Susi dianggap memberikan kesaksian yang berbelit-belit, bahkan diduga melakukan sejumlah kebohongan, termasuk disetting orang lain. Ternyata Susi adalah warga Wonosobo. Rumahnya di Kecamatan Kepil.
Rabu (2/11) kemarin, Jawa Pos Radar Semarang sempat mendatangi rumah sederhana bercat kuning tersebut. Di rumah itu, tinggal suami Susi, Kujaini alias Jeni dan dua anaknya.
Menanggapi istrinya yang menjadi saksi kasus besar dan menjadi sorotan publik, Jeni meminta kepada istrinya untuk berkata jujur saat menjadi saksi. Ia berpesan agar Susi tidak berbohong dan berkata apa adanya sesuai apa yang diketahui.
"Ya, kalau ngomong itu jangan bohong. Jadi, orang tidak usah bohong. Berkata yang jujur saja. Orang jujur itu penting. Karena tidak jujur itu hancur," katanya saat ditemui Jawa Pos Radar Semarang di rumahnya,.
Jeni juga meminta kepada Susi agar tidak takut untuk berkata jujur siapa yang terlibat, karena di Indonesia ada hukum. Ia berharap kepada istrinya untuk tidak membela siapapun dalam bersaksi.
"Berkata jujur saja, tidak usaha membela siapapun. Bela anak dan keluarga saja, ingat di rumah ada anak-anak yang sudah kangen sekali," ungkapnya.
Menurutnya, Susi sudah bekerja di rumah Ferdy Sambo selama kurang lebih tiga tahun. Selama bekerja jadi ART tersebut, ia jarang pulang, bahkan saat lebaran. Susi pulang terakhir lebih dari setahun lalu.
"Terakhir pulang satu tahun lalu saat acara cukur anak. Memang tidak boleh pulang, kalau pulang harus ada yang menggantikan sementara di sana," bebernya.
Selama ini, katanya, komunikasi dengan istrinya berjalan lancar. Terakhir komunikasi saat ia akan menjadi saksi dalam sidang. Istrinya tidak pernah cerita terkait kasus Ferdy Sambo.
"Selama ini istri saya tidak pernah cerita apa-apa, makanya saya kaget saat istri menjadi saksi. Kalau komunikasi, istri paling tanya kabar anak-anak atau kalau mau kirim uang saja," ujarnya.
Jeni sendiri mengaku khawatir dengan kabar yang banyak beredar di masyarakat. Terutama saat istrinya dianggap banyak memberikan keterangan tidak jujur kepada hakim.
"Anak-anak nangis lihat ibu mereka di TV. Mereka sudah tidak berangkat sekolah beberapa hari ini karena sedih lihat ibunya di TV itu," katanya.
Kepala Desa Tegeswetan, Kecamatan Kepil, Agus Prio Santoso saat ditemui membenarkan jika Susi merupakan salah satu warganya. Susi bersama satu warga lainnya bekerja sebagai ART di rumah Ferdy Sambo. "Sekarang yang masih di sana itu Susi dan adik dari suaminya, Munjiah," terangnya.
Sebagai kepala desa, ia berharap jika kasus yang menyeret nama Susi bisa segera berakhir. Sebab, menurutnya, Susi masih menjadi salah satu tulang punggung di keluarganya. "Niat dia berangkat ke Jakarta untuk bekerja. Jadi, kita kepingin agar dia bisa kembali seperti sediakala," harapnya.
Ia juga mendukung agar Susi bisa berkata lebih jujur saat menjadi saksi. Sebab, pihak keluarga dan warga di desanya tidak ingin Susi justru terseret masalah baru. (git/aro) Editor : Agus AP