Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

54.643 Nyoblos Pilkades Serentak di Wonosobo

Agus AP • Kamis, 27 Oktober 2022 | 15:27 WIB
Warga Desa Selokromo Kecamatan Leksono saat menggelar pilkades serentak Rabu (26/10). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Warga Desa Selokromo Kecamatan Leksono saat menggelar pilkades serentak Rabu (26/10). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Wonosobo - Proses pemilihan kepala desa (pilkades) serentak telah selesai dilaksanakan Rabu (26/10). Tingkat kehadiran pemilih di TPS mencapai 77,04 persen di 30 desa yang menyelenggarakan pilkades. Sebanyak 16.281 warga tidak menggunakan hak pilihnya alias golput.

Persentase itu bisa dilihat dari hasil hitung cepat yang dilakukan Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Desa (Dinsos PMD) di Kantor Setda Kabupaten Wonosobo. Dengan menggunakan layar monitor, hasil perolehan di setiap desa dapat dilihat dengan jelas.

Jumlah DPT secara keseluruhan mencapai 70.924 pemilih di 30 desa. Pemilih yang menggunakan suaranya mencapai 54.643 dan 16.281 warga tidak menggunakan hak pilihnya. "Itu sudah termasuk dengan hitungan jumlah suara yang rusak atau tidak sah. Totalnya ada 1.660 surat suara di 30 desa yang menyelenggarakan pemilihan," terang Kepala Dinsos PMD Wonosobo Harti saat dikonfirmasi setelah selesai melihat proses rekapitulasi hasil perhitungan suara Rabu (26/10) malam.

Persentase kehadiran tertinggi ada di Desa Tegalsari, Kecamatan Garung dengan jumlah 4.367 DPT, yang datang ke TPS mencapai 86,60 persen. Sementara tingkat kehadiran terendah di Desa Kalialang, Kecamatan Kalibawang. Dengan jumlah 1.539 DPT yang terdaftar hanya 69,53 persen tingkat kehadiran masyarakat.

Dengan selesainya hasil rekapitulasi tersebut maka setiap desa yang menggelar pemilihan telah mendapatkan nama kepala desa terpilih. Mereka akan memimpin desanya masing-masing dalam enam tahun ke depan. "Mudah-mudahan dengan terpilihnya kades di desa masing-masing bisa bekerja dengan penuh amanah dan tanggungjawab," terangnya.

Ia juga menyebutkan, dengan selesainya perhelatan ini, diharapkan pesta demokrasi berjalan dengan baik. Tidak ada masalah di kemudian hari antar masyarakat di desanya. Sehingga berpotensi memunculkan konflik. "Yang menang saya harap bisa tetap tenang, yang kalah bisa menerima dengan lapang dada," pesannya.

Kemarin, jajaran forkopimda turun langsung untuk mengawal proses pilkades yang tengah berlangsung. Tampak Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat, Wakil Bupati Muhammad Albar, Sekda One Andang Wardoyo, perwakilan Kodim 0707/Wonosobo, Polres Wonosobo dan Kejaksaan Negeri mengunjungi beberapa desa yang tengah menggelar pesta demokrasi itu. Kunjungan itu dilakukan di Desa Selokromo Kecamatan Leksono, Desa Kecis Kecamatan Selomerto, Desa Tegalsari Kecamatan Garung, dan Desa Kreo Kecamatan Kejajar.

Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat meminta masyarakat untuk datang dan memilih di tempat pemungutan suara (TPS) untuk memilih calon sesuai dengan yang diharapkan. "Ayo kita ramaikan pesta demokrasi ini dengan aman dan damai," pesannya saat menemui sejumlah warga di Desa Tegalsari, Kecamatan Garung, Rabu (26/10).

Ia juga berharap pesta demokrasi berjalan dengan damai. Usai pemilihan ini, setiap calon yang kalah bisa menerima dengan lapang dada. Bagi calon yang menang disarankan untuk tidak jumawa. "Jangan sampai justru pascapemilihan berlangsung malah memunculkan keributan yang seharusnya bisa dicegah," terangnya.

Sementara itu, Wakil Bupati Wonosobo Muhammad Albar memberikan gambaran umum seputar pilkades ini dianggap berjalan dengan baik. Seluruh persiapan teknis yang dilakukan panitia desa telah dilakukan dengan benar. "Secara umum sudah baik. Beberapa TPS dibagi di beberapa ruangan. Sehingga tidak terjadi kerumunan," terangnya. (git/ton) Editor : Agus AP
#Pilkades serentak #pilkades wonosobo