RADARSEMARANG.ID, Semarang - Lima pelaku komplotan rampok diringkus anggota DitresKrimum Polda Jateng. Sasaran aksi mereka, merampok di perkantoran SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo.
Para pelaku diringkus dilokasi terpisah. Awal dari penyelidikan hingga perburuan, Tim Unit Rekasi Jatanras Ditreskrimum Polda Jateng bersama Polres Wonosobo berhasil menangkap seorang pelaku bernama RAT, 42, di wilayah Wonosobo Rabu (12/8/2026) sekitar pukul 20.00.
Hasil pengembangan, berhasil meringkus tiga orang pelaku bernama MRA, 29, WW, 30, dan AH, 37, diwilayah Yogyakarta, Jumat (14/8/2026) sekitar pukul 01.00.
Sedangkan aksi perampokan ini, terjadi Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 23.30. Pelaku berhasil menggasak uang ratusan juta di dalam ruangan perkantoran di SPBU Wonosobo.
Baca Juga: Satu Pelaku Serahkan Diri, Otak Perampokan SPBU Wonosobo Ternyata Orang Dalam
Aksi yang dilakukan komplotan ini sangat rapi dan matang. Sebelum melakukan aksi, mereka melakukan pertemuan, menyusun pembagian peran, serta menyiapkan sejumlah perlengkapan yang digunakan dalam pelaksanaan aksi, termasuk diduga pistol.
Kemudian, tiga tersangka mendatangi ruang kantor SPBU dan meminta korban menunjukkan rekaman CCTV. Saat korban lengah, salah seorang tersangka langsung membekap korban, sedangkan tersangka lainnya mengancam korban menggunakan benda menyerupai senjata api.
Korban kemudian diikat menggunakan kabel ties dan mulutnya dilakban. Setelah korban tidak berdaya, para tersangka mengambil uang yang berada di dalam brankas dan laci ruang supervisor serta membawa DVR CCTV yang berada di ruangan tersebut.
Petugas keamanan SPBU yang terbangun setelah mendengar keributan juga diduga mendapat ancaman dan kemudian dilumpuhkan serta diikat oleh tersangka.
Setelah berhasil menguasai situasi, para pelaku mengambil uang tunai yang berada di dalam brankas dan laci ruang supervisor. Total kerugian yang dialami SPBU mencapai sekitar Rp 718 juta.
Mereka juga membawa DVR serta hardisk CCTV untuk menghilangkan rekaman aksi kejahatan. Pihak SPBU yang melaporkan kejadian ini langsung ditindaklanjuti kepolisian dan berhasil menangkap pelaku.
"Para tersangka terlebih dahulu melakukan persiapan dan pembagian peran sebelum melaksanakan aksinya," ungkap Dirreskrimum Polda Jateng Kombes Pol Muhammad Anwar Nasir kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (16/8/2026).
Baca Juga: Terungkap! Orang Dalam Dalangi Perampokan SPBU Wonosobo, Rp700 Juta Raib
"Mereka juga menyiapkan kendaraan serta sejumlah perlengkapan yang digunakan untuk mendukung pelaksanaan tindak pidana," bebenya.
Usai melakukan perampokan, para tersangka meninggalkan lokasi dan menuju sebuah bengkel di wilayah Banjarnegara. Kendaraan yang digunakan kemudian disimpan di tempat tersebut, sedangkan para pelaku diduga melakukan pembagian hasil kejahatan.
Penyidik juga menemukan dugaan upaya menghilangkan barang bukti. Sejumlah barang diduga dibakar dan sebagian lainnya dibuang ke aliran Sungai Serayu.
"Para tersangka memiliki peran masing-masing. RAT diduga berperan membantu menyiapkan sarana dan tempat yang digunakan sebelum maupun setelah pelaksanaan aksi," jelasnya.
"Sementara MRA, WW dan AH diduga terlibat langsung dalam pelaksanaan tindak pidana di lokasi SPBU dengan peran masing-masing,” ungkap Dirreskrimum," lanjutnya.
Pengungkapan tersebut, Kombes Pol Anwar Nasir juga masih terus melakukan upaya penyelidikan dan pengembangan guna menangkap para pelaku lainnya yang sekarang ini masih dalam pengejaran.
"Kami masih melakukan pengejaran terhadap dua orang yang telah ditetapkan sebagai DPO. Penyidik juga terus melakukan pengembangan untuk mengungkap secara menyeluruh peran masing-masing pihak dalam perkara ini," tegasnya.
"Penyidik kami masih melakukan pengembangan untuk menelusuri barang maupun aset lain yang diduga berkaitan dengan hasil tindak pidana," imbuhnya.
Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut, namun kerugian uang mencapai ratusan juta. Informasi yang diperoleh, satu dari empat pelaku yang ditangkap merupakan DPO yang sebelumnya berjumlah dua orang.
Terkait para pelaku yang masih DPO, Kombes Pol Anwar menyampaikan masih dalam pengembangan oleh pihak Polres Wonosobo.
"Untuk updatenya langsung ke Kapolres Wonosobo. Anggota kita bersifat backup," pungkasnya. (mha)
Editor : Baskoro Septiadi