Groundbreaking PLTS Terapung Gajah Mungkur, Langkah PLN Menuju 100 GWp

Tri Waluyoningsih • Dipublikasikan Kamis, 27 Agustus 2026 | 11:40 WIB
PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah menjadi salah satu proyek strategis dalam program tersebut.
PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah menjadi salah satu proyek strategis.

 

RADARSEMARANG.ID, WONOGIRI, 25 Agustus 2026 - Percepatan pengembangan energi terbarukan di Indonesia memasuki babak baru melalui launching dan groundbreaking Program Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) 100 GWp yang digelar serentak di berbagai wilayah Indonesia.

PLTS Terapung Gajah Mungkur berkapasitas 134,2 MWp di Waduk Gajah Mungkur, Wonogiri, Jawa Tengah menjadi salah satu proyek strategis dalam program tersebut.

Kegiatan di Waduk Gajah Mungkur terhubung secara daring dengan acara utama yang dihadiri Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Monumen Operasi Lintas Laut Jawa - Bali, Jembrana, Bali.

Kegiatan ini merupakan penanda dimulainya pembangunan proyek, bukan peresmian pembangkit yang telah selesai.

Program PLTS 100 GWp merupakan bagian dari arahan Presiden Prabowo Subianto untuk mempercepat energi terbarukan, memperkuat ketahanan dan kemandirian energi, mengurangi ketergantungan energi impor, menekan emisi, serta menyediakan listrik yang makin efisien. Program ini telah masuk dalam RUKN dan RUPTL PLN 2025–2034 serta sejalan dengan Asta Cita dalam mendorong swasembada energi, penciptaan lapangan kerja, pertumbuhan ekonomi dan pemerataan pembangunan.

Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, yang turut hadir di Waduk Gajah Mungkur menyambut baik kehadiran proyek tersebut sebagai langkah strategis dalam mempercepat pemanfaatan energi terbarukan sekaligus memperkuat kemandirian dan ketahanan energi di Jawa Tengah.

“Kami mendukung program pemerintah ini. Terima kasih kepada PLN, Kementerian ESDM, dan pemerintah yang telah menghadirkan pengembangan energi terbarukan melalui PLTS di Jawa Tengah PLTS di Wonogiri ini merupakan salah satu yang terbesar di Jawa Tengah dengan kapasitas 134 MW. Kita berharap energi terbarukan ini selaras dengan program Provinsi Jawa Tengah untuk mewujudkan kemandirian energi. Ke depan, energi terbarukan menjadi prioritas kita dalam rangka menggantikan energi fosil,” ujar Ahmad Luthfi.

Direktur Operasi Pembangkit Gas PLN Indonesia Power, Daniel Eliawardhana mengatakan proyek tersebut menjadi bukti konkret pengembangan energi surya yang tetap memperhatikan fungsi waduk dan manfaat bagi masyarakat.

“PLTS Terapung Gajah Mungkur merupakan kerja sama PLN Indonesia Power Renewables, PT GCL Energi Investasi, dan Perum Jasa Tirta I. Panel surya akan menempati maksimal 5 persen area Waduk Gajah Mungkur, dengan desain yang mempertimbangkan fluktuasi muka air, akses nelayan, serta kelancaran pergerakan air.” katanya.

General Manager PLN Unit Induk Distribusi (UID) Jawa Tengah, Bramantyo Anggun Pambudi mengungkapkan, pengembangan PLTS Gajah Mungkur menjadi bagian penting dalam memperkuat sistem kelistrikan Jawa Tengah sekaligus memperluas pemanfaatan energi bersih.

“PLN UID Jawa Tengah memastikan energi yang dihasilkan pembangkit ini dapat tersalurkan secara andal kepada masyarakat dan pelanggan. Tambahan 134,2 MWp ini akan memperkuat sistem kelistrikan Wonogiri dan Jawa Tengah, sekaligus mendukung pertumbuhan industri, investasi dan aktivitas ekonomi masyarakat dengan sumber energi yang lebih bersih,” ujar Bramantyo.

Bramantyo menambahkan, listrik yang dihasilkan dari PLTS ini diproyeksikan mencapai 218 juta kWh per tahun, setara sekitar 37 persen kebutuhan listrik Kabupaten Wonogiri atau kebutuhan sekitar 110 ribu pelanggan rumah tangga. Energi tersebut akan disalurkan melalui jaringan transmisi sekitar 11,7 kilometer menuju Gardu Induk 150 kV Nguntoronadi, Wonogiri untuk kemudian dimanfaatkan masyarakat dan pelanggan di Jawa Tengah.

Dengan kapasitas lebih dari 100 MW, PLTS ini juga akan menambah kekuatan pembangkit lokal secara signifikan, sementara produksi listriknya bahkan lebih besar dibanding kebutuhan listrik puncak Kabupaten Wonogiri. Proyek ini sekaligus memperkuat kesiapan sistem untuk mendukung kawasan peruntukan industri Wonogiri seluas sekitar 4.883 hektare yang saat ini memiliki 28 pelanggan industri.

Dari sisi lingkungan, PLTS diperkirakan mengurangi emisi sekitar 120.000 ton CO₂ per tahun, setara emisi tahunan sekitar 28.000 mobil penumpang, serta mendukung target Net Zero Emission 2060.

Pembangunan ditargetkan berlangsung Februari–Juli 2027, dilanjutkan dengan tahapan pengujian dan persiapan hingga akhir 2027. Proyek ini juga membawa manfaat langsung bagi masyarakat. Pada tahap konstruksi diproyeksikan menyerap sekitar 20 tenaga ahli dan 150–250 tenaga pendukung lokal, sementara tahap operasi membutuhkan sekitar 12 tenaga ahli dan 8 tenaga pendukung. Pemberdayaan masyarakat mencakup pelatihan budidaya cabai, terung dan tomat beserta benih dan komposter selama satu tahun, pertanian terpadu skala kecil, pelatihan polybag, kompos dan irigasi, serta budidaya ikan air tawar dengan keramba selama satu tahun.

Di kawasan Waduk Gajah Mungkur, PLN Group juga telah menjalankan program lingkungan dan pemberdayaan masyarakat sejak 2023 melalui bank sampah, kelompok tani terpadu dan UMKM olahan ikan, dengan sekitar 2.112 penerima manfaat langsung. Ke depan, kawasan ini juga berpotensi dikembangkan menjadi wisata edukasi energi terbarukan dan waduk melalui dukungan satu perahu untuk desa sekitar.

“PLTS ini bukan sekadar menambah kapasitas pembangkit. Kami ingin energi bersih yang berasal dari potensi lokal dapat memberikan manfaat nyata bagi sistem kelistrikan, masyarakat, lingkungan, hingga pertumbuhan ekonomi Wonogiri dan Jawa Tengah,” pungkas Bramantyo.

Editor : Tasropi
plts gajah mungkur Waduk Gajah Mungkur