Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Lapak Darurat Pasar Induk Wonosobo Mulai Dibongkar

Agus AP • Senin, 8 Agustus 2022 | 18:17 WIB
Sekda One Andang Wardoyo saat tengah menjelaskan raperbup tentang pasar kepada perwakilan pedagang pasar induk di Pendopo Belakang Selasa (8/3). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Semarang)
Sekda One Andang Wardoyo saat tengah menjelaskan raperbup tentang pasar kepada perwakilan pedagang pasar induk di Pendopo Belakang Selasa (8/3). (Sigit Rahmanto/Jawa Pos Radar Semarang)
RADARSEMARANG.ID, Wonosobo - Pedagang di Pasar Induk Wonosobo pada Minggu (7/8) kemarin dijadwalkan pindah dari pasar darurat. Namun pemerintah masih kesulitan untuk mengakomodasi seluruh pedagang yang akan masuk.

"Sudah ada sekitar 30 persen pedagang yang masuk. Sisanya nanti akan menyusul di hari berikutnya," terang Kepala Unit Pelaksana Teknis (UPT) Pasar Dinas Perdagangan, Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Disdagkop UKM) Wonosobo Heri Setiawan Minggu (7/8) sore.

Ia menyebut, belum seluruh pedagang masuk karena memang lapak yang akan digunakan di dalam gedung belum selesai direnovasi. Ssembari menunggu masa perbaikan itu selesai dilakukan, pedagang masih diperbolehkan berdagang di pasar darurat.

Meski sudah ada 30 persen pedagang yang mulai berpindah ke gedung baru Pasar Induk, faktanya sejumlah persoalan masih terjadi. "Sekarang itu masih banyak yang teriak-teriak kalau mereka tidak bisa menempati yang setengah-setengah (lapak dengan lebar 70 centimeter) itu," terangnya.

Meskipun direncanakan kemarin menjadi hari terakhir pedagang berada di pasar penampungan, namun masih ada ratusan pedagang yang belum menerima lapak. Termasuk bagi pedagang yang hanya terima lapak selebar 70 centimeter. "Itu masih ada sekitar 170 pedagang yang masih kesulitan mendapatkan lapak. Untuk pedagang yang terima setengah meter itu masih ada 30-an pedagang," terangnya.

Untuk mengurai masalah tersebut, pemerintah memberikan solusi dengan melakukan penambahan lapak di basement. Namun hingga saat ini penambahan lapak di basement ini masih belum siap untuk digunakan. "Kalau sudah ada, basement ini akan digunakan untuk mengakomodir pedagang sayuran, tempe, tahu, dan gilingan kelapa," ujarnya.

Sementara bagi 30 pedagang yang mendapat lapak hanya selebar 70 centimeter itu belum ada kepastian. Pihaknya masih mencarikan alternatif solusi bagi mereka. Misalnya dengan memberikan lapak di lantai 3 atau di lokasi lain.

Memang diakui Heri, pola penempatan pedagang Pasar Induk Wonosobo merupakan kombinasi atau konsep gabungan Pemerintah Kabupaten Wonosobo dengan Paguyuban Pedagang Pasar Induk Wonosobo (PPIW) dengan memperhatikan aspek kearifan lokal.

Kearifan lokal yang dimaksud dalam penempatan pasar induk adalah pola pengaturan dilakukan oleh pedagang. "Kearifan lokal itu, pembagian diserahkan kepada RT di pasar, dan itu bagian dari permintaan PPIW yang dituangkan dalam kesepakatan bersama," katanya.

Persoalan lain yang muncul, semua pedagang hanya ingin menempati lantai dasar saja. Sementara masih ada beberapa lapak di lantai tiga yang belum ditempati. Padahal dalam nota kesepakatan yang dibuat itu, setiap lantai di pasar harus ditempati pedagang. (git/ton) Editor : Agus AP
#Pasar Induk Wonosobo