Warung makan Taman Sari, salah satu restoran legendaris di kota dingin ini. lokasinya di jalan utama menuju kawasan wisata Dieng. Yakni di Jalan Pemuda No 23, dekat dengan Alun-alun Wonosobo.
Berdiri sejak Desember tahun 1988, sampai sekarang masih eksis dan menjadi jujukan para wisatawan. Menu yang legend adalah sup buntut. Meski banyak masakan lain yang tak kalah lezat. Ada soto ayam, soto sapi, ayam goreng kremes dan masakan sayur khas Jawa.
Sup buntutnya banyak dicari pelanggan. Cita rasanya beda dengan sup-sup lain. Ini karena olahan tangan dingin Santianawati. Ibu tiga anak itu mengolah bumbu-bumbu dengan buntut sapi pilihan.
Dipadu sayur wortel, kentang, tomat, luncang, dan taburan bawang goreng. Kuahnya bening segar tanpa lemak. Hmmm…nikmat. Bagi yang suka pedas manis, bisa ditambah sambal dan sedikit kecap. Tempe kemul bisa jadi pelengkap menyantap sup buntut.
“Bahan baku memang saya pakai yang terbaik. Saya pilih yang berkualitas. Karena kita mengutamakan cita rasa dan kepuasan para pelanggan,”tutur istri dari Tommy Harry Santoso ini. Ia sudah selama 35 tahun berlangganan dengan penjual daging ini.
Untuk memasak sup buntut, Santi sendiri yang meracik bumbu-bumbunya. Tak heran, bila cita rasanya selama 35 tahun tidak berubah. Santi –sapaan akrabnya- menyampaikan, resep sup buntut ini warisan dari ibunda sang suami alias mertuanya. Konon, sang mertua pandai memasak. Dan bakat itu menurun kepada dirinya.
“Dulu saya coba-coba memasak sup buntut. Keluarga cocok dengan rasanya. Lalu kami buka rumah makan ini, dan ternyata banyak yang suka,”tutur wanita berusia 64 tahun ini.
Banyak pejabat daerah maupun luar Wonosobo menjadi pelanggannya. Gubernur Jateng Ganjar Pranowo salah satunya. Ketika berkunjung ke Wonosobo, rombongan gubernur memesan puluhan porsi sup buntut.
Begitu juga Wakil Gubernur Jateng era tahun 2013, Heru Sudjatmoko. Bahkan sejumlah menteri juga pernah mencicipi sup buntut racikan Santi.
Usai menikmati semangkuk sup buntut, jangan lupa mencicipi geblek khas Wonosobo. Selain itu, disajikan berbagai kudapan tradisional buatan Santi.
Ada onde-onde ketawa, pisang goreng, tahu tepung, sosis, rondo royal. Juga beberapa jenis roti. Bagi wisatawan disediakan oleh-oleh khas kota dingin ini. (git/lis) Editor : Agus AP