Sebanyak 85 kios milik pedagang menjadi korban dalam peristiwa tersebut. Sejauh ini penyebab kebakaran belum ditemukan.
Kepala BPBD Wonosobo Bambang Triyono menyampaikan, kebakaran itu diketahui sekitar pukul 20.15 WIB. Berawal pada saat seorang warga sekitar melihat kobaran api di Pasar Penampungan Sapuran bagian belakang.
"Awal diketahui, diperkirakan baru sekitar kurang lebih 7 kios yang terbakar di bagian belakang sebelah barat," katanynya.
Kios tersebut banyak berisi dengan dagangan gerabah. Ditambah banyaknya kios terbuat dari kayu, api dengan cepat membesar dan merembet ke kios-kios yang berada di sekitarnya.
Sebanyak 3 unit mobil Damkar milik BPBD serta 2 unit mobil tangki air milik Pemkab Wonosobo dikerahkan untuk memadamkan api.
Namun karena dirasa masih kurang, BPBD juga meminta bantuan ke Damkar Temanggung dan Banjarnegara. Akhirnya sebanyak 3 unit mobil Damkar dari Temanggung dan 3 unit mobil Damkar Banjarnegara serta 1 unit mobil Damkar milik CV Mekar Abadi ikut dalam proses pemadaman api.
"Total ada 10 unit mobil Damkar yang dikerahkan untuk memadamkan kobaran api," katanya.
Sejak terbakar pada pukul 20.15 malam itu api baru bisa dipadamkan sekitar pukul 23.00 menjelang dini hari. "Beruntung tidak ada korban jiwa maupun luka akibat peristiwa tersebut. Hanya kerugian material yang masih dalam penghitungan," lanjutnya
Sementara itu Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat bersama Wakil Bupati Muhammad Albar langsung memantau Pasar Penampungan di Kecamatan Sapuran Kamis (19/1) pagi.
"Setelah kami bersama Pak Wakil melihat kondisi pasca kebakaran, kami atas nama Pemerintah Kabupaten Wonosobo ikut prihatin, atas musibah yang menimpa Pasar Penampungan Sapuran, kepada para pedagang yang terdampak kami mohon kesabaranya, musibah ini adalah ujian," ujar Afif.
Ia berjanji akan mencarikan jalan keluar bagi para terdampak sebagai solusi pasca kebakaran.
"Tentunya ini menjadi perhatian bagi kami Pemerintah Kabupaten, untuk mencari jalan keluar, skema apa yang bisa kita lakukan untuk membantu saudara-sauara kita yang terdampak musibah ini," katanya.
Kepala Dinas Perdagangan Koperasi dan UKM Wonosobo Bagiyo Sarastono, mengatakan, total ada 85 lapak yang terbakar. Terdiri dari 70 lapak yang sudah ditempati pedagang dan 15 lapak kosong.
Bagiyo menambahkan kerugian yang dialami atas musibah ini secara pasti belum bisa ditaksir. "Kerugian sampai saat ini belum bisa ditaksir, kita harus menunggu hasil tim identifikasi dari Polda Jateng", katanya.
Ketua Paguyuban Pedagang Suharyono berharap pedagang bisa segera dipindah ke lokasi Pasar Baru yang sudah selesai pembangunannya.
"Berhubung ada musibah seperti ini mungkin segera dipercepat untuk pemindahan ke pasar atas, yang semula rencanaya bulan Mei, namun berhubung adanya musibah ini kami ingin segera dipindahkan ke pasar yang baru," katanya. (git/ton) Editor : Agus AP