Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Hidupkan Warisan Budaya Lewat Bedhol Kedhaton

Sigit Rahmanto • Kamis, 24 Juli 2025 | 17:04 WIB

 

PROSESI ADAT : Pentas seni menyemarakkan bedhol kedhaton yang digelar di Desa Plobangan Kecamatan Selomerto, Rabu (23/7).
PROSESI ADAT : Pentas seni menyemarakkan bedhol kedhaton yang digelar di Desa Plobangan Kecamatan Selomerto, Rabu (23/7).

 

 

RADARSEMARANG.ID, WONOSOBO – Semangat pelestarian budaya kembali menggema dari Desa Plobangan, Kecamatan Selomerto.

Ratusan warga tumpah ruah mengikuti prosesi Bedhol Kedhaton, Rabu (23/7), sebagai bagian dari rangkaian perayaan Hari Jadi ke-200 Kabupaten Wonosobo.

Tak sekadar seremonial tahunan, prosesi adat ini menjadi bentuk nyata partisipasi warga desa dalam merawat warisan leluhur.

Sejak pagi, warga mengenakan pakaian adat Jawa, menghias jalan desa, dan mempersiapkan sesaji serta perlengkapan budaya secara gotong-royong.

“Ini bukan sekadar tradisi. Ini bentuk penghormatan pada sejarah, dan bagaimana masyarakat menjaga identitas lokalnya,” ujar Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat ketika mengikuti seluruh prosesi.

Prosesi Bedhol Kedhaton diawali dengan ziarah ke makam Ki Ageng Wonosobo, tokoh leluhur yang diyakini menjadi cikal bakal berdirinya Kabupaten Wonosobo.

Suasana khidmat menyelimuti momen pengambilan tanah dan air suci dari makam untuk dibawa ke pusat kota.

Tradisi tersebut menjadi simbol spiritual perpindahan nilai-nilai luhur dari masa lampau ke masa kini, sebagai pengingat bahwa pembangunan daerah tidak bisa dilepaskan dari akar budaya dan peran masyarakat desa.

Bukan hanya orang tua, generasi muda pun ikut ambil bagian. Anak-anak sekolah tampak antusias menyambut iring-iringan budaya. Mereka menjadi saksi sekaligus penerus tradisi yang terus dijaga keberlangsungannya.

Bupati Afif mengaku terkesan dengan antusiasme warga.

“Tahun ini luar biasa. Ada kembul bujono, makan bersama warga dengan sajian tradisional khas desa. Ini jadi bukti bahwa pelestarian budaya juga bisa menjadi kekuatan sosial,” katanya.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Wonosobo, Agus Wibowo menyebut pelibatan aktif masyarakat dalam Bedhol Kedhaton menunjukkan bahwa pembangunan daerah bisa sejalan dengan pelestarian nilai budaya.

“Ini bentuk pembangunan berbasis kultural. Malam ini (kemarin, Red) dilanjutkan tapa bisu, warga berjalan membawa obor dan tanah suci ke kota. Esok pagi  (hari ini, Red) ditutup dengan Pisowanan Agung di alun-alun,” terangnya.

Melalui prosesi ini, masyarakat tidak hanya mengenang sejarah, tapi juga menghidupkan nilai-nilai kebersamaan, spiritualitas, dan kearifan lokal yang menjadi fondasi Wonosobo selama dua abad terakhir. (git/lis)

Editor : Tasropi
#pelestarian budaya