Direktur Eksekutif Migrant Care Wahyu Susilo menjelaskan perlu melakukan pemberdayaan eks buruh migran. Pasalnya, banyak tenaga eks buruh yang bergerak di sektor UMKM. Dengan pembekalan diharapkan eks buruh mampu membantu mengembangkan kapasitas masyarakat pelaku UMKM khususnya dalam kegiatan ekonomi produktif.
"Tak hanya pembekalan. Mereka akan didampingi cara untuk membangun ekosistem ekonomi digital agar mampu memaksimalkan pendapatan dari usaha yang sedang dirintisnya," katanya saat menjelaskan materi tersebut via zoom metting, kemarin (20/4/2021).
Tiga UMKM di Kabupaten Wonosobo itu menurutnya akan didampingi bersama UMKM dari daerah lainnya. Yakni Kabupaten Indramayu Jawa Barat, Jember dan Banyuwangi, Jawa Timur.
Ditegaskan kolaborasi antara e-commerce dengan lembaganya akan mendorong usaha-usaha yang dilakukan komunitas perempuan purnamigran masuk ke ranah ekosistem ekonomi digital.
Dengan kerja sama itu pihaknya optimistis perempuan purnamigran akan lebih berkembang lagi di jagad e-commerce. Dan akan berdampak positif terhadap perputaran ekonomi.
Masuknya Wonosobo dalam program kerja sama antara Migran Care dengan Tokopedia disambut positif aktifis perempuan yang juga eks pekerja migran asal Lipursari, Leksono Nesa Kartika.
Menurut Nesa, ada 3 kelompok di 3 desa yang UMKM-nya didampingi Tokopedia bersama Migrant Care dan SARI Solo. Yaitu MUIWO Lipursari, Kecamatan Leksono; BUMI Adikusuma Ngadikusuman, Kecamatan Kertek, dan Bumi Sejati Rogojati, Kecamatan Sukoharjo.
“Kelompok-kelopmpok tersebut sudah maju dan punya banyak produk. Tapi selama ini terkendala di pemasaran sehingga kehadiran program ini akan disambut baik. Diharapkan bisa membantu usaha terutama dalam bidang pemasaran online yang selama ini belum kami kuasai,” tandasnya. (git/lis)
Editor : Agus AP