alexametrics

PjBL, Tingkatkan Keterampilan Mahasiswa Mata Kuliah Laboratorium IPA

Oleh: Dr. Barokah Isdaryanti, S.Pd, M.Pd

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID, Upaya meningkatkan kualitas pembelajaran di Jurusan PGSD S1 telah dilakukan melalui program perbaikan proses pembelajaran. Diantaranya mata kuliah Laboratorium IPA SD. Yang memfasilitasi mahasiswa calon guru SD memiliki keterampilan mengelola alat dan bahan praktikum serta menggunakannya.

Praktikum dalam pembelajaran tematik di Sekolah Dasar yang bermuatan IPA di bertumpu sepenuhnya guru. Sehingga pelaksanaan praktikum IPA yang bermutu, guru dituntut memiliki kompetensi yang bagus. Mulai persiapan, pelaksanaan, evaluasi dan tindak lanjut dari setiap kegiatan praktikum. Mahasiswa dibekali keterampilan. Salah satu sarana yang diperlukan menunjang proses pembelajaran adalah laboratorium.

Melalui mata kuliah Laboratorium IPA SD diharapkan mahasiswa dapat menganalisis hakikat laboratorium IPA, kriteria laboratorium, menerapkan tata tertib penggunaan laboratorium, menganalisis tahapan praktikum pada laboratorium IPA dan teknik penyusunan laporan praktikum. Mahasiswa juga diharapkan mampu menerapkan tahapan praktikum pada laboratorium IPA dan mampu menerapkan teknik penyusunan laporan praktikum melalui berbagai kegiatan praktikum.

Meliputi kegiatan praktikum tentang alat ukur; pesawat sederhana; suhu dan kalor; listrik dan magnet; uji makanan; hasil fotosintesis; transportasi tumbuhan; denyut nadi; pencemaran; pupuk organik serta mampu membuat alat peraga murah.

Baca juga:  Mengkarakteristikkan Keberagaman Masyarakat dengan Project Based Learning

Hasil pengamatan di Jurusan Pendidikan Guru sekolah Dasar Universitas Negeri Semarang, khususnya di kelas Rombel C angkatan 2020 di masa pandemi ditemukan berbagai masalah. Diantaranya; 1) kurangnya keterampilan mahasiswa pada perkuliahan Laboratorium IPA; 2) Rendahnya aktivitas dan keterampilan mahasiswa belajar; 3) Mahasiswa kurang memperhatikan penjelasan dosen, kurang keberanian untuk mengajukan pertanyaan mengenai berbagai kendala yang dihadapi, dan mahasiswa jarang memberikan tanggapan dalam proses pembelajaran.

Bahkan beberapa mahasiswa menutup kamera saat perkuliahan ketika dosen menyampaikan materi perkuliahan ataupun saat teman mahasiswa presentasi. Rendahnya keterampilan mahasiswa mengikuti pembelajaran laboratorium IPA menyebabkan 62,5 persen mahasiswa belum mencapai capaian Pembelajaran Mata Kuliah yang ditetapkan.

Dari permasalahan tersebut penulis menggunakan metode pembelajaran yang menjadikan mahasiswa lebih aktif. Suasana pembelajaran menjadi lebih efektif. Yakni dengan Metode pembelajaran Project Based learning (PjBL). PjBl adalah bentuk pembelajaran berdasarkan temuan konstruktivis. Dimana mahasiswa mendapatkan pemahaman materi yang lebih dalam saat aktif membangun pemahaman dengan bekerja sama dan menggunakan gagasan. Kelas berbasis project mendorong mahasiswa dapat menyelidiki pertanyaan, mengajukan hipotesis beserta penjelasan, mendiskusikan gagasan, menentang gagasan orang lain, dan mencoba gagasan baru.

Baca juga:  APIP Kawal Akuntabilitas Keuangan Pemerintah dalam Penanganan Covid - 19

Project Based learning (PjBL) adalah metode pembelajaran siswa meningkatkan pengetahuan dan psikomotor dengan cara bekerjasama dalam rentang waktu yang ditentukan untuk menginvestigasi dan memberikan respon terhadap suatu masalah atau tantangan (Titih Huriah,2018: 44). Dalam pembelajaran PjBL terdapat gold standard. Yaitu 1) pengetahuan kunci, pemahaman dan ketrampilan, 2) pertanyaan atau masalah menantang, 3) keingintahuan, 4) otentik, 5) pilihan mahasiswa, 6) refleksi, 7) kritik dan revisi dan 7) hasil.

Pengamatan dilakukan saat kegiatan dan di akhir pembelajaran. Metode observasi digunakan mengumpulkan data mahasiswa dalam kegiatan pembelajaran. Pemberian lembar observasi diberikan untuk mengungkap keterampilan mahasiswa saat kegiatan pembelajaran. Lembar observasi diberikan sebelum pembelajaran untuk dilakukan pengamatan saat pembelajaran menggunakan metode PjBL secara langsung.

Baca juga:  Project Based Learning dalam Pembelajaran Prakarya Berbasis Google Classroom

Hasilnya, metode PjBL meningkatan keterampilan aspek keterampilan dalam lima aspek yang ditekankan. Yaitu diskusi, presentasi, produk, partisipasi, dan kreativitas. Pembuatan project berupa produk yang hanya dikumpulkan kepada dosen, di upload ke sistem dan medsos untuk dinilai.

Ini memungkinkan keterampilan mahasiswa lebih meningkat lagi. Khususnya aspek membuat produk. Dimana mahasiswa akan merasa berhasil dari projek yang sudah dibuat harus dapat dipertanggungjawabkan. Melalui ketepatan waktu dari hasil project dan menjawab komentar yang dilontarkan teman mengenai hasil Produk yang sudah dibuat.

Berdasarkan hasil refleksi langkah-langkah yang dilakukan yaitu Pembuatan Produk. Selain dilakukan individu, mahasiswa mengunggah hasil keterampilan ke media social. Media sosial dapat diakses semua mahasiswa dengan mudah menggunakan handphone/laptop. Penggunaan PjBL meningkatkan mahasiswa PGSD pada mata kuliah Laboratorium IPA. Peningkatan pembelajaran secara rinci disimpulkan Metode PjBL terbukti dapat meningkatkan keterampilan mahasiswa. (rn2/fth)

Dosen PGSD FIP Universitas Negeri Semarang

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya