggap Mistis?

Banyak orang percaya bahwa kekuatan Sintren berasal dari roh halus yang membantu penari menari dalam keadaan trans.

Proses trans ini dianggap tidak bisa dilakukan oleh manusia biasa tanpa bantuan kekuatan supranatural.

Mitos dan cerita di baliknya membuat seni ini tetap menarik untuk disaksikan hingga kini.

Bagaimana Sintren Dapat Bertahan?

Pentingnya menjaga Sintren sebagai warisan budaya lokal telah membuat masyarakat Pemalang terus melestarikan seni ini.

Melalui dukungan pemerintah, komunitas seni, dan pendidikan budaya, generasi muda diharapkan semakin mengenal dan mencintai seni tradisional ini.

Sintren bukan hanya seni, tetapi juga cerita.

Setiap pertunjukannya menghadirkan pengalaman spiritual, keindahan, dan sejarah yang tidak ternilai.

Bagi Anda yang penasaran, jangan lewatkan kesempatan untuk menyaksikan keunikan Sintren langsung di Pemalang!

Disusun oleh :

  1. Cantika Titania Ramadhani 24120141
  2. Fitria Maharani 24120100
  3. Ratih Rida Wiyani 24120129
  4. Dara Valentina Permatasari 24120130
  5. Ganis Nevitasari 24120135
  6. Amanda Dwi Astuti 24120140

 Pendidikan Guru Sekolah Dasar|| Universitas PGRI Semarang|| 2024

Editor : Tasropi
#tari tradisional #warisan budaya #sintren #seni pertunjukan