alexametrics

Pelihara Seni Ukir Jepara Berkelas Dunia dengan Program Setara D1 Ukir CNC Polifurneka

Oleh : Supardi

Artikel Lain

RADARSEMARANG.ID – SENI Ukir Jepara, yang selama puluhan tahun menghidupi masyarakat. Pada saat ini mengalami penurunan baik kualitas maupun kuantitas yang luar biasa. Hal ini disebabkan para pewaris budaya di Kabupaten Jepara tidak banyak yang berminat meneruskan warisan leluhurnya. Akibatnya kini mulai dikeluhkan semakin langkanya perajin ukir usia muda. Kekhawatiran ini telah muncul sejak tahun 1995, saat tidak ada lembaga pendidikan yang membuka jurusan khusus seni ukir. Tradisi berlatih lewat keluarga perajin juga sudah miskin peminat, dengan alasan seni ukir tidak memberikan jaminan masa depan yang layak kepada mereka.

Perajin ukir yang sudah menggeluti ukir sejak puluhan tahun lalu. Saat ini kesulitan mencari penerusnya. Bahkan generasi muda lebih memilih menekuni bidang lain dibandingkan kerajinan ukir. Disampaikan juga oleh Komunitas Ukir Jepara, perajin ukir mulai beralih di industri di luar furniture misalnya garmen. Sementara pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Jepara, sangat mengharapkan kerajinan ukir kembali tumbuh dan diminati oleh masyarakat. Untuk itu, diperlukan adanya strategi atau program yang bisa menumbuhkan kembali minat bekerja dan berkarya di bidang seni ukir.

Baca juga:  Sepeda Motor Takut Dicuri? Pasang Kunci Rahasia

Di era revolusi industri 4.0 tidak terlepas dari perkembangan teknologi yang memudahkan manusia dalam berinovasi secara efektif dan efisien. Revolusi tersebut diperlukan dalam persaingan industri dalam mempercepat pembuatan produk yang mutakhir. Teknologi industri 4.0 sekarang ini sangat diminati oleh industri karena banyak perusahaan yang menginginkan dalam proses produksinya efektif dan efisien dengan memperoleh kualitas yang baik dengan resiko minimal, dikarenakan pada industri 4.0 proses produksinya menggunakan mesin-mesin berbasis IT dengan tingkat akurasi yang tinggi.

Sesuai Kebijakan RIPIN Kementerian Perindustrian RI tahap kedua (2020-2024), perubahan paradigma manufaktur, mass production menjadi mass customization yang direspon melalui making Indonesia 4.0, maka Politeknik Industri Furnitur dan Pengolahan Kayu, Kementerian Perindustrian yang berada di Kawasan Industri Kendal (KIK) berusaha merintis dan menerapkan konsep-konsep industri 4.0, dalam produksi ukir salah satunya dengan memberikan pengetahuan dan keterampilan bidang mesin yang berbasis IT dan penerapan CNC dalam produksi ukir sebagai salah satu strategi pengelolaan untuk meningkatkan dan menumbuhkan ukir.

Baca juga:  Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka Terbatas di Masa Pandemi

Kebutuhan Tenaga Kerja Industri, Level 3 setara dengan Diploma I (D1) sangat diperlukan sehingga diperlukan proyeksi kebutuhan tenaga kerja kurun waktu 5 s/d 10 tahun mendatang di bidang ukir. Kegiatan tersebut dimulai dengan melakukan Analisis Kebutuhan Dacum Job Analysis of Operator and Programmer CNC Craft yang dihadiri oleh CNC Programmer PT Philenesia International, PT Chakra Naga Furniture, CV Mandiri Abadi, Wood Carving, Lingkar Limolasan dan SMKN 2 Jepara.  Dilanjutkan temu industri dihadiri oleh beberapa tokoh ukir, industri furnitur berbasis CNC, Dinas Perindag Jepara, Asosiasi, dan Politeknik, diperoleh hasil keterserapan SDM CNC sesuai kebutuhan industri untuk mencukupi kebutuhan produk eksport, terkait juga tantangan SDM dan membangun kerjasama dengan Politeknik.

Baca juga:  APIP Kawal Akuntabilitas Keuangan Pemerintah dalam Penanganan Covid - 19

Kegiatan lanjutan dengan program penyusunan kurikulum Penyusunan Kurikulum (Task Analysis) dan Roadmap kegiatan D1 Ukir CNC bersama industri, di Hotel Panorama Semarang dihadiri 5 Trainer Operator and Programmer CNC dan Tenaga Ukir Manual Profesional. Program setara D1 yang menggabungkan kemampuan ukir manual dan ukir CNC pada tahun 2021, ini diharapkan dapat menarik minat usia muda di Jepara dalam mengembangkan inovasi di bidang ukir dimasa mendatang dalam melestarikan budaya Seni Ukir Jepara Berkelas Dunia. (*/ida)

Bidang Kemahasiswaan dan Kerjasama Polifurneka Mahasiswa S3 Universitas Negeri Semarang (Unnes)

Artikel Terkait

Menarik

Terbaru

Populer

Artikel Menarik Lainnya