Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Fokus Tuntaskan Bibir Sumbing dengan Operasi Gratis

Agus AP • Jumat, 26 Mei 2023 | 16:30 WIB
Para pembicara saat Seminar Bidan di Aula Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum pada Kamis (25/5). (M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
Para pembicara saat Seminar Bidan di Aula Rumah Sakit Panti Wilasa Citarum pada Kamis (25/5). (M. IQBAL AMAR/JAWA POS RADAR SEMARANG)
RADARSEMARANG.ID, Semarang - Rumah Sakit Panti Wilasa mengajak para bidan untuk tanggap mengatasi bibir sumbing atau celah bibir dan langit-langit. Pasien penderita kelainan tersebut dapat dioperasi secara gratis dengan memprioritaskan orang tidak mampu.

Direktur RS Panti Wilasa Citarum Kriswidiati mengungkapkan, merayakan hari jadi rumah sakit ke-50 dengan menggelar Seminar Bidan. Ada lebih dari 100 peserta dari berbagai instansi maupun praktek mandiri di area Semarang dan sekitarnya. Kegiatan itu juga bekerjasama dengan Smile Train Indonesia dan IBI Provinsi Jawa Tengah.

"Sejak 2008 tercatat ada lebih dari 1000 pasien telah diperasi secara gratis melalui program operasi celah bibir dan langit-langit," katanya pada Kamis (25/5) di Aula RS Panti Wilasa Citarum.

Ia menyampaikan, deteksi dini bisa dilakukan dengan bantuan para bidan yang berperan membantu persalinan bayi. Pihaknya pun siap menerima orang tua dengan bayi penderita kelainan celah bibir dan langit-langit.

Keinginan kita mberikan berbagi infirmasi kepada masy dengan mengajak bidan2. Bidan pintu utama  ibu2 melahirkan. Terlahir dengan kondisi bibir sumbung. Supaya mendapat bantuan operaasi gratis. Berkelanjutan hingga mendapatkan bantuan yang maksimal.

Country Manager and Program Director Smile Train Indonesia Deasy Larasati menyebut, pihaknya ingin memberikan informasi dan memfasilitasi operasi gratis penderita bibir sumbing. Yakni melalui bidan sebagai pintu utama pada ibu melahirkan.
"Operasinya berkelanjutan hingga mendapatkan bantuan yang maksimal," tandasnya.

Sebagai representasi The Smile Train Foundation yang berlokasi di New York, Amerika Serikat Deasy mendorong para bidan untuk aktif membantu pasien. Sebab, melalui penanganan tepat, bayi dengan celah bibir dan langit-langit dapat tumbuh dan berkembang dengan baik."Saat dewasa nanti tak perlu insecure. Kita jamin operasi bebas biaya," terangnya.

Dalam paparannya, dr. Susetyo, Sp.A menyatakan, menurut WHO, prevalensi kelahiran bayi dengan celah bibir dan langit-langit di dunia adalah 1/700 kelahiran hidup.

Sementara 1/500 kelahiran hidup di Asia dan 1.15/1000 kelahiran hidup di Indonesia. Kondisi itu jelas membutuhkan perhatian yang lebih."Penyebabnya dua hal, riwayat keluarga serta gaya hidup dari ibu hamil," jelasnya.

dr. M. Rizqy Setyarto, Sp.BP-RE (K), MARS menyebut, bayi dengan celah bibir dan langit-langit harus segera ditangani. Yakni melalui bantuan tindakan bedah plastik yang tepat hingga senyumnya bisa kembali sempurna.

"Tindakan pasca operasi juga dibutuhkan untuk memastikan tumbuh kembang dan kemampuan bicara juga sempurna," pungkasnya. (mia/web/bas) Editor : Agus AP
#Rumah Sakit Panti Wilasa