Berita Semarang Jateng Nasional Ekonomi Edukasi Entertainment Event Features Games & eSports Sport Sepakbola Khazanah Lifestyle Tekno Traveling Otomotif Parenting Rubrik Foto

Tim Jadoel Udinus Kenalkan Makanan Tradisional lewat Permainan

Agus AP • Senin, 9 Januari 2023 | 16:34 WIB
Tim Jadoel dari Udinus Semarang mencoba mengenalkan makanan tradisional lewat permainan di kawasan Kota Lama, kemarin. (Istimewa)
Tim Jadoel dari Udinus Semarang mencoba mengenalkan makanan tradisional lewat permainan di kawasan Kota Lama, kemarin. (Istimewa)
RADARSEMARANG.ID, Semarang – Cara unik dilakukan oleh Tim Jadoel yang diprakarsai oleh mahasiswa ilmu komunikasi Universitas Dian Nuswantoro (Udinus) Semarang. Mereka memperkenalkan makanan tradisional lewat permainan.

Tim yang berjumlah sembilan orang ini mengenalkan makanan tradisional berupa jajanan pasar kepada masyarakat. Terdiri dari Rachel Patricia Bledoeg, Ifadatal Udhma Zain, Restu Ratri Pranasuci, Anik Supriyanti, Anisa Putri Maharani, Muhammad Munif, Radya Rheza A, M. Khanif Lutfil Khakim, dan Andriano Zoma Zahroni. Tepatnya di Kota Lama, mereka berkeliling mengajak pengunjung untuk tebak makanan.

Salah satu Tim Jadoel Rachel Patricia Blodeog mengatakan, kegiatan kampanye Jadoel (jajanan tempoe doeloe) ini dalam rangka mengenalkan makanan tradisional, terutama jajanan pasar kepada masyarakat. Selain itu juga sebagai wujud melestarikan jajanan yang mulai di tinggakan anak-anak muda.

"Ini sebagai wujud kesadaran kita sebagai anak muda. Jadi kita kampanye dengan visi melestarikan jajanan lama khas Semarang pada next generation,” jelasnya.



Ia menambahkan, ada lima jajanan yang dibawa dan diletakkan di atas tampah. Yakni mendut, nogosari, sus rogut, pastel, dan lumpia jagung. Sedangkan permainan dikemas dengan tebak rasa. Masing-masing pengunjung akan di tutup matanya menggunakan kain. Setelah itu mereka akan menebak nama jajanan tersebut dengan merasakannya. Bagi yang tebakannya benar akan diberikan hadiah.

“Antusias pengunjung bagus sekali. Kami sempat bertemu tiga generasi, anak-anak, remaja, dan juga orang tua. Terutama yang ibu-ibu tadi senang sekali masih ada anak muda yang mau melestarikan jajanan tradisional, kemudian yang anak-anak tadi juga ternyata mereka baru tau lho ada jajanan seperti ini. Jadi kita sharing ilmu juga,” imbuhnya.

Salah satu pengunjung Yoyok mengaku terkesan masih ada anak-anak muda yang mau melestarikan jajanan tradisional. Padahal makanan jadul ini banyak ditinggalkan oleh mereka.

“Bagus banget ya kegiatan ini. Kalau bisa diteruskan jadi makanan tradisional ini tetap eksis,” ungkapnya. (kap/zal/web) Editor : Agus AP
#Tim Jadoel #Udinus Semarang