RADARSEMARANG.ID, Wonosobo - Kebakaran yang terjadi di lereng Gunung Sumbing masuk wilayah Wonosobo sampai Sabtu (2/9) sore belum dapat dipadamkan.
Polres Wonosobo menginformasikan telah menerjunkan tim gabungan sebanyak 1.056 personel.
"Tim kita siagakan di basecamp Banyumudal," uajr Kapolres AKBP Eko Novan Prasetyo Puspito.
Kapolres yang langsung ke lokasi menginstruksikan untuk menetralisasi kawasan. Tim tersebut berbagi peran. Menurutnya, langkah awal adalah mengantisipasi korban jiwa.
Maka tim melakukan pendataan para pendaki. Selanjutnya meminimalisasi api agar tidak menyebar dan mendekat ke pemukiman penduduk.
Menurutnya, jumlah pendaki yang berhasil dievakuasi 88 orang dari tiga jalur pendakian. Yakni yang teregristrasi dari basecamp Lamuk, basecamp Bowongso dan basecamp Dusun Garung, Kecamatan Kalikajar.
"Semua pendaki di beberapa basecamp semalam sudah berhasil dievakuasi. Tiba di basecamp sekitar pukul 01.00 dini hari hingga subuh dalam keadaan selamat," ujarnya sembari menambahkan tidak ada pendaki yang terjebak.
Sementara untuk pemadaman, pihaknya menuju lokasi api menggunakan R2 dan R4. Dengan peralatan seadanya.
Yakni memotong ranting untuk memukul api dan melakukan penyemprotan menggunakan apar atau semprotan jinjing.
Kepala BPBD Kabupaten Wonosobo, Bambang Triyono mengatakan kebakaran di lereng Sumbing terjadi pada Jumat (1/9) pukul 17.30.
Sesuai titik koordinat, kebakaran terjadi di petak 29-1 masuk wilayah Perhutani Kedu Utara."Dengan luas baku di petak 29-1 itu mencapai 22,45 hektare," ujarnya.
Bambang memperkiraan titik api berada pada ketinggian 2.500 - 2.900 mdpl. Awal titik api dari arah jalur pendakian Banyumudal, Sapuran.
Kebakaran tersebut terjadi di beberapa titik. Sampai berita ini ditulis, kebakaran di titik pantau Desa Lamuk, Kalikajar belum dapat dipadamkan.
Sedangkan sebagian titik di Desa Banyumudal Sapuran dan Desa Kwadungan Kalikajar api sudah padam.
"Tim terus berupaya untuk melakukan pemadaman di semua titik sumber kebakaran," lanjutnya. (git/lis)
Editor : Baskoro Septiadi