Kepala Disdikpora Kabupaten Wonosobo Tono Prihatono mengatakan, kemampuan literasi peserta didik yang masih di bawah kompetensi merupakan pekerjaan rumah yang harus diselesaikan karena menyangkut mutu pendidikan. “Literasi menjadi bagian penting dalam rapor pendidikan. Alarm lampu merah untuk dunia pendidikan ketika guru berhenti belajar,” ujar Tono saat membuka kegiatan.
Lebih lanjut Tono menuturkan, tenaga pendidik berkewajiban untuk terus belajar dan meningkatkan kualitas diri dalam membimbing peserta didik, terutama dalam bidang literasi. Oleh karena itu, UKBI merupakan langkah strategis dalam meningkatkan literasi, baik tenaga pendidik maupun peserta didik.
Sosialisasi UKBI Adaptif Merdeka itu menghadirkan narasumber Koordinator Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) UKBI Balai Bahasa Provinsi Jawa Tengah Sunarti yang menyampaikan materi ihwal UKBI dan UKBI Adaptif Merdeka. Adapun narsumber yang lain adalah Afritta Dwi Martyawati, juga dari KKLP UKBI Balai Bahasa, yang menyampaikan teknis pelaksanaan UKBI dan Giat UKBI Adaptif Merdeka bagi Pelajar.
Pelaksanaan UKBI di Kabupaten Wonosobo tidak hanya menyasar para tenaga pendidik, tetapi juga para peserta didik sehingga dapat meningkatkan kualitas literasi secara menyeluruh. Tenaga pendidik diharapkan dapat mengikuti UKBI sehingga nantinya mampu membimbing para peserta didik untuk melakukan Giat UKBI secara maksimal di sekolah tempat mereka mengajar. (rls/ton) Editor : Agus AP