RADARSEMARANG.ID, Wonosobo – Perayaan hari jadi ke-198 Kabupaten Wonosobo pada 24 Juli 2023 mengusung tema Cancut Tali Wondo Nyengkuyung Wonosobo Raharjo.
Harapannya, tahun ini menjadi tahun percepatan untuk menyelesaikan persoalan mendasar. Bergerak bersama menyingsingkan lengan baju menuju Wonosobo sejahtera.
Pemerintah berharap kerja sama seluruh lembaga bisa tercipta dengan baik. Sehingga persoalan mendasar di Wonosobo bisa segera terselesaikan.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat mengatakan, kerja sama harus dibangun dengan baik. Setiap masyarakat, lembaga organisasi maupun pemerintah mau menyingsingkan baju untuk bekerja bersama-sama.
"Sering saya sampaikan dalam forum jika tahun 2023 adalah tahun percepatan penanganan," terang bupati.
Ia menyebut masih banyak persoalan yang musti diselesaikan. Seperti target menyelesaikan kasus stunting, pendidikan rendah, kemiskinan ekstrem dan ODF.
Masalah-masalah tersebut harus dikerjakan dengan bersama-sama. Sehingga target kelar di tahun 2024 bisa tercapai.
"Karena target presiden di tahun 2024, itu sudah harus zero (kemiskinan ekstrem), tahun 2024 stunting harus 14 persen. Sementara Wonosobo per hari ini masih tebal, di angka 22,7 persen," katanya.
Menurutnya persoalan ini tak bisa hanya diselesaikan oleh pemerintah sendiri. Namun harus dilakukan oleh banyak pihak, saling kolaborasi dan bekerja sama antarseluruh lembaga.
Pihaknya berupaya agar wilayah Wonosobo bisa bebas buang air besar sembarangan atau open defecation free (ODF) 100 persen.
Lebih lanjut dikatakan, ini bisa dicapai berkat kerja sama semua pihak mulai dari tingkat kabupaten, kecamatan sampai desa dan kelurahan. Gerakan bersama untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya hidup sehat.
"Kami memgucapkan terima kasih kepada camat, forkopimca, kepala puskesmas, bidan, kades serta lurah yang telah bekerja sama untuk mencapai ODF. Semoga berjalan lancar dan deklarasi ODF tingkat kabupaten bisa menjadi kado hari jadi Kabupaten Wonosobo tahun ini," lanjutnya.
Hal senada diungkapkan Wakil Bupati Muhammad Albar. Dengan sinergi yang kuat dari seluruh elemen masyarakat, berbagai masalah dapat teratasi.
”Wonosobo bisa keluar dari zona kemiskinan ekstrem. Bebas dari persoalan stunting,”ujarnya. Dengan masyarakat sehat, ekonomi bergeliat, Wonosobo akan mencapai kemajuan dan kesejahteraan. (git/lis)
Editor : Baskoro Septiadi