RADARSEMARANG.ID, Semarang - Momen magis penuh keanggunan tersaji dalam gelaran fashion show eksklusif bertajuk “Aurum Dusk” yang dipersembahkan oleh La Rose Bridal Specialist pada ajang The Renaissance Romance Luxury Wedding Expo 2025.
Dengan latar megah The Renaissance Ballroom, panggung peragaan busana ini bukan sekadar parade gaun pengantin.
Melainkan sebuah narasi visual yang mendalam—tentang keabadian cinta, keindahan transisi waktu, dan keanggunan yang tak lekang oleh zaman.
Didirikan lebih dari lima dekade lalu, La Rose telah menjadi rumah mode pengantin ternama yang melekat di hati banyak keluarga.
Dari generasi ke generasi, nama La Rose tak hanya dikenal karena kualitas gaunnya, tetapi karena kemampuannya merangkai mimpi dalam balutan kain.
Kini di bawah kepemimpinan kreatif desainer Amelia Setyawati, La Rose terus berevolusi dengan membawa sentuhan modern tanpa melupakan akar warisan estetikanya.
Terinspirasi dari keindahan transisi antara siang dan malam, Aurum Dusk memaknai momen senja sebagai titik temu antara cahaya dan kegelapan sebuah fase yang sunyi, sensual, dan penuh misteri.
Kata "aurum” berasal dari bahasa Latin yang berarti emas, sedangkan "dusk” merujuk pada waktu menjelang malam yang memancarkan nuansa keemasan di langit.
Dari sinilah lahir koleksi gaun yang memadukan palet warna metalik dan siluet elegan, menghadirkan kesan anggun, kontemporer, dan dramatis dalam satu harmoni.
Koleksi ini bukan hanya tentang keindahan visual, tetapi juga sebuah interpretasi artistik atas emosi senja hangat, tenang, dan menyimpan kisah yang belum selesai.
Melalui Aurum Dusk, La Rose Bridal ingin mengajak para calon pengantin untuk merayakan pernikahan dalam momen paling berharga mereka, dibalut kemewahan yang puitis dan tak lekang oleh waktu.
Dalam fashion show ini, pertunjukan dibuka oleh seorang penari berbalut kostum flowy, membawa bola bercahaya yang melambangkan matahari senja.
Gerakannya perlahan, seolah mengantar penonton ke dimensi waktu yang puitis. Suasana panggung dibalut dengan tata cahaya temaram, menciptakan efek visual seperti kabut keemasan yang membelah batas antara realita dan fantasi.
Sebanyak 24 busana ditampilkan dalam urutan yang membentuk alur narasi senja yang transenden.
Model-model melangkah seolah muncul dari kabut senja, membawa cerita tentang cinta yang bersinar hangat, sekaligus menyimpan misteri dalam diam.
Puncak pertunjukan ditutup secara dramatis oleh seorang model yang tampil dengan veil menjuntai panjang, berdansa perlahan dalam pencahayaan seperti pantulan air. Cahaya berpendar di sekelilingnya menciptakan suasana mistis yang membuat seluruh ruangan larut dalam emosi dan kekaguman.
Bagi Amelia Setyawati, Aurum Dusk adalah bentuk selebrasi terhadap setiap kisah cinta yang ingin dirayakan dalam nuansa personal, abadi, dan artistik.
"Kami percaya setiap kisah cinta itu unik. Melalui Aurum Dusk, kami ingin membantu setiap pasangan merayakannya dalam balutan keindahan yang tidak hanya elegan secara visual, tetapi juga menyentuh sisi emosional mereka," ujar Amelia.
Seluruh proses produksi dan desain La Rose dilakukan di internal showroom oleh artisan terampil, menjadikan setiap gaun sebagai karya orisinal yang tak tergantikan.
Dengan dua showroom utama di Semarang dan Magelang, La Rose terus menjadi destinasi utama para calon pengantin yang mendambakan gaun impian yang merefleksikan karakter dan keanggunan personal.
Pertunjukan spektakuler ini turut didukung berbagai pihak profesional, mulai dari Styled by Edo Leonard, Batavia Jas, Lie Kuang & Co., hingga Lavalier Jewels.
Sementara di balik sorotan lampu dan dekorasi megah, hadir pula dukungan dari Topeng The Event, Galaxy Decoration, Techno Lighting, dan Friends Photo & Video yang memastikan setiap momen terekam sempurna.
Fashion show “Aurum Dusk” bukan hanya menjadi highlight dalam Renaissance Romance 2025. Tetapi juga menegaskan bahwa La Rose Bridal Specialist tidak hanya mendesain gaun pengantin—mereka merancang pengalaman, menciptakan cerita, dan menjahitkan emosi menjadi bagian dari perjalanan cinta yang tak terlupakan. (web/dev/lis)
Editor : Lis Retno Wibowo