Kepala Dinas PUPR Kabupaten Wonosobo Nurudin Ardiyanto mengatakan saat ini jembatan tersebut masih dalam masa pemeliharaan sampai akhir Juni 2023.
Jembatan tersebut, kata Adin sapaan akrabnya, merupakan bagian dari pembangunan ruas jalan Keseneng-Candiyasan.
Dengan panjang 51,5 meter lebar 10,1 meter. Jembatan tersebut sebagai jalan alternatif kawasan wisata Dieng dan Sindoro Sumbing. Serta menghubungkan jalan nasional dan provinsi menuju Dieng.
"Dengan dibangunnya jembatan ini akan menjadi jalur alternatif untuk memecah penumpukan kendaraan di jalur Kretek, Wonosobo,"imbuhnya.
Ke depan, jenis kendaraan pribadi roda empat yang hendak ke Dieng maupun sebaliknya akan diarahkan melalui jalur tersebut. Sehingga bisa mempersingkat perjalanan dari arah Temanggung menuju ke Dieng. "Saat ini jalur belum kita buka karena beberapa titik jalan masih perlu diperbaiki,"cetusnya.
Ada beberapa hal yang harus diperbaiki. Antara lain saluran pembuangan yang tidak ditutup, dan cat jembatan yang mengelupas.
"DPUPR akan menindaklanjuti arahan Pak Gubernur untuk penyempurnaan pekerjaan minor pada jembatan Keseneng tersebut, " tegas Adin.
Sebelumnya Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo mengapresiasi rampungnya pembangunan jembatan Keseneng tersebut. Meski begitu, Ganjar menuturkan, ada beberapa hal menjadi catatan dan harus segera dievaluasi. (git/lis) Editor : Agus AP