Direktur Polimarin, Akhmad Nuriyanis saat groundbreaking pembangunan kampus baru Polimarin Jumat (2/6) mengungkapkan nantinya kampus tersebut berada di lahan seluas 30,8 hektare. Pembangunan tersebut merupakan amanah dari presiden pada tahun 2016.
Nantinya terdapat gedung kuliah terpadu dua lantai, kompleks gedung kuliah seluas 1980 meter persegi, gedung asrama putra dan putri seluas 3140 meter persegi, dan gedung laboratorium atau simulator seluas 5784 meter persegi.
"Selain itu terdapat pembangunan pagar yang mengelilingi kampus sepanjang 3291 meter. Serta pembangunan paket didalamnya yaitu jalan lingkungan kampus, trotoar, dan saluran air," ungkapnya.
Pembangunan kampus baru ini akan dilaksanakan selama 210 hari. Namun pihaknya pelaksanaan bisa lebih cepat dari target yang sudah ditentukan. Hal tersebut juga telah dikomunikasikan dengan oleh pelaksana.
"Sehingga di tahun 2024 kampus sudah dapat beroperasi melaksanakan untuk pembelajaran," katanya.
Ia berharap pembangunan gedung kampus Polimarin dapat mendukung proses pembelajaran dan juga diiringi dengan peningkatan kualitas proses pelayanan yang ada. Baik kepada masyarakat sekitar maupun seluruh civitas akademika di lingkungan Polimarin.
"Serta dengan kehadiran mahasiswa baru setiap tahunnya akan meningkatkan perekonomian masyarakat di wilayah sekitar kampus, yang tentu saja juga akan mendukung peningkatan perekonomian daerah," jelasnya.
Sementara itu Deputi 2 Bidang Pembangunan Manusia Kantor Staf Presiden RI, Abetnego Panca Putra Tarigan menekankan beberapa hal terkait dengan pembangunan gedung baru atau kampus baru Polimarin.
Jika dikaitkan dengan kebijakan terdapat Perpres No 16 tahun 2017 tentang kebijakan kelautan indonesia dan Perpres 68 tahun 2022 tentang revitalisasi Revitalisasi Pendidikan Vokasi dan Pelatihan Vokasi.
"Setidaknya dua Perpres yang kami ingin wujudkan dan sukseskan melalui pembangunan kampus baru Polimarin," ujarnya.
Ia mengingatkan bahwa masyarakat berada di satu fase yakni dimana usia-usia produktif lebih besar daripada usia yang yg tidak produktif. Kondisi tersebut bisa dayagunakan untuk menciptakan sumber daya yang berkualitas.
"Saya mendapatkan laporan bahwa 100 persen lulusan Polimarin itu terserap di dunia kerja. Kita memang membutuhkan kisi-kisi pendidikan yang mampu bagaiman mewujudkan bagaimana SDM yang berkualitas," katanya.
Dengan adanya pembangunan kampus baru Polimarin tersebut diharapkan bisa mewujudkan poros maritim sesuai dengan arahan presiden. Dengan menyiapkan institusi dan sumber daya yang baik. (nun/web) Editor : Agus AP