RADARSEMARANG.ID - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Wonogiri berencana mendirikan satu rumah sakit tipe D di wilayah timur untuk mendekatkan akses kesehatan bagi warga yang berbatasan dengan Jawa Timur.
Rencana tersebut didasari karena fasilitas kesehatan di Wonogiri banyak terpusat di wilayah kota.
"Rencananya, kami akan mendirikan rumah sakit tipe D di Kecamatan Purwantoro," ujar Bupati Wonogiri Joko Sutopo, Jumat (18/8/2023).
Rumah sakit itu bakal di bangun di pusat kota Kecamatan Purwantoro.
Menempati lahan seluas satu hektare. Lahan itu, kata bupati, sebelumnya tercatat sebagai Lahan Pertanian Pangan Berkelanjutan (LP2B).
"Status lahannya sudah klir. Sudah mengantongi rekomtek (rekomendasi teknis) dari ATR/BPN juga. Sudah acc untuk rumah sakit," katanya.
Rekomtek tersebut berlaku tiga tahun. Apabila rekomendasi tidak dilakukan, perlu dilakukan pengkajian ulang.
Disinggung soal biaya pembangunan rumah sakit itu, Joko Sutopo menyebut bersumber dari kolaborasi Pemkab Wonogiri dan Pemprov Jateng. Nominalnya sekira Rp 20 miliar.
Bupati tak memungkiri, fasilitas kesehatan, khususnya rumah sakit, banyak yang berdiri di wilayah Wonogiri Kota.
Kondisi geografis yang cukup luas dengan medan perbukitan dan pegunungan, menjadi permasalahan tersendiri.
Itu juga menjadi alasan mengapa Pemkab Wonogiri berencana mendirikan rumah sakit tipe D diKecamatan Purwantoro.
Sebab, masyarakat di sektor timur (Purwantoro dan sekitarnya) banyak yang berobat ke Jawa Timur (Ponorogo) karena jaraknya lebih dekat.
"Kami memilih Purwantoro karena menjadi tumpuan dari daerah lain di sekitarnya. Seperti Puhpulem, Bulukerto, Slogohimo, dan Kismantoro," terang Joko Sutopo.
Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Wonogiri Setyarini menambahkan, rekomendasi terkait lahan yang akan digunakan untuk bangunan rumah sakit sudah klir. Selanjutnya, dinkes membuat DED.
"Kalau untuk kapasitas bed-nya, nanti sesuai dengan regulasi yang berlaku. Minimal 50 bed," terangnya. (al/wa)
Editor : Agus AP