alexametrics

Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi

Artikel Lain

Oleh: Ruhardi,S.Pd

RADARSEMARANG.ID –  Pesan terpenting yang terkandung selama proses pembelajar jarak jauh adalah bagaimana kita dapat membangun rasa empati dan simpati kepada peserta didik yang selama ini menggali ilmu pengetahuan lewat jalur daring atau jaringan internet.

Dimana dalam pelaksanaannya banyak sekali ditemui kendala yang muncul khususnya bagi peserta didik yang banyak menggunakan internet bukan untuk pembelajaran tetapi lebih banyak digunakan dalam hal lain seperti game online.

Kemendikbudristek dan Kemenag telah mengeluarkan buku panduan tentang pembelajaran tatap muka terbatas dimana dalam buku panduan tersebut sudah memuat aturan aturan apa yang harus ditaati dan dilaksanakan oleh sekolah dan sosialisasikan dan dikomunikasikan dengan orang tua, peserta didik dan pihak terkait yaitu puskesmas, satgas covid setempat dan lingkungan sekitar sekolah.

Baca juga:  Seleksi PPPK K2 dan GTT, Dewan Jamin Tidak Ada Pungutan Liar

Aspek apa saja yang harus diperhatikan dalam menyambut Pembelajaran Tatap Muka Terbatas? Aspek pertama yaitu Koqnisi yang bertujuan untuk membuat peserta didik pandai, berwawasan tinggi tetapi dalam keadaan sebenarnya peserta didik mengalami kemunduran sehingga penurunan prestasi belajarnya.

Kemudain aspek motorik banyak yang terbatas dengan adanya social distance pada diri siswa. Kemudian aspek sosial belum terpenuhi karena belun bisa berinteraksi sosial dengan teman sejawat. Serta  emosi yaitu masalah yang besar dan diperhatikan pada peserta didik.

Dengan melihat latar belakang tersebut maka langkah-langkah yang harus dipersiapkan salah atunya adalah kesiapan mental bpesertaaik dari peserta didik, guru harus mempersiapkan mental bahwa apa yang dilakukan pada saat Pembelajaran Tatap Muka Terbatas ini berbeda dengan yang dilakukan saat sebelum pandemi sehingga guru harus siap mental agar tidak frustasi jika yang diperoleh dalam proses pembelajaran tidak tercapai.

Baca juga:  Pembelajaran Jarak Jauh dan Kendalanya

Dan yang ketiga adalah orang tua. Muncul rasa keresahan, kecemasan dan kekawatiran melepas putra putri untuk mengikuti Pembelajaran Tatap Muka Terbatas padshal sebenarnya orang tua sendiri sudah tidak mampu mengawasi putra putri belajar mandiri karena tuntutan kebutuhan keseharian.

Agar Pelaksanaan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas dapat berjalan dengan baik maka dibutuhkan perubahan-perubahan perilaku di segala kompoenen. Dan yang tidak kalah pentingnya adalah Keselamatan Semua Pihak yaitu aspek Kesehatan yang menjadi sorotan bagi keberhasilan dan keselamatan Peserta didik, guru dan orang tua sehingga kecemasan kegelisahan dan kekawatiran dalam pelaksanaan pembelajaran tatap muka berkurang sehingga lambat laun menuju ke pembelajaran secara Normal. (*/bas)

Baca juga:  Asah Kreativitas Guru di Tengah Pandemi

Guru SMK N 1 Karangawen, Kabupaten Demak

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya