Terungkap! Orang Dalam Dalangi Perampokan SPBU Wonosobo, Rp700 Juta Raib

Muhammad Hariyanto • Dipublikasikan Senin, 17 Agustus 2026 | 19:22 WIB

 

Tim URC Jantanras Polda Jateng dan Resmob Polres Wonosobo memamerkan pensngkapan pelaku perampokan di SPBU Wonosobo
Tim URC Jantanras Polda Jateng dan Resmob Polres Wonosobo memamerkan pensngkapan pelaku perampokan di SPBU Wonosobo

 

RADARSEMARANG.ID, Semarang - Tak mengira, otak kejahatan kasus perampokan di SPBU Selokromo, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo yang terjadi Minggu Minggu (9/8/2026) sekitar pukul 23.30, melibatkan orang dalam alias pekerja dari pihak SPBU yang bersangkutan.

Pelakunya juga telah diamankan, berinisial AR, warga Wonosobo. Bahkan, AR juga memiliki peran penting dalam tempatnya bekerja di SPBU tersebut. 

"Dia bekerja disitu sebagai pengawas BBM kepunyaan korban. Dulu pernah jadi HRD awalnya. Saat dia melakukan aksi kejahatan, posisinya (status) masih berkerja sebagai pegawai disitu," ungkap Kasatreskrim Polres Wonosobo, AKP Arif Kristiawan, kepada Jawa Pos Radar Semarang, Minggu (16/8/2026). 

Pihak perusahaan juga tak mencurigai perbuatan AR. Sebab, yang bersangkutan masih aktif bekerja seperti biasanya sebelum melakukan perampokan. Namun, pada kejadian tersebut tidak lagi menampakkan batang hidungnya.

Baca Juga: Isuzu D-Max 2015 vs Mitsubishi Triton 2015, Siapa Lebih Unggul?

"Enggak ada, kelihatan. Jadi, sempat kami bertanya kepada korban ini (pemilik). Pak, coba. Saya juga belum menjelaskan bahwa itu pelaku (sebelum terungkap). Ditelepon enggak aktif, sudah beberapa hari," bebernya 

"Jadi, sampai saat kita mengamankan temen-temennya itu pemilik SPBU ini tidak tahu juga, ternyata pelakunya orang kepercayaannya ini," ujarnya. 

Terkait alasan nekat melakukan aksi perampokan ini, Kasatreskrim menyebut yang motifnya adalah uang. Yang bersangkutan membutuhkan uang, namun cara jalan pintas yang didapatkan dengan cara pencurian disertai kekerasan (Curas).

"Motifnya butuh uang, ndelalah istrinya sakit, anaknya juga saat itu operasi," bebernya. 

Lanjutnya mengatakan, tersangka AR juga melakukan perekrutan komplotan ini untuk merencanakan aksinya. Bahkan, AR juga yang menyiapkan segala peralatan termasuk sarana aksi kejahatan. 

Selain itu, AR dan pelaku lainnya melakukan pertemuan beberapa kali di Banjarnegara, termasuk di Wonosobo dengan tujuan mematangkan rencana kejahatan tersebut supaya aksinya berjalan lancar.

"H-10, akhir Juli itu sudah persiapan dia. Yang eksekutor ini kan temennya dia juga, ya memang kenal," jelasnya. 

Baca Juga: Guru PPPK Paruh Waktu Bisa Jadi PNS? Abdul Mu’ti Ungkap Kebijakan yang Sedang Disiapkan

Sarana yang dilakukan melacak aksinya menggunakan kendaraan Luxio, berangkat dari Banjarnegara. Kendaraan tersebut bukan milik pribadi, namun menyewa di rental orang lain. 

"Mobil yang dipakai untuk eksekusi itu mobil rental. Kalau sewa disini Rp 250 ribu, dipakai sehari itu saja, sewanya," bebernya. 

Selain itu, skenario yang dilakukan adalah menyaru sebagai anggota kepolisian. Mendatangi lokasi SPBU tersebut dengan modus mengecek kamera cctv, dengan alasan bahan penyelidikan kasus begal. 

Aksinya juga berjalan lancar. Hanya belasan menit berhasil membawa kabur uang Rp 700 juta.

"Aksinya iya, cepat memang belasan menit, 12 menit. Kerugiannya Rp 700 juta," katanya. 

Namun, tersangka AR tidak ikut masuk  ke dalam ruangan dalam melakukan perampokan. Skenarionya, AR hanya didalam mobil Luxio sembari mengawasi situasi.

"Kalau dia yang turun pasti tahu," katanya. 

Selain membawa senjata api rakitan, komplotan ini juga menggunakan rompi Resmob, untuk menyakinkan penjaga maupun pekerja di SPBU tersebut. 

"Dia (komplotan) menyamar seolah-olah dia menyamar Resmob, pakai rompi Resmob. Yang menyiapkan juga si AR ini yang baru kita amankan kemarin itu, otaknya itu. Semua dari dia," tegasnya.

Rompi Resmob tersebut didapat dengan mudah oleh tersangka AR dari membeli. Namun, rompi tersebut tidak sempat diamankan karena telah dibakar, termasuk juga cctv juga telah dibakar pelaku. 

"Dia beli, tapi sudah dibakar sama dia, sekalian di DVR-nya, iya CCTV yang dari SPBU itu," jelasnya. 

Uang hasil kejahatan tersebut kemudian dibagi di antara para pelaku, masing-masing disebut mendapatkan sekitar Rp130 juta. Sebagian uang telah digunakan untuk membeli sejumlah barang, termasuk dua sepeda motor, yakni Yamaha N-Max dan Honda Beat, serta telepon seluler. 

Sebagian uang lainnya, juga digunakan untuk kebutuhan pelarian setelah menjalankan aksi
Meski demikian, pihaknya berhasil mengamankan berbagai barang bukti kejahatan tersebut termasuk mobil Luxio yang digunakan sebagai sarana kejahatan.

"Kalau kerugian ini kan masih kita dalami, masih kita inventarisir. Kerugian-kerugian itu kami kumpulkan," katanya. 

"Ini ada tambahan lagi, semalam kan kita dapat mengamankan tapi masih di ATM. Kami kan juga harus memastikan berapa jumlahnya sehingga nanti saat kami rilis itu jumlahnya kami sudah tahu," pungkasnya. (mha)

Editor : Baskoro Septiadi
perampokan Wonosobo motif rampok Wonosobo kasus perampokan spbu Wonosobo karyawan perampokan spbu Wonosobo penangkapan pelaku perampokan wonosobo