Berita Semarang Raya Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto Jateng

Momentum Dua Abad Wonosobo Dijadikan Titik Awal Perubah

Sigit Rahmanto • Kamis, 24 Juli 2025 | 18:23 WIB
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Amir Husein
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat dan Wakil Bupati Amir Husein

 

 

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO –Pada puncak perayaan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo, 24 Juli 2025, Bupati Afif Nurhidayat mengajak seluruh elemen masyarakat untuk menjadikan momentum ini sebagai titik balik menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar di daerah.

Bupati Afif Nurhidayat, mengakui berbagai persoalan masih terus membayangi Kabupaten Wonosobo.

Maka di momentum spesial menyongsong 200 tahun ini berbagai persoalan itu harus menjadi prioritas utama yang ditangani secara serius dan terstruktur mulai tahun 2026.

Menurutnya, selama ini penanganan kemiskinan belum mendapat dukungan anggaran yang cukup dalam struktur anggaran pendapatan dan belanja daerah (APBD).

Ia pun menyebut pentingnya evaluasi menyeluruh terhadap porsi belanja pemerintah yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat miskin.

“Silakan dicek, berapa persen anggaran untuk penanganan kemiskinan? Masih sangat kecil. Ini harus menjadi perhatian kita bersama,” tegasnya saat menggelar konfrensi pers menjelang puncak perayaan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo, Selasa (23/7).

Afif menyampaikan mulai 2026 Pemkab Wonosobo akan menyusun ulang strategi pengentasan kemiskinan berbasis data dan kebutuhan nyata di lapangan.

Ia juga menyinggung pentingnya koordinasi lintas organisasi perangkat daerah (OPD), bukan hanya mengandalkan satu-dua dinas saja.

“Jangan hanya Dinsos atau Bappeda yang bergerak. Semua OPD harus ambil peran. Ini bukan pekerjaan satu pihak,” tandasnya.

Ia mencontohkan salah satu problem yang saling berkelindan dengan kemiskinan adalah anak putus sekolah.

Menurutnya, banyak keluarga tidak mampu yang akhirnya tidak bisa menyekolahkan anak secara layak, dan kondisi itu memperkuat lingkaran kemiskinan antargenerasi.

Tak hanya soal kemiskinan, Afif juga banyak menyinggung soal pendidikan, penyelesaian sampah, penambahan armada bagi Damkar, hingga masalah infrastruktur dasar, seperti jalan yang masih butuh ditangani secara serius.

Meski dirinya juga melihat bahwa kemampuan keuangan daerah terbatas, namun harus bisa dioptimalkan. Mulai dari pemetaan program prioritas, pemangkasan anggaran yang tidak efektif, hingga mencari dukungan dari pemerintah pusat dan provinsi.

“Kita harus mulai dari yang bisa kita lakukan. Kecil tidak masalah, yang penting fokus. Saya sudah sampaikan ke TAPD (Tim Anggaran Pemerintah Daerah), tahun depan harus ada langkah nyata,” katanya.

Langkah awal yang disiapkan, menurut Afif, adalah mengintegrasikan program-program prioritas itu dalam dokumen perencanaan daerah sejak awal.

Ia juga akan mengajak seluruh elemen, termasuk swasta dan lembaga sosial, untuk terlibat dalam gerakan bersama tersebut.

Lebih jauh, ia juga menegaskan persoalan kemiskinan tak boleh hanya jadi bahan laporan tahunan atau formalitas kegiatan. Harus ada impact langsung yang dirasakan masyarakat bawah.

“Dua abad Wonosobo bukan hanya perayaan. Ini momentum untuk berubah. PR besar kita masih banyak, tapi jangan pesimis. Kita harus menyongsong tahun-tahun ke depan dengan rasa yang optimistis. Wa laa khaufun 'alaihim wa laa hum yahzanun,” tegasnya.

Afif berharap peringatan Hari Jadi ke-200 ini menjadi momen refleksi, sekaligus lompatan baru bagi Kabupaten Wonosobo untuk keluar dari zona stagnasi sosial.

“Kita ingin 2026 menjadi awal dari pergerakan serius. Menyongsong Wonosobo yang lebih adil dan sejahtera,” pungkasnya. (git/lis)

Editor : Tasropi
#APBD #Bupati Afif Nurhidayat #PEMKAB WONOSOBO #Kabupaten Wonosobo