Kegiatan mendapat perhatian luas, mengikuti dua lomba tersebut. Lomba Busana Muslim maupun lomba Menulis Hijaiyah, membuka dua kategori peserta. Yakni Kategori A bagi peserta anak usia 3 – 7 tahun, dan Kategori B bagi peserta anak usia 8 – 12 tahun. Dua lomba inipun dilaksanakan secara bersamaan.
Perwakilan Panitia Lomba, Bunda Kundarti Ari menyampaikan, peserta yang hadir berjumlah puluhan anak-anak. Mereka pun tampak antusias mengikuti lomba , yang diakhiri pada saat memasuki waktu buka puasa. Lokasi lomba di Sola Eat & Play Resto ini dipilih, karena tempatnya memadai dan sesuai untuk kalangan anak-anak.
Juri yang hadir diantaranya, Jovina Nadina Novitasari (model), Mister Fuadil Qirol (seniman), Hj. Idah Kuridah (guru PAUD & RA Al-Firdaus Semarang). Lomba yang didukung madu TJ itu juga dimeriahkan peragaan busana oleh juara model tingkat nasional berusia muda, Karisma Saktika Bestari dari Semarang.
“Lomba ini dilaksanakan untuk menyambut bulan Ramadan. Sekaligus, sarana silaturahmi dengan buka puasa bersama. Biarpun menjalankan ibadah puasa, anak – anak kita ajari tetap semangat. Menjalankan puasa sambal beraktifitas lainnya. Alhamdulillah, meskipun masih anak-anak, tampaknya hampir semuanya sudah bisa puasa penuh,” terang guru PAUD sarjana psikologi ini.
Menurut Bunda Ari, sapaan akrab Kundarti Ari, kegiatan lomba seperti ini juga sarana untuk belajar anak usia dini untuk berani tampil di depan umum. Terlebih lagi, semua peserta mendapat apresiasi piagam atas keikutsertaan dalam lomba tersebut.
“Untuk bidang lomba menulis huruf hijaiyah, tentu juga kesempatan sejak dini untuk mengasah kemampuan bidang seni kaligrafi. Jadi, kami ekplorasi semua bakat dan minat anak – anak,” ungkapnya.
Menurut Juri lomba, Idah Kuridah, semua peserta mampu menampilkan kemampuan terbaiknya. Namun dalam lomba, tentu dipilih yang paling baik dari lainnya. “Juara itu kan hasil usaha berlatih, kalua belum juara sekarang masih ada kesempatan lain terbuka lebar. Jadi kalau ikut lomba, apapun itu, harus terus meningkatkan kemampuan ya,” pesan Ida. (web/fiq) Editor : Agus AP