alexametrics

Simulation Game untuk Meningkatkan Teamwork

Oleh : Widya Putri Pangestika S.Psi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, PERANAN masyarakat sebagai makhluk sosial tidak akan terlepas dari kebergantungan terhadap orang lain. Baik dari anak-anak sampai orang dewasa. Pada anak-anak, teamwork sudah mulai dikenalkan melalui permainan yang diciptakan dari teman sebayanya. Tidak bisa dipungkiri, orang dewasa juga membutuhkan orang lain untuk keberlangsungan hidupnya, seperti meminta atau menerima bantuan saat keluarga terkena musibah dan bencana. Ini menegaskan bahwa manusia memiliki kelemahan dan keterbatasan. Sehingga peran orang lain sangat dibutuhkan.

Teamwork memiliki banyak pendefinisian. Teamwork merupakan kemampuan individu dalam melakukan kerjasama yang baik untuk mencapai tujuan kerja bersama di dalam tim yang saling percaya, bersinergi, dan mendukung serta bertanggung jawab terhadap tugas-tugas yang telah diberikan. Menurut Suwarjo & Eliasa (dalam Winasis:2019), teamwork adalah kumpulan orang-orang yang bekerja dengan memiliki tujuan yang sama.

“Setiap pekerjaan dapat dilakukan secara optimal jika memiliki teamwork yang mendukung. Teamwork bisa dibangun saat masih berada di jenjang sekolah. Contohnya dalam menyelesaikan pekerjaan kelompok yang diberikan oleh guru,” ujar Habidin, salah satu pengusaha di Surabaya.

Baca juga:  Membangun Budaya Baca dengan Layanan Kober Ber-KPK

Dalam teamwork bisa didukung dari bimbingan kelompok yang sesuai. Jika seseorang sudah mendapatkan edukasi dari bimbingan kelompok yang sesuai, maka seseorang dapat melaksanakan teamwork dengan baik dan maksimal. Bimbingan kelompok ditujukan agar klien mendapatkan layanan serta menjauhkan klien dari berbagai macam permasalahan. Di sekolah, bimbingan kelompok bisa dilakukan oleh semua guru, khususnya guru bimbingan konseling (BK). Dengan adanya sistem bimbingan kelompok ini, diharapkan individu dapat berlatih dalam proses pengembangan diri khususnya pada saat teamwork.

Tujuan pemberian bimbingan kelompok ini agar individu menjadi pribadi yang aktif dan bersinergi dalam kegiatan kelompok. Sehingga setiap individu akan mendapatkan berbagai macam pengalaman yang dapat meningkatkan dimensi kognitif, psikomotorik, dan afektif. Secara tidak langsung pengembangan pribadi dari individu akan mulai terbentuk melalui bimbingan kelompok tersebut.

Bimbingan kelompok mengaktifkan dinamika kelompok untuk membahas berbagai hal yang berguna bagi perkembangan pribadi dan pemecahan masalah individu yang menjadi peserta kegiatan kelompok (Prayitno, 2004).

Baca juga:  Pelihara Seni Ukir Jepara Berkelas Dunia dengan Program Setara D1 Ukir CNC Polifurneka

“Kalau ada penugasan dari guru, saya lebih suka mengerjakan secara kelompok. Karena pengerjaan tersebut akan cepat selesai. Selain itu, jika saya tidak mengerti suatu hal, maka teman saya membantu menjelaskan. Kika kami semua tidak ada yang bisa mengerjakan dan tidak bisa memahami, maka kami akan meminta bantuan dari guru,” ujar Fauzan, salah satu siswa.

Ada berbagai macam teknik dalam bimbingan kelompok. Salah satunya, teknik simulation game. Berdasarkan analisis, ini merupakan teknik yang banyak digemari oleh individu dalam teamwork. Tak hanya menarik, termasuk menyenangkan.

Dalam pengaplikasian teknik simulation game tentu harus didasarkan tujuan yang telah dirumuskan sehingga tercapai. Di dalam teknik simulation game terdapat teknik diskusi dan teknik game yang dapat digabungkan atau dipadukan (Romla, 2013).

Penggunaan teknik permainan (games) dalam kegiatan bimbingan kelompok mempunyai banyak fungsi. Selain dapat memfokuskan kegiatan bimbingan kelompok terhadap tujuan yang ingin dicapai, juga dapat membangun suasana dalam kegiatan bimbingan kelompok lebih bergairah, menarik, menyenangkan, dan tidak cepat membuat siswa jenuh mengikutinya (Anita & Sugiyo, 2013).

Baca juga:  Membentuk Karakter dengan Penerapan Budaya 5S

Dengan bimbingan kelompok, teknik permainan simulasi siswa diarahkan untuk dapat belajar memahami kosakata baru dengan cara merefleksikan kegiatan sehari-hari menggunakan media penunjang seperti kartu beberan, kartu kesempatan, dan kartu oke. Semua alat dalam bimbingan kelompok teknik permainan simulasi tersebut berbentuk fisik.

Penggunaan simulasi game dapat memberikan prediksi untuk meningkatkan kerja sama pada proses pembelajaran. Menurut penelitian yang dilakukan oleh Majid (2013) memaparkan, permainan simulasi adalah cara penyajian pengalaman belajar dengan menggunakan situasi tiruan untuk memahami tentang konsep, prinsip, atau keterampilan tertentu.

Permainan simulasi dimaksudkan untuk memberikan suatu pengetahuan dan wawasan yang berguna dalam mengatasi permasalahan. Kerjasama tim yang terdapat pada peserta didik disederhanaakan sesuai dengan tingkatan jenjang masing-masing. Sehingga dalam hal ini dapat diketahui bahwa penggunaan simulation game (dengan memadukan teknik game dan teknik diskusi) dalam bimbingan kelompok dapat meningkatkan kinerja teamwork dari individu. (*/ida)

Mahasiswa PPG Prajab BK Universitas Ahmad Dahlan Yogyakarta

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya